Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Siapakah mereka Bani Quraisy, Berikut Profil Singkatnya!

Siapakah mereka Bani Quraisy, Berikut Profil Singkatnya!

Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang dan bahkan satu-satunya nabi yang Allah SWT turunkan murni dari darah bangsa Arab. Kemudian dari banyaknya suku Arab saat itu, nabi SAW lahir dari kalangan kabilah Bani Quraisy, yaitu sebuah kabilah terhormat yang tinggal di kota Mekkah. Bani Quraisy memiliki kewajiban khusus yaitu menjaga, menjamu dan memakmurkan sebuah tempat ibadah yang disucikan oleh banyak bangsa, yaitu Ka’bah.

إنَّ اللَّهَ اصطفى مِن ولدِ إبراهيمَ ، إسماعيلَ ، واصطَفى من ولدِ إسماعيلَ بَني كنانةَ ، واصطَفى من بَني كنانةَ قُرَيْشًا ، واصطفى من قُرَيْشٍ بَني هاشمٍ ، واصطَفاني من بَني هاشمٍ

“sesungguhya Allah memilih dari anak Ibrahim, Ismail, dan memilih dari anak Ismail, Bani Kinanah, dan dari bani Kinanah, Quraisy, dan memilih dari Quraisy, bani Hasyim, dan memilih dari aku di antara bani Hasyim.” (HR Tirmidzi)

Profil dan Keutamaan bani Quraisy yang disebutkan Al Quran dan Sunnah

Menurut hadits di atas bani Quraisy adalah salah satu keturunan dari Nadhar bin Kinanah, yang jika ditarik ke atas maka nasabnya sebagai berikut: Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’d bin ‘Adnan. Para ahli menyepakati bahwa Adnan adalah keturunan dari Ismail AS, namun mereka berselisih pandangan tentang berapa orang yang ada di antara ‘Adnan ke Ismail AS.

‘Adnan atau Adnaniyyun diriwayatkan oleh para ahli nasab dan sejarah merupakan kakek dari bangsa Arab. Di mana keluarga dan keturunannya menempati kawasan utara, barat dan tengah semenanjung arab. Sementara bangsa Arab yang berada di selatan semenangjung Arab (Yaman saat ini) dikenal dengan sebutan Qahtaniyyun. Terdapat perbedaan budaya dan sedikit dialektika bahasa antar keduanya.

Sementara perihal, penisbatan nama Quraisy, terdapat dua teori. Pertama ia merujuk ke Nadhar bin Kinanah, ia dinamakan Quraisy Al Akbar (Besar). Pendapat ini dikuatkan oleh Imam Rafi’i, Imam Nawawi, Imam Ahmad bin Hambal dll. Pendapat ke dua menisbatkannya ke pada Fihr bin Malik bin Mudhar bin Kinanah, yang disebut juga Quraisy Al Awsath (pertengahan).

Ibnu Khaldun menggabungkan dua pendapat di atas, ia berkata: “Quraisy dinisbatkan pada Nadhar bin Kinanah. Sementara untuk kalangan yang mengatakan bahwa ia dinisbatkan pada fihr bin Malik, hal itu dikarenakan keturunan dari Mudhar ini terkonsentrasi di Fihr bin Malik. Sementara yang bernama asli Quraisy ialah Nadhar.” 

Install Takwa App

Kenyataannya terdapat banyak faktor yang melatar belakangi lahirnya Rasulullah SAW dari bani Quraisy. Terlepas dari ketentuan nasab mulia dari bani Quraisy yang menyambung hingga nabi Ibrahim. Keutamaan ini disebutkan langsung oleh Al Quran dan beberapa Hadits nabi SAW. Al Quran menjelaskan secara eksplisit tentang “siapa” itu bani Quraisy dalam QS Al Quraisy:

لِإِيلَافِ قُرَيْش (1) إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ (2) فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ (3) الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ (4)

  1.   Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,
  2.   (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.
  3.   Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah).
  4.   Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.

Para ahli tafsir menjelaskan bahwa surat ini adalah bentuk penghargaan bagi bani Quraisy. Cuaca tidak menjadi penghalang mereka untuk bepergian baik di musim dingin dan musim panas. Secara tidak langsung ini menandakan kekuatan fisik mereka yang di atas rata-rata. Rasulullah SAW menjelaskan tentang mengapa mereka diutamakan dari pada bangsa lainnya.

النَّاسُ تَبَعٌ لِقُرَيْشٍ في هذا الشَّأْنِ؛ مُسْلِمُهُمْ تَبَعٌ لِمُسْلِمِهِمْ، وكافِرُهُمْ تَبَعٌ لِكافِرِهِمْ، والنَّاسُ مَعادِنُ، خِيارُهُمْ في الجاهِلِيَّةِ خِيارُهُمْ في الإسْلامِ إذا فقِهُوا، تَجِدُونَ مِن خَيْرِ النَّاسِ أشَدَّ النَّاسِ كَراهيةً لِهذا الشَّأْنِ حتَّى يَقَعَ فِيهِ.

“manusia seluruhnya adalah mengikuti Quraisy dalam perkara ini (Islam). Mereka yang muslim mengikuti muslimnya mereka. Dan manusia itu berbagai macam, yangs terbaik dari mereka di masa Jahiliyah, mereka lah yang terbaik di masa Islam andai mereka memahami. Kalian akan melihat dari orang-orang terbaik itu mereka yang paling membenci perkara ini, hingga mereka masuk ke dalamnya (Islam).” (HR Bukhari)

Dalam hadis ini Rasulullah SAW menjelaskan bahwa umat muslim seluruhnya adalah kepanjangan dari keislaman bani Quraisy. Karena merekalah yang pertama membenarkan risalah kenabian dan Al Quran, mereka juga yang mendukung penyebaran risalah Islam. Sebaliknya, dalam kekafiran mereka juga adalah kepanjangan dari bani Quraisy, karena mereka juga melakukan penghadangan, penentangan hingga ancaman nyawa untuk kaum muslimin.

Selain itu hadis ini juga menyatakan bahwa bani Quraisy adalah yang paling berhak atas kepemimpinan, imamah. Dan umat manusia seluruhnya wajib untuk patuh pada perintah dari pemimpin golongan ini.  Abdullah bin Saib meriwayatkan sebuah hadis yang menguatkan pendapat ini:

قدِّمُوا قريشًا ولا تَقَدَّمُوهَا، و تَعَلَّمُوا منْ قريشٍ و لا تُعَلِّمُوهَا، و لَولَا أنْ تبطرَ قريشُ لأَخْبَرْتُها ما لخِيَارِهَا عندَ اللهِ تعالى

“Utamakan Quraisy dan jangan kesampingkan ia, dan belajarlah dari mereka dan jangan ajarkan mereka, andaikan Quraisy tidak membangkang aku akan mengabarkan keistimewaan mereka di hadapan Allah SWT.”

Maksud dari hadits ini amatlah jelas. Bani Quraisy adalah kalangan mulia dengan akhlak yang terpuji. Banyak pembesar dari kaum mereka yang menjadi pembesar Arab, mereka tidak menyaring ilmu dari peradaban lain, melainkan mereka mendapatkannya langsung dari alam ini. Terlebih saat salah seorang Rasul diutus dari golongan mereka, ini menandakan bahwa kaum Quraisy memiliki keutamaan tersendiri.

Baca juga: Imam Bukhari dan Pengenalan tentang Shahih Bukhari

“Dan jangan ajari mereka” ini merupakan bahasa hiperbolis Rasulullah SAW yang menandakan bahwa mereka, kaum bani Quraisy memahami akhlak mulia, keilmuan, dan martabat yang tinggi. Hanya saja Rasulullah SAW mengabarkan kekurangan dari bani Quraisy adalah pembangkangan mereka pada Rasulullah.

Penjelasan singkat tentang bani Quraisy ini semoga dapat menambah pengetahuan kita tentang siapa Rasulullah SAW dan asal-usulnya. Fakta yang menyatakan bahwa Rasulullah adalah seorang nabi yang terlahir dari bangsa yang terhormat sedikitnya membantu beliau mendapatkan pengakuan kaumnya. Namun fakta tersebut tidak menjadikan beliau sombong dan angkuh, sebaliknya beliau justru dekat dengan kaum budak, faqir dan miskin.

Semoga shalawat dan salah terlimpah curah pada baginda nabi Muhammad SAW.

Wallahua’lam bishawab

_

 

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *