Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Sabar, Sebuah Jalan dari Kebuntuan

Sabar, Sebuah Jalan dari Kebuntuan

Seringkali ujaran sabar yang dikatakan sahabat, keluarga atau siapapun di saat musibah melanda hanya dianggap angin lalu. Padahal, jika diresapi jalan kehidupan manusia tidak luput dari ujian, cobaan, kegagalan dan berbagai hal negatif lainnya. Di satu kondisi manusia tentu tidak akan dapat selalu tegar menghadapinya, manusia memerlukan sebuah sikap jiwa yang dapat menjadi tameng untuk berlindung di belakangnya. Di saat seluruh jalan sudah tertutup terkadang manusia justru melampiaskan permasalahan ke hal negatif lainnya; minuman keras, narkoba bahkan hingga bunuh diri. Tahu kah manusia ada sebuah kunci bernama “sabar” sebagai jalan keluar dari setiap permasalahan.

Allah Swt berfirman dalam QS Al Baqarah 155:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Ayat di atas memberikan pernyataan bahwa kehidupan fana ini adalah cerminan dari sekelumit problema yang datang silih berganti. Bentuknya pun bisa bermacam-macam, terkadang ketakukan, kelaparan, keuangan hingga kehilangan nyawa. Dan Allah Swt di akhir ayat berpesan. Berikanlah kabar gembir bagi orang-orang yang bersabar.

Rasulullah Saw juga berpesan dalam sebuah hadis yan diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Tirmidzi yang artinya “bahwa Allah Swt jika mencintai sebuah kaum maka akan menuji mereka, barang siapa ridha akan ujian itu maka ia akan dapatkan ridho-Nya, barang siapa membenci ujian tersebut maka ia pun tidak akan dibenci oleh-Nya. Dalam hadis lain yang diriwayatkan Imam Anas disebutkan seorang hamba yang diuji oleh yang dicintainya (Allah Swt) maka ia akan menggantinya dengan surga.

Kabar gembira ini ditafsirkan dalam ayat lain berupa penguatan, cinta serta ketetapan dari Allah Swt sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat berikut:

Install Takwa App

QS Yusuf 90

إِنَّهُۥ مَن يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”

 

QS Al A’raf 137

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ ٱلْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ بِمَا صَبَرُوا۟ ۖ

Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka.

 QS Thaha 132

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.

Sabar menurut Imam Mutawally Sya’rowy

Secara definitif sabar adalah lafaz umum yang berbeda definisinya sesuai dengan keadaan yang sedang dijalani. Apabila sikap bertahan dari sebuah musibah ia dinamakan sabar dan lawan katanya adalah kecemasan. Dan jika di dalam sebuah medan perang, maka hal itu dinamakan keberanian, lawan katanya adalah pengecut. Sementara tekad untuk melawan jiwa yang berada dalam keadaan letih dan jemu maka itu dinamakan kelapangan dada.

Dari itu Imam Mutawally Sya’rowy yang terkanal dengan julukan Imam para dai membagi sabar menjadi dua bagian; Sabar yang mendapati di dalamnya rival, dan sabar yang tidak mendapati di dalamnya rival. Jika seseorang menderita sebuah penyakit yang membuat rasa nyeri di sekujur badan ia tidak mendapati rival di dalamnya. Berbeda hal dengan seseorang yang menanggung pukulan atau cacian dari orang lain, di sana ia mendapati rival nyata.

Imam berkata seseorang yang menderita ujian kesabaran pertama akan lebih mudah menghadapinya karena musuh nyata tidak ada di hadapannya, dan ia hanya perlu bertahan atas ujian. Sementara kesabaran jenis kedua ini memerlukan terapi tiga tahapan untuk berhasil melalui ujiannya: Pertama, Ia perlu untuk menahan diri dari amarah, وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ (dan orang-orang yang menahan amarahnya). Kemudian fase ke dua ia dihimbau untuk memaafkan orang yang berbuat salah tersebut وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ memaafkan (kesalahan) orang. Ketiga, ia tidak lagi melihat orang tersebut dengan kebencian tapi dengan pandangan ihsan وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ (dan Allah Swt menyukai orang-orang yang muhsin). QS Asy Syuro 134

Urgensi sabar dari perspektif Al Quran ini menjadi lebih nyata di saat sabar selalu disandingkan dengan berbagai amalan seperti: QS Al Ashr 3, “dan berwasiatlah dengan kebenaran, dan berwasiatlah dengan kesabaran” QS Hud 11, “kecuali oran-orang yang bersabar dan beramal saleh mereka dapatkan ampunan dan balasan mulia dari Allah Swt.” dan Allah juga menyatakan “kebersamaannya” dengan orang-orang yang sabar, yang mana menurut para ulama ini adalah tingkatan tertinggih dari seorang yang penyabar QS Al Anfal 46, “ dan bersabarlah sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”

Baca juga: Hayyun, Dia (Allah) Yang Maha Hidup dan Menghidupi

Catatan singkat ini nyatanya tidak dapat merangkum lebih dalam lagi tentang keutamaan sabar. Mudah-mudahan saja pembaca menyadari bahwa fitrah manusia yang diciptakan lemah tidak berdaya di hadapan ujian kehidupan membawanya untuk selalu mencari perlindungan pada Sang Maha Pelindung. Maka dalam konteks tersendiri sikap sabar ini seakan mendorong kita untuk kembali pada Allah Swt bermunajat dan meminta ampunan dan jalan keluar hanya ke pada-Nya, dijauhkan dari rasa putus asa dan agar diberikan kekuatan untuk menghadapi segala ujian.

Wallahua’alam bishowab

_

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *