Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Seperti Inilah Malaikat Munkar Nakir Menginterogasi Manusia

Seperti Inilah Malaikat Munkar Nakir Menginterogasi Manusia

Mati adalah keniscayaan bagi setiap makhluk. Khusus untuk manusia mati membawa konsekuensi berupa pertanggungjawaban atas apa yang dilakukan di dunia. Pertanggungjawaban ini dimulai sejak dia berada dalam alam kubur. Malaikat Munkar dan Nakir dalam ajaran islam merupakan malaikat yang menanyakan atau menguji keyakinan dari orang yang telah mati di alam barzakh.

Pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir

Menurut ajaran islam, setelah ruh meninggalkan jasad (mati), ruh akan menuju alam barzakh atau alam kubur. Ruh akan ditanya oleh Malaikat Munkar dan Nakir. Pertanyaan akan dimulai setelah proses penguburan telah selesai dan 70 langkah orang terakhir meninggalkan tempat dikuburnya mayat. Pendapat lain mengatakan 40 langkah orang terakhir meninggalkan tempat kuburnya.

Malaikat Munkar dan Nakir akan menanyakan beberapa hal berikut, “Siapa Tuhanmu?”, “Siapa Nabimu?”, “Apa agamamu?”. Jawaban bagi pertanyaan tersebut adalah Tuhanku adalah Allah, Nabinya Muhammad SAW dan Agamanya adalah Islam. Maka si mayat akan diberikan keluasan dan diterangkan kuburnya sampai hari kebangkitan. Bagi yang tidak bisa menjawabnya akan mendapatkan siksa sampai hari kebangkitan.

Dijelaskan bahwasanya yang menjawab pertanyaan tersebut bukanlah ucapan dari ego sir uh, melainkan amal perbuatannya lah yang akan menjawab pertanyaan melalui ucapan si ruh. Pendapat lain mengatakan Malaikat Munkar dan Nakir memberi pertanyaan menggunakan bahasa arab dan si ruh akan menjawab dengan sendirinya menggunakan bahasa arab pula dan pertanyaan tersebut ada 7 pertanyaan. Sedangkan ada pendapat lain yang mengatakan, jika yang mereka datangi adalah orang mukmin yang dberi taufik, maka yang akan datang adalah para malaikat yang bernama Mubasyar dan Basyir.

Kisah Hamba Yang Kafir Ketika Ajalnya Tiba

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauzi mengisahkan tentang proses seorang hamba yang kafir ketika nyawanya dicabut hingga mendapatkan pertanyaan di dalam kubur. Kisah ini diambil dari hadits Albara bin Azib. Ketika itu, Nabi Muhammad SAW mendatangi mereka yang sedang mengurus jenazah di Baqi Al-fardad. Rasulullah SAW berkata jika hamba itu menuju akhirat dan terputus dari dunia maka para malaikat turun kepadanya dengan wajah menghitam. Malaikat itu membawa kain tenun yang kasar.

Mereka duduk sejauh mata memandang, malaikat pencabutnya datang hingga duduk di dekat kepalanya. Seraya berkata, “hai jiwa yang kotor keluarlah kepada kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya”. Rahnya lantas berpencar-pencar di badannya. Malaikat itu pun mencabut rohnya sebagaimana dia mencabut besi tusuk dari kain wol yang basah.

Jika malaikat pencabut nyawa sudah mengambil rohnya, malaikat lain tidak membiarkan roh itu ada di tangan malaikat pencabut nyawa sekejap mata pun hingga mereka meletakkannya di atas kain itu. Kain itu mengeluarkan bau busuk seperti bau bangkai di bumi. Para malaikat membawanya naik, mereka tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan bertanya, apa bau yang busuk ini?. Para malaikat yang membawa rohnya menjawab “dia Fulan bin Fulan”. Sebutannya begitu buruk sebagaimana namanya di panggil di dunia. Langit itu todak terbuka ketika minta untuk dibukakan baginya.

Install Takwa App

Baca Juga: 10 Malaikat Dan Tugasnya Yang Wajib Kita Ketahui

Rasulullah SAW pun membacakan ayat yang artinya “ Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit. Dan tidak pula mereka masuk surga hingga unta masuk ke lubang jarum”. (Q.S Al-A’Raf: 40). Allah SWT berfirman “Tulislah kitabnya di dalam penjara di bumi yang bawah”. Rohnya dilemparkan dengan sekali lemparan. Nabi SAW kemudian membacakan ayat yang artinya “ Dan barang siapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka seolah-olah ia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau di terbangkan angina ke tempat yang jauh. (Q.S Al-Hajj: 31)

Rohnya lantas dikembalikan ke badan. Setelah itu, dua malaikat mendatanginya seraya bertanya, “Siapakah Rabbmu?”, dia menjawab “hah-hah aku tidak tahu”. “siapakah orag yang diutus di tengah kalian ini?” Tanya dua malaikat. “Hah-hah, aku tidak tahu” jawabnya. Lalu ada penyeru yang berseru dari arah langit, “ Hamba-Ku ini telah berdusta, maka bentangkanlah nerka baginya dan bukakanlah pintu yang menuju neraka”.

Maka didatangkanlah panas dan racun neraka dan kuburnya disempitkan hingga tulang-tulangnya terlepas. Dia didatangi seorang laki-laki yang buruk wajahnya, buruk pakaiannya, dan mengeluarkan bau busuk. Seraya berkata “ terimalah kabar yang menyedihkanmu. Inilah hari yang dijanjikan kepadamu”. Hamba itu bertanya, “Siapa Engkau?, Wajahmu adalah wajah yang datang sambil membawa keburukan”. Orang yang datang menjawab, “ aku adalah amalmu yang buruk”. Hamba Itu berkata, “Ya Rabb, Janganlah Engkau datangkan hari kiamat”.

Demikianlah Kisah tentang Malaikat Munkar dan Nakir yang begitu mengerikan. Semoga kita menjadi hamba Allah yang mendapatkan rahmat dan taufik-Nya, sehingga kita selamat dari siksaan api neraka. Aamiin

_

Penulis:
Yanuar Huda Assa’banna,
Alumni Fakultas Syari’ah di UNIDA GONTOR

Editor:
Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *