Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Tayamum, Salah Satu Bentuk Kemudahan Dalam Islam

Tayamum, Salah Satu Bentuk Kemudahan Dalam Islam

Salah satu kelebihan agama islam adalah kemudahan, setiap pekerjaan yang ada dibuat mudah dan tidak memberikan beban kepada penganutnya, agar mereka beribadah dengan tulus dan sempurna. Salah satu bukti kemudahan islam, para ulama mencetuskan kaidah dalam bidang fiqih yang dimana memberikan kemudahan bagi mereka yang menemukan beban atau kesulitan saat menjalankan perintah agama, kaidah tersebut berbunyi al Masyaqqoh taj lib al taysir. Salah satu implementasi kaidah tersebut adalah dengan dibolehkannya tayamum.

Air merupakan kebutuhan utama seuluruh makhluk hidup, tidak terkecuali manusia yang membutuhkannya untuk hidup dan beribadah. Berwudhu yang merupakan cara bersuci yang paling utama membutuhkan air yang suci dan mensucikan agar dapat dilaksanakan sesuai syariat. Tapi terkadang kita berada dalam keadaan dimana kita tidak menemukan air, atau memiliki air yang hanya cukup untuk bertahan hidup manusia atau hewan, keadaan yang sulit ini tidak diabaikan oleh agama islam, kesulitan yang dirasakan manusia saat melakukan ibadah diberikan jalan keluar dengan dibolehkannya tayamum sebagai pengganti wudhu.

Pengertian Tayamum

Secara istilah ilmu fiqih artinya adalah: mengusapkan debu yang suci ke wajah dan kedua lengan dengan niat khusus sebagai pengganti wudhu atau mandi wajib.

Dari pengertian ini kita mendapatkan beberapa poin, yaitu: media yang digunakan untuk bertayamum, tata cara tayamum, niat tayamum dan sebab dibolehkan bertayamum.

Apa Sebab Dibolehkan bertayamum?

Sebab dibolehkan bertayamum adalah tidak mampu mendapatkan air, baik itu karena tidak ada air atau disebut al faqdu al hissi ataupun tidak mampu mendapatkan air karena penyakit ataupun sebab lain sementara airnya tersebut ada atau disebut al faqdu al ma’nawi.

Sebab yang pertama, yaitu al faqdu al hissi adalah orang yang tidak menemukan air suci yang dapat digunakan untuk berwudhu atau mandi wajib. Begitu juga mereka yang memiliki air namun air tersebut hanya cukup untuk bertahan hidup manusia atau hewan.  

Sebab yang kedua, yaitu al faqdu al ma’nawi adalah mereka yang memiliki air suci untuk berwudhu, namun karena beberapa sebab ia tidak dapat menggunakan air tersebut, seperti orang yang sedang sakit dan dilarang dokter untuk menyentuh air. Selain itu, mereka yang mengetahui ada air disekitarnya namun memiliki kesulitan untuk mendapatkannya, seperti orang yang ingin mengambil air di sungai dan harus melewati gerombolan singa.

Install Takwa App

Media yang Digunakan

Sebagaimana yang disebutkan dalam definisi, media untuk bertayamum (dalam madzhab Imam Syafi’ie) hanya satu, yaitu debu yang suci. Maksud dari debu yang suci adalah debu yang tidak terkena najis dan belum pernah digunakan sebelumnya untuk bertayamum. Debu yang digunakan tidak boleh bercampur dengan pasir atau semen.

Niat Bertayamum

Karena ia adalah pengganti dari wudhu atau mandi wajib, maka saat berniat kita niatkan hal tersebut. Niat dilafazkan saat tangan menyentuh sebagian dari wajah, dengan mengucapkan:

نويت التيمم لاستباحة الصلاة بدلا من الوضوء لله تعالى

“Nawaytu al tayamuma listibahati al sholati badalan min al wudhui lillahi ta’ala”

Tata Cara Tayamum

Setelah meyakini tidak ada air atau tidak mampu mendapatkan air, seorang yang ingin bertayamum agar mencari debu yang suci. Apabila belum yakin, ia wajib untuk mencari air terlebih dahulu ke tetangganya dan apabila mengetahui ada air dalam jarak sekitar 2,5 KM ia wajib berwudhu dengan air tersebut, sementara diatas 2,5 KM tidak wajib untuk menghampiri air tersebut.

Setelah mencari dan tidak menemukan air, ia boleh untuk bertayamum dengan mencari debu yang suci terlebih dahulu. Tayamum hanya boleh dilakukan setelah masuk waktu sholat, tidak boleh sebelumnya. Setelah mendapatkan debu yang secu pertama yang dilakukan adalah mengambil debu tersebut dengan telapak tangannya lalu ditipiskan debu tersebut agar tidak mengotori wajah. Setelahnya mengusap seluruh wajah sebagaimana saat berwudhu dengan air tersebut cukup 1 kali saja. Dilanjutkan dengan mengambil debu untuk kedua kalinya lalu mengusap kedua lengannya sampai ke siku sebagaimana yang dilakukan saat berwudhu dan selesai proses tayamum.

Perlu diperhatikan bahwa tayamum menurut madzhab Syafi’ie dan Maliki tidak mengangkat hadats, atau setelah air datang seorang muslim wajib mandi wajib lagi apabila sebagai pengganti mandi wajib dan hanya dapat digunakan untuk mengerjakan satu kali sholat wajib dan banyak sholat sunnah.

_

Penulis:
Fikri Hakim,
Alumni Fakultas Ushuluddin Program Studi Tafsir, Al-Azhar – Kairo.

Editor:
Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *