Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Saad bin Abi Waqash Sang Panglima Qadisiyyah yang Ahli Memanah

Saad bin Abi Waqash Sang Panglima Qadisiyyah yang Ahli Memanah

Rasulullah SAW pernah berkata kepada seorang sahabatnya saat hendak melepaskan anak panahnya, “irmi fidaaka abii wa ummii.” Yang artinya, lepaskan anak panah mu, dengan seluruh jiwa ku! Perkataan itu diucapkan oleh Rasulullah SAW kepada Saad bin Abi Waqash, dalam perang Uhud tahun 13 H dan langsung tepat mengenai musuh, kemudian nabi SAW pun tersenyum.

Saad memang memiliki keahlian dalam memanah, sejarah mencatat bahwa beliau adalah yang pertama kali mengenai musuh dalam memanah. Namanya adalah Saad bin Abi Waqash Malik bin Uhaib bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab. Salah seorang 10 sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga.

Keistimewaan lainnya adalah beliau merupakan orang yang pertama masuk Islam di tangan Abu Bakar Ash Shiddiq di umur yang cukup belia, 19 tahun. Saad menyaksikan dan turut serta dalam seluruh pertempuran nabi SAW, di masa kekhalifahan Umar bin Khattab, beliau termasuk dalam 6 ahlul hallii wal ‘aqd. Sebuah peristiwa melegenda yang beliau pimpin adalah peristiwa Qadisiyyah.

Peran Saad bin Abi Waqash dalam pertempuran Qadisiyyah

Pertempuran Qadisiyyah merupakan sebuah peperangan antara kaum muslimin dengan bangsa Persia di sebuah desa bernama Qadisiyyah, (saat ini masuk dalam daerah Iraq.) Peristiwa ini terjadi pada tahun ke 14 H, dengan perkara yang mulai menyulut dari tahun ke 13 H tepat pada masa pemerintahan Amirul Mukminin, Umar bin Khattab.

Peperangan ini dilatar belakangi oleh pengkhianatan oleh bangsa Persia yang sebelumnya telah melakukan perjanjian dengan kaum muslimin. Hal itu terjadi setelah hegemoni Persia membersar setelah kemenangan besar pada pertempuran Al Jisr, yang mana telah menewaskan lebih dari 4000 tentara muslim.

Pada mulanya, Amirul Mukmin langsung yang hendak memimpin pertempuran Qadisiyyah, akan tetapi setelah bermusyawarah dengan para shahabat dan atas saran langsung dari Abdurrahman bin Auf RA, beliau akhirnya turun dari kepemimpinan pasukan dan menunjuk Saad bin Abi Waqqash untuk menjadi panglima pasukan muslim.

Kemudian Saaq bin Abi Waqqash bertolak ke Qadisiyyah dengan 30.000 pasukan. Sebelumnya Umar bin Khattab telah mengirimkan surat kepada Jarir bin Abdullah Albijly dan Al Matsna bin Hartsah Ats Tsaqafi untuk tunduk dan patuh pada pemimpin barunya. Langkah pertama yang dilakukan oleh Saad adalah menyebarkan tentaranya dan bermukim selama sebulan.

Install Takwa App

Setelah mendengar pergerakan dari kaum muslimin, raja Persia saat itu (dan terakhir) Yezdegerd 3 memerintahkan Rostom Farekhzad pemimpin pasukan secara keseluruhan. Dengan rincian sebagai berikut: Rostom dan sejumlah pasukan di barisan belakang, barisan depan membawa 40.000 pasukan dipimpin oleh Galineous, pasukan kanan oleh Hermezan, pasukan kiri oleh Mahron bin Bahran, dan inti pasukan oleh Bandran. Jumlah pasukan Persia saat itu 120.000 dengan pasukan cadangan 80.000 total pasukan 200.000 ditambah 33 ekor gajah.

Sementara itu Saad bin Abi Waqash memerintahkan sejumlah utusan untuk menyeru Rostom pada Islam, namun Rostom tampak menunda-nunda pertemuan, untuk itu Saad mengambil langkah untuk mengutus seseorang dari kaum muslimin untuk menangkap seorang dari tentara Persia untuk mengetahui kabar pasukan musuh. Pada  akhirnya negosiasi antara Persia dan kaum muslimin gagal, keduanya akhirnya bertemu di medan perang.

Saat dua pasukan siap bertempur, Saad justru terbujur di atas pembaringan karena sakit parah. Dari itu ia memerintahkan Khalid bin Urtfathoh untuk memimpin peperangan. Barisan kanan dipimpin oleh Jarir bin Abdullah Al Bijly dan pasukan kiri oleh Qais bin Maksyuh. Kemudian Saad mengimami shalat zuhur dan membacakan ayat-ayat jihad dan memotivasi seluruh tentarangnya bertakbir empat kali kemudian mulailah pertempuran.

Peperangan berlangsung selama 4 hari. Di mana hari ke empat adalah yang terberat di antaranya, kuda-kuda kaum muslim terbirit karena gajah Persia. Banyak dari shahabat besar tewas seperti, Thulaihah al Asady, Amru bin Ma’dy Karb, Qa’qa’ bin ‘Amru, Jarir bin Ubaidillah Al bijly dll.

Untunglah pertolongan Allah tiba, tepat pada hari senin bulan Muharram tahun 14 H, yang disebut dengan hari Qadisiyyah. Petang hari itu bertiup angin yang amat kencang dan mengangkat tenda-tenda kaum Persia, tersimpaklah tenda Rustam kemudian ia lari dan mencoba kabur akan tetapi tentara muslim berhasil menangkap dan membunuhnya. Di antara korban lainnya adalah Galineous, pimpinan pasukan terdepan.

Baca juga: Umar Bin Khattab, Shahabat Lambang Keadilan Islam

Dengan ini pertempuran Qadisiyyah dimenangkan oleh kaum muslimin. Korban perang yang jatuh dari bangsa Persia mencapai 10.000 orang sementara yang terbunuh dari kaum muslimin sejumlah 2.500. Pada akhirnya tentara sisa dari bangsa Persia mundur dan terpencar kemana-mana, sementara itu kaum muslimin terus mencari dan menebar pasukannya hingga seluruh kawasan Persia berhasil diduduki oleh Islam.

Wallahua’lam bishowab

_

 

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *