Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Munculnya Fitnah adalah Tanda Kecil dari Kiamat, Hindari lah!

Munculnya Fitnah adalah Tanda Kecil dari Kiamat, Hindari lah!

Dalam kosakata bahasa Indonesia kata fitnah adalah perkataan bohong yang dimaksud untuk menjelekkan orang lain. Namun pengertian ini kiranya berbeda dengan asal bahasa dari fitnah itu sendiri, yaitu bahasa Arab. Fitnah berasal dari kata bahasa Arab yang berarti perbuatan yang menimbulkan kekacauan, seperti mengusir orang lain dari kampung halamannya, merampas harta, menyakiti orang lain, menghalangi dari jalan Allah, atau melakukan kemusyrikan.

Secara tata bahasa Arab, kata fitnah (فتنة)   sebagaimana yang dituliskan oleh Al Azhary dalam Tahdzib Lughah-nya adalah kumpulan makna dari ujian atau tes. Dahulu, orang arab menggunakan kata (فتنة)  untuk mendeskripsikan proses ekstraksi emas atau perak dari kandungan unsur lainnya, yang dengannya dapat ditemukan emas atau perak yang baik.

Masa berganti waktu hingga kata fitnah menjadi sebuah kata umum dalam istilah Islam yang mendeskripsikan segala hal yang tidak diharapkan oleh manusia. Bahkan di Indonesia sendiri kata fitnah digunakan dalam pemaknaan yang lebih sempit seperti yang dijelaskan di awal. Pergeseran makna dalam pengalih-bahasaan sebenarnya tidak menjadi persoalan, namun alangkah baiknya, kita memahami esensi dari fitnah dalam bahasa aslinya atau lebih spesifiknya dalam kaca mata Islam.

Zaman fitnah adalah masa akhir zaman?

Kata fitnah dalam banyak literatur keislaman banyak menandakan hal keburukan yang tidak diharapkan oleh manusia. Di dalam Al Quran ada beberapa topik yang membahas tentang fitnah dengan berbagai maknanya:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ

“apakah manusia mengira bahwa mereka akan ditinggalkan mengatakan, ‘kami telah beriman’ sementara mereka tidak diuji.” QS Al Ankabut, 2. Ayat ini menjelaskan makna ujian.

ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا فُتِنُوا ثُمَّ جَاهَدُوا وَصَبَرُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Install Takwa App

“kemudian sesungguhnya tuhan mu kepada orang yang berhijrah setelah mereka diazab kemudian ber-mujahadah, dan bersabar sesungguhnya tuhan mu setelahnya maha Pengampun lagi maha Penyayang.” QS An Nahl,110. Ayat ini menjelaskan makna fitnah berarti azab.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لا تَكُونَ فِتْنَةٌ

“dan perangilah mereka hingga tiada terjadi fitnah.” QS Al Baqarah 193, dalam ayat ini para mufassir berpendapat makna fitnah di sini berarti kesyirikan, atau penyekutuan Allah SWT.

Sementara hadis Rasulullah SAW menjelaskan banyak hal lebih detail tentang fitnah. Beberapanya bahkan mengandung unsur futuristik yang membahas hal yang akan terjadi di kemudian hari. Salah satu pembahasannya bahwa fitnah adalah tanda-tanda akan terjadinya kiamat.

 أخرج البخاري عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

“لا تقوم الساعة حتى يُقْبَضَ العلمُ، وتكثُر الزلازلُ، ويتقارب الزمان، وتظهر الفتن، ويكثر الهرج: القتل القتل؛ حتى يكثر فيكم المال فيفيض”.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Huraira RA ia berkata: Rasulullah SAW telah berkata: kiamat tidak akan terjadi hingga ilmu akan diambil, dan akan banyak goncangan, dan waktu akan terasa berdekatan, munculnya fitnah-fitnah, dan banyaknya ketakutan yaitu pembunuhan-pembuhan, hingga kalian memiliki banyak harta berlimpah (karena hal tersebut).

وعند البخاري ومسلم من حديث أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:

“بادروا بالأعمال فتناً كقطع الليل المظلم، يصبح الرجل مؤمناً ويُمْسي كافراً، أو يُمْسِي مؤمناً ويُصبِح كافراً، يبيع دينه بعرضٍ من الدنيا”.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah RA. bahwa nabi SAW berkata: bersegeralah beramal, karena akan ada banyak fitnah yang bagaikan malam gelap gulita. Seseorang mukmin di pagi hari, akan menjadi kafir di malam hari dan sebaliknya. Dan seoarang yang menjual agamanya demi kesenangan dunia”

Selain tafsiran tentang tanda-tanda kecil akan terjadinya kiamat, Rasulullah juga dalam riwayat lain menjelaskan sumber dari fitnah tersebut.

وفي رواية البخاري: “اللهم بارك لنا في يَمننا، قالوا: يا رسول الله، وفي نجدنا، قال: اللهم بارك لنا في شامنا، اللهم بارك في يَمننا، قالوا: يا رسول الله وفي نجدنا، قال: فأظنه قال في الثالثة: هناك الزلازل والفتن، وبها يطلع قرن الشيطان”

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, “Ya Allah berkahilah bagi kami Yaman, dan mereka berkata, ‘dan untuk Najd kita?’ Rasul berkata Ya Allah berkahilah bagi kami Syam,’ mereka kembali berkata ‘dan di Najd kami?’ kemudian pada kali ke tiga Rasul berkata, ‘di sana akan terjadi banyak fitnah, dan munculnya tanduk setan”

Kota Najd terletak di sebelah timur kota Madinah. Dan memang dari sana akan terjadi banyak fitnah, salah satunya adalah gerakan pemurtadan di masa Abu Bakr Ash Shiddiq, khalifah pertama umat Islam. Dalam hadis lain bahkan disebut juga bahwa Iraq adalah kota sumber fitnah. Dan benar saja, dari sana banyak pergerakan negatif yang menjadi ujian bagi kaum muslimin dari sana. Di antara ujian tersebut adalah munculnya kaum Khawarif, kaum Mu’tazilah dan pemikiran menyimpang lainnya.

Baca juga: Bagaimana Sombong dapat Menghancurkan Seseorang?

Konklusi dari catatan singkat ini adalah pernyataan bahwa kata fitnah mengalami pergeseran makna seiring dengan perkembangan masa. Sementara pengertian fitnah dalam kamus keislaman sendiri jarang difahami dengan baik oleh kaum muslim. Oleh karena itu, kaum muslimin perlu kiranya untuk berhati-hati dan mawas diri akan terjadinya fitnah yang telah diprediksi oleh Rasulullah SAW.

Wallahua’lam bishowab.

_

 

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *