Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Sudah Siapkah Kita Menjawab Pertanyaan di Alam Kubur?

Sudah Siapkah Kita Menjawab Pertanyaan di Alam Kubur?

Alam kubur adalah sebuah fase kehidupan ke tiga setelah alam janin dan alam dunia. Di dalam janin, manusia telah “dibisikan” oleh Allah Swt untuk hidup dengan fitrahnya yaitu menjadi khalifah di muka bumi, meramaikan bumi dengan amal salih sesuai dengan ajaran nabi. Di alam dunia, manusia akan tumbuh dan berkembang dengan “ikhtiyar”, yaitu sebuah potensi yang diberikan oleh Allah Swt untuk memilih jalan yang paling tepat untuknya. Sementara fase kehidupan selanjutnya adalah kubur. Tempat di mana manusia akan diuji dengan pertanyaan di alam kubur yang akan dilimpahkan oleh para malaikat yang Allah Swt utus.

Sementara itu secara konsensus ulama telah mengimani eksistensi dari kehidupan kubur sebagaimana yang disebutkan Al Quran surat Al Muminun Ayat 100:

وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” Maksudnya, umat manusia saat wafat tidak akan dapat kembali ke dunia, karena terdapat Barzakh atau pembatas yang tetap berdiri hingga tibanya hari akhir. Pembatas ini dikataan sebagai alam kubur oleh para ahli tafsir. Selain itu menurut Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya, adanya kubur juga sebagai bentuk penghormatan bagi umat manusia agar jasadnya tetap mulia dan terjaga dari binatang buas dan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Apa saja pertanyaan di alam kubur?

وأخرج الطبرانى في الأوسط، وابن مردويه عن أبى هريرة قال: شهدنا جنازة مع رسول الله صلى الله عليه وسلم، فلما فرغ من دفنها وانصرف الناس قال:) إنه الآن يسمع خفق نعالكم، أاه منكر، ونكير، أعينهما مثل قدور النحاس، وأنيابهما مثل صياصى البقر، وأصواتهما مثل الرعد، فيجلسانه فيسألانه ما كان يعبد؟ ومن كان نبيه؟ فإن كان ممن يعبد الله قال: كنت أعبد الله، ونبيي محمد صلى الله عليه وسلم جاءنا بالبينات، فآمنا به، واتبعناه فيقال له: على اليقين حييت، وعليه مت، وعليه تبعث، ثم يفتح له باب إلى الجنة، ويوسع له في حفرته، وإن كان من أهل الشك قال: لا أدري، سمعت الناس يقولون شيئا فقلته فيقال له: على الشك حييت، وعليه مت، وعليه تبعث، ثم يفتح له باب إلى النار

“Imam Thabrani menyebutkannya di Al Awsath dan Ibnu Mardawaih dari Abu Hurairah Ra. Ia berkata: Kami menyaksikan jenazah bersama Rasulullah Saw. Setelah selesai dari pemakaman dan manusia telah pergi meninggalkan ia (Rasulullah) berkata: saat ini ia sedang mendengar suara gesekan sendal kalian, Ah, Munkar dan Nakir pandangan mereka berdua seperti tembaga, kuku mereka seperti tanduk sapi, suara mereka seperti guntur. Maka mereka mendudukannya dan menanyakan apa yang dia sembah, dan siapa nabinya. Jika dia termasuk orang yang menyembah Allah Swt, ia akan berkata “aku menyembah Allah Swt dan nabi ku Muhammad Saw yang telah mendatangkan kita penerangan, maka kami telah beriman kepadanya, dan kami ikuti dia. Maka dikatakan kepadanya: “Dengan yakin engkau hidup dan dengannya pula engkau mati, dan dengannya pula engkau kelak akan dibangkitkan.” Kemudia dibukakan kepadanya pintu surga dan dilapangkan kuburnya. Dan apabila ia termasuk orang yang ragu, ia akan berkata: “aku tak tahu, aku mendengar orang berkata sesuatu, maka aku mengatakannya. Maka dikatakan kepadanya “dengan keraguan engkau hidup dan dengannya pula engkau mati dan dengannya pula engkau akan dibangkitkan.” Kemudian dibukakan untuknya pintu neraka.”  

Dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dapat disimpulkan beberapa perkara: alam barzakh atau alam kubur adalah nyata adanya. Allah Swt telah menyiapkan berbagai skenario bagi seluruh hambanya. Perlu diketahui di sini, media kubur tidak lah menjadi sebuah keharusan bagi Allah Swt untuk menguji hambanya. Allah Swt dengan kuasanya dapat dengan mudah untuk mengumpulkan jasad yang telah menjadi abu, atau mengumpulkan jasad yang telah tercabik karena bencana alam misalnya.

Selain itu dari hadis nabi Saw juga difahami bahwa malaikat Munkar dan Nakir akan selalu hadir kepada setiap hamba guna mempertanyakan beberapa perkara esensial selama masa hidup. Pertanyaan tersebut meliputi keyakinan pada Allah Swt, dan keimanan kepada Nabi Muhammad Saw. dalam riwayat lain juga terdapat pertanyaan yang meliputi keyakinan kepada Al Quran sebagai imam dan petunjuk selama di dunia. Dan pertanyaan ini selayaknya tidak menjadi pembatas, karena mungkin saja malaikat Allah Swt untuk menanyakan perkara lain semasa kehidupan di dunia.

Terakhir, konsekuensi dari segala jawaban dari pertanyaan tadi adalah kelapangan hidup hamba di alam kubur. Apabila ia menjadi hamba yang beriman maka ia sungguh berada dalam kehidupan yang menyenangkan di dalam kubur, di mana dibukakan kepadanya pintu surga dan dilapangkan pula kuburnya. Namun apabila ia termasuk ahli maksiat yang semasa hidupnya ingkar, maka amatlah jelas masa depannya, dibukakan pintu neraka dan tentunya berbabagai siksaan akan menimpa hingga hari dibangkitkannya dari kubur.

Baca juga:Mengimani Malaikat Atid Sebagai Pencatat Amal Buruk Manusia

Maka para pembaca yang budiman, pertanyaan di alam kubur adalah satu di antara banyak hal yang akan terjadi selepas kita meninggalkan dunia ini. Perlu bagi kita sebagai umat islam untuk selalu merasa awas dalam menjalani kehidupan disertai selalu menambah ilmu agama sebagai bekal kelak di kehidupan akhirat. Serta apabila kita memiliki keturunan sangatlah penting untuk mendidik keimanan pada hal-hal metafisis ini kepada anak cucu kita, agar mereka sejak kecil sudah mengerti bahwa apa yang akan dilakukan oleh mereka selama di dunia ini akan dipertanggungjawabkan di hari akhir nanti.

Wallahua’lam bishowab

_

Penulis:
Albi Tisnadi Ramadhan,
Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

Editor:
Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *