Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Siapa Saja Anak-Anak Nabi Muhammad SAW?

Siapa Saja Anak-Anak Nabi Muhammad SAW?

Mengenal kemudian mencintai nabi Muhammad SAW beserta keluarganya adalah sebuah karunia dan ibadah yang besar ganjarannya dari Allah SWT. Anak-anak nabi SAW beserta keturunannya adalah salah satu wasiat besar yang nabi tinggalkan untuk umatnya. Bukan hanya sebatas hubungan darah, para ahlul bait Rasulullah SAW dikaruniai amanah untuk menjaga akhlak dan ilmu Rasulullah SAW.

DR Ali Gomaa, mantan mufti Mesir berkata: “Kami sangat mencintai Allah, dan dengan cinta kami pada Allah, kami mencintai Rasulullah SAW yang telah melaksanakan kebaikan-kebaikan yang karenanya Allah mencintai dunia dan seisinya, dan dengan cinta kami pada Rasulullah kami mencintai ahlul baitnya yang beliau wasiat kan, dan keutamaan-keutamaan yang dimiliki mereka.”

Maksud dari perkatan DR Ali, di atas yaitu, cinta pada ahlul bait adalah tanda cinta para Rasulullah, kemudian cinta pada Rasulullah adalah tanda cinta pada Allah SWT. kemudian perlu difahami juga bahwa anak-anak nabi beserta seluruh keturunannya tidak lah terjaga dari dosa atau ma’shum. Mereka tetap dapat melakukan dosa sebagaimana manusia biasa, namun meski demikian umat muslim diimbau untuk tetap menghormati dan berbuat baik kepadanya.

قُل لَّا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَىٰ ۗ

“Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.” (QS Asy Syura, 23)

أحِبوا اللهَ لما يغْذوكم من نعَمِه ، وأحِبُّوني بحُبِّ اللهِ ، وأَحِبُّوا أهلَ بيتي بحُبِّي

“Cintailah Allah atas apa yang telah Dia karuniakan dari kenikmatan, dan cintailah aku dengan cinta pada Allah, dan cintailah Ahlu bait ku dengan cinta pada ku” (HR Tirmidzi dari Sahabat Abdullah bin Abbas)

Install Takwa App

Siapakah anak-anak nabi Muhammad SAW?

Setelah penjelasan singkat tentang pentingnya untuk mencintai nabi dan keturunannya, penulis ingin mengenalkan sekilas tentang siapa saja anak-anak nabi SAW. Anak-anak nabi SAW secara keseluruhan ada 7 orang, 3 laki-laki dan 4 perempuan. Keseluruhannya berasal dari istri Rasulullah SAW yang pertama, Siti Khadijah binti Khuwailid, kecuali seorang anak laki-laki bernama Ibrahim yang lahir dari Siti Mariyah Al Qibthiyyah.

–          Al Qasim

Al Qasim adalah anak laki-laki pertama nabi SAW yang dilahirkan sebelum turunnya wahyu. Dengan namanya nabi SAW diberikan kunyah, julukan yang menjadi adat bangsa Arab, Abul Qasim Muhammad, yang artinya Ayah dari Qasim Muhammad. Al Qasim meninggal saat kecil, dengan umur belum sampai 2 tahun.

–          Abdullah

Abdullah adalah laki-laki ke 2 Rasulullah SAW. Kebetulan nama Abdullah merupakan nama ayah Rasulullah SAW. beliau dijuluki dengan Ath Thahir dan Ath Thayyib karena lahir setelah diutusnya Rasulullah SAW menjadi nabi. Beliau wafat juga saat masih kecil di Mekkah. Karena ini adalah wafatnya anak laki-laki ke 2 Rasulullah Al ‘Ash bin Wael As Suhamy berkata:

“telah habis keturunannya. Dia telah terputus (keturunannya)” Karena itu turun lah ayat Inna syaniaaka huwal abtar (QS Al Kautsar, 3) “sesungguhnya engkau yang akan terputus  sebagai balasan atas perkataan musuh nabi SAW itu.

–          Ibrahim

Beliau dilahirkan oleh seorang budak bernama siti Mariah Al Qibthiyyah pemberian dari raja Mesir, Muqawqis. Ibrahim merupakan anak laki-laki terakhir Rasulullah SAW yang lahir pada tahun 8 H. Sama seperti kedua kakaknya, Ibrahim juga meninggal sejak masih bayi, Rasulullah SAW nampak sangat sedih karena kematiannya.

–          Zainab

 Zainab adalah anak pertama Rasulullah SAW. Beliau dilahirkan 23 tahun sebelum Hijrah nabi, atau 10 tahun sebelum turunnya wahyu. Tidak seperti saudara-saudaranya, beliau diberkahi umur hingga dapat berislam hingga berhijrah ke Madinah. Beliau dinikahkan dengan Abul ‘Ash bin Rabi’, anak dari saudara ibunya.

Saat ada seruan untuk Islam, beliau langsung menerima namun tidak dengan suaminya. Dari itu kaum Quraisy meminta kepadanya untuk untuk menceraikan namun ia enggan. pada akhirnya Zainab tetap bersama suaminya di Mekkah saat keluarganya telah hijrah ke Madinah. Dari Abul ‘Ash beliau dikaruniai 2 anak, Umamah yang kelak akan dinikahi Ali bin Abi Thalib selepas wafatnya Fathimah dan Ali, yang wafat saat masih belia.

–          Ruqayyah

Ruqayyah adalah anak perempuan nabi SAW kedua setelah Zainab. Beliau dilahirkan 20 tahun sebelum hijrah. Beliau dinikahkan dengan anak paman nabi SAW, yaitu Utbah bin Abu Lahab. Saat turunnya surat Al Masad yang berisi cacian bagi Abu Lahab, ia pun memerintahkan anaknya untuk menceraikan Ruqayyah. Saat itu Utbah belum mencampuri Ruqayyah.

Setelah diceraikan oleh Utbah, Ruqayyah dinikahkan dengan Usman bin Affan, dan ikut serta dalam dua hijrah bersamanya, ke Habasyah dan Madinah. Dari Usman, Ruqayyah dikaruniai seorang anak bernama Abdullah, namun beliau wafat di usia yang masih belia. Ruqayyah sendiri wafat di masa hidup nabi, yaitu pada tahun ke 2 hjiriah karena penyakit campak. Kematiannya bertepatan dengan kemenangan kaum muslimin dalam perang Badar.

–          Ummu Kultsum

Ummu Kultsum adalah anak perempuan ke tiga nabi SAW. Beliau dilahirkan 6 tahun sebelum hijrah. Sama seperti kakaknya, Ruqayyah, beliau dinikahkan dengan salah satu anak dari Abu Lahab yang bernama ‘Utbah. Dengan Alasan yang sama Ummu Kultsum diceraikan dan dikembalikan pada nabi Muhammad SAW.

Beliau kemudian dinikahkan dengan ‘Usman bin Affan di tahun ke 3 Hijriah bulan Rabiul Awwal. Setahun setelah wafatnya Ruqayyah. Dengan demikian Usman bin Affan telah menikahi dua putri Rasulullah, inilah sebab beliau digelari dengan Dzunurain yang artinya pemilik dua cahaya. Ummu Kultsum wafat pada tahun ke 9 H, dan tidak meninggalkan keturunan.

–          Fathimah Az Zahra

Fathimah Az Zahra adalah putri terakhir Rasulullah SAW. Beliau adalah ibu dari cucu-cucu nabi SAW yang kelak akan mewarisi keturunan Rasulullah SAW. Fathimah dilahirkan 5 tahun sebelum turunnya wahyu. Beliau dinikahkan oleh nabi pada anak pamannya sendiri Ali bin Abi Thalib. Sama seperti ibunya, Fathimah tidak pernah dimadu oleh Ali kecuali setelah wafatnya.

Fathimah mengambil peran yang amat besar dalam kehidupan Rasulullah. Beliau menjadi orang terdekat yang membantu seluruh perkara Rasulullah SAW, terlebih setelah wafatnya sang bunda Khadijah bintu Khuwailid. Beliau turut serta hijrah ke Madinah beserta saudarinya, Ruqayyah dan keluarga nabi lainnya. Di tahun ke 2 hijriah beliau dinikahkan untuk Ali bin Abi Thalib.

Fathimah wafat 6 bulan setelah wafatnya nabi Muhammad SAW. Melalui pernyataan dari Rasulullah SAW Fathimah adalah satu dari empat wanita terbaik di dunia. Mereka adalah Asiyah istri Fir’aun, Maryam bintu Imran, Khadijah Al Kubra dan Fathimah bintu Muhammad. Karena peran besarnya untuk nabi SAW, dalam mengurus, melindungi dan menyayangi, beliau SAW sampai menjulukinya dengan Ummu Abiha, ibu dari ayahnya.

Baca juga: Bilal bin Rabbah Sang Muadzin Rasulullah

Demikian tadi adalah profil singkat dari anak-anak nabi SAW. Sungguh untuk mengenal sifat dan akhlak mereka tidak lah cukup dengan artikel singkat ini. Sifat dan keutamaan yang dimiliki oleh para ahlul bait Rasulullah lebih banyak untuk dicatat oleh seluruh pena sekalipun. Kita sebagai umat hanya diperintahkan untuk mencintai dan menghormati mereka, semoga Allah SWT mengekalkan shalawat nabi Muhammad SAW dan para keturunannya. Aamin.

Wallahua’lambishawab

_

 

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *