Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Taliban Adalah Gerakan Jihadis Ekstrim, Berikut Sejarah Singkatnya!

Taliban Adalah Gerakan Jihadis Ekstrim, Berikut Sejarah Singkatnya!

Akhir-akhir ini gerakan Taliban yang lahir di Afghanistan mencuat ke media internasional karena berhasil kembali menguasai Afganistan setelah menggulingkan pemerintahan resmi. Banyak yang tidak menyadari bahwa Taliban adalah sebuah gerakan ekstrim bersenjata, yang menyebarkan ideologi Islam sunni garis keras, persis seperti dua saudaranya, ISIS dan Al Qaeda.

Meski tampak serupa, nyatanya Taliban adalah pergerakan jihad yang memiliki sisi lain yang membedakannya dengan ISIS dan Al Qaeda. Sebagaimana dijelaskan di awal, Taliban hanya menginginkan wilayah Afghanistan, sementara ISIS dan Al Qaeda mengusung khilafah internasional guna menegakkan syariat Islam di muka bumi. Lantas bagaimana sejarah terbentuknya Taliban?

Benarkah Taliban adalah dalang dari kekacauan di Afganistan?

Taliban secara bahasa berarti “murid-murid”, asal katanya dari bahasa Pashtun. Pashtun adalah bahasa ke dua di Afghanistan setelah bahasa Dari, bahasa ini digunakan oleh bangsa Afganistan di wilayah selatan, timur dan sebagian kecil wilayah utara. Sekitar 9 persen warga Pakistan juga dikenal menggunakan bahasa ini.

Gerakan ini lahir pada tahun 1994 dari kalangan para pelajar di Madrasah, yaitu sekolah agama untuk warga Afganistan guna melakukan perlawanan dari bangsa Uni Soviet yang datang mengekspansi pada tahun tersebut. Gerakan perlawanan ini diusung oleh seorang pemuda berumur 19 tahun yang kelak akan memimpin gerakan ini, ia dikenal dengan sebutan Mula Muhammad Umar, alis Mula Umar.

Mula adalah sebuah gelar untuk kaum agamis Afghanistan yang bekerja sebagai Imam dan Khatib di mesjid-mesjid. Sama seperti dirinya, ayahnya juga seorang Mula miskin yang kebutuhannya datang dari bantuan dari warga desa di mana ia tinggal. Mula lahir di desa Kandahar, selatan Afganistan. Bersama teman-temannya Mula Umar kemudian mulai membentuk perlawanan rakyat atas invasi Uni Soviet.

Gerakan ini pada akhirnya berhasil menguasai Afghanistan pada tahun 1996 – 2001. Sayangnya, gerakan ini melandaskan ideologinya pada pemikiran sunni garis keras. Untuk memuluskan maksudnya, tidak jarang Taliban membunuh hingga meneror warganya. Aturan syariat versi mereka pada akhirnya diterapkan di negara.

Banyak peraturan yang dinilai masyarakat internasional melanggar HAM. Seperti pelarangan wanita di atas 10 tahun untuk sekolah, wanita wajib untuk menggunakan burqa, pelarang musik, gambar dan foto. Dengan itu maka media sosial, fotografi dan bioskop tidak pernah ada di masa Taliban memimpin. Penerapan hal ini dilakukan secara ekstrim, pembunuhan, pembakaran lahan subur dlsb tidak jarang dilakukan apabila ada yang melawan.

Install Takwa App

Pada tahun 2001, menara kembar di Amerika Serikat rubuh oleh jaringan Al Qaida, dengan pimpinannya Osama bin Laden. Taliban adalah yang tertuduh menyembunyikan Osamah. Maka dari itu AS pun menyerbu Afghanistan dan Taliban. Untuk beberapa saat akhirnya warga Afghanistan sempat merasakan kebebasan dari kekangan Taliban. Kehidupan normal perlahan berjalan dengan pengawasan ketat dari Amerika Serikat dan para koalisnya di Afghanistan.

Tahun-tahun berselang, muncul berbagai gerakan serupa di berbagai negara, khususnya Timur Tengah. Pergolakan politik dunia juga mengharuskan AS melakukan sesuatu demi kepentingannya. Di saat yang sama perlahan juga Taliban mendapatkan kembali kekuatannya. Maka pada Mei, 2021 Amerika Serikat sepakat untuk menarik perlahan seluruh pasukannya dari Afghanistan.

Meskipun beberapa syarat diajukan oleh Amerika Serikat seperti; normalisasi keadaan oleh pemerintah dan Taliban, serta peniadaan praktek kekerasan namun Taliban tetap melangsungkan praktek terornya. Pemerintah yang berkuasa saat itu dengan presiden Asyraf Ghani juga nampak tidak kuasa membendung teror yang sering dilakukan oleh Taliban.

Pada akhirnya pada tanggal 15 Agustus 2021, Taliban berhasil memasuki kota Kabul dan menguasai gedung-gedung pemerintah. Asyraf Ghani pun terpaksa mengungsi keluar Afghanistan. Saat ini dunia internasional sedang mencoba bernegosiasi dengan Afghanistan agar lebih lunak pada warganya. Pasalnya, saat pertama memasuki Kabul sudah banyak warga Afghanistan mengungsi ke luar negeri karena takut akan terjadi pengalaman buruk di masa lalu.  

Baca juga: Beginilah Keadaan Manusia Kelak Pada Hari Kebangkitan

Pada akhirnya sebagai muslim sepatutnya kita juga turut berempati pada saudara muslim Afganistan. Doa-doa patut untuk terus dipanjatkan pada Allah untuk kebaikan mereka, segala bantuan dalam bentuk apapun juga amat sangat dibutuhkan oleh para pengungsi di sana. Semoga Allah SWT selalu menjaga mereka dan memberikan jalan terbaik di masa depan. Amin.

Wallahua’lam bishowab

_

 

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *