Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Menyoal Perspektif Tujuan Olahraga dalam Islam

Menyoal Perspektif Tujuan Olahraga dalam Islam

Tidak dipungkiri lagi Islam menganjurkan dan menyeru ke pada segenap umat Muslim untuk menjaga kekuatan fisiknya. Bagaimana tidak, jika seluruh tugas ibadah dari mencari nafkah, berpuasa, shalat, berhaji dan bahkan berzikir mengharuskan umat muslim memiliki badan yang sehat. Dari itu perintah untuk olahraga dalam Islam menjadi sebuah hal yang tidak dapat terpisahkan dalam ajarannya.

Ajaran untuk melakukan olahraga dalam Islam dapat ditemukan dari Al Quran dan Hadis nabi SAW. Bahkan jika lebih jauh meneliti, banyak dari ulama tersohor juga memiliki keterampilan dalam berolahraga. Salah satunya adalah Imam Syafii, beliau handal dalam memanah, hingga dikatakan dari 10 sasaran beliau akan mengenai 9 dari padanya. Salah satu himbauan dalam Al Quran untuk memperkuat fisik adalah:

وَأَعِدُّوا۟ لَهُم مَّا ٱسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ ٱلْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ ٱللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS Al Anfal 60)

Selain itu Rasululullah SAW juga bersabda dari periwayatan Imam Ahmad RA:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلاَ تَعْجَزْ فَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا . وَلَكِنْ قُلْ قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Dari Abu Hurairah RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari mukmin yang lemah. Dan dalam setiap kebaikan berusahalah atas apa yang bermanfaat untuk mu dan mintalah bantuan Allah dan jangan lah melemah. Dan apabila engkau tertimpa musibah jangalah enkau berkata, ‘andai aku berbuat ini atau ini’ akan tetapi katakanlah Allah telah mentakdirkan apa yang ia kehendaki, karena ‘andai saja’ akan membuka perbuatan setan.”

Install Takwa App

Maksud dan tujuan olahraga dalam Islam

Mungkin yang sedikit membedakan praktek olahraga dalam Islam dengan sudut pandang lainnya adalah tujuan. Islam menyeru seluruh umat Islam agar memperkuat fisiknya -dalam hal ini salah satu wasilahnya adalah dengan berolahraga- yaitu demi untuk beribadah ke pada Allah SWT dan berjuang di jalan-Nya. Jadi dalam hal ini olahraga terbilang hanya sebagai wasilah dan bukan lah tujuan.

Maka hendaknya seorang olahragawan muslim perlu untuk kembali bermuhasabah tentang maksud dan tujuan dari apa yang dilakukannya. Andaikan mereka berniat dari olahraga ini dapat bermanfaat bagi Islam dan negaranya, serta dapat dengan secara langsung atau tidak mendakwahkan Islam maka ia dapat melanjutkan apa yang dilakukannya. Sebaliknya, jika tidak hendaknya ia perlu untuk kembali mempertanyakan perihal niat itu.

Sementara untuk seorang muslim yang awam, perintah untuk berolahraga jelas menjadi hal utama demi berlangsungnya kehidupan yang maksimal. Tanpa kesehatan yang baik ibadah-ibadah seperti sholat, puasa dan haji tidak akan maksimal dilakukan. Sebagaimana dijelaskan pada hadis di atas bahwa Allah menyenangi hamba-hambanya yang kuat. Walaupun sebenarnya syariat Islam juga tetap memberikan keringanan bagi yang tidak dapat melakukan ibadah dengan sempurna.

Bahkan dalam keadaan terhimpit seorang muslim perlu untuk mempertahankan diri, keluarga dan hartanya, tanpa kesiapan fisik yang mumpuni maka ia akan mudah dikalahkan. Rasulullah SAW menyatakan dari hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Said bin Zaid:

– مَنْ قُتِلَ دُونَ مالِهِ فهوَ شَهيدٌ . ومَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فهوَ شَهيدٌ . ومَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فهوَ شَهيدٌ ، ومَنْ قُتِلَ دُونَ أهلِهِ فهوَ شَهيدٌ

“Barang siapa terbunuh karena (mempertahankan) hartanya maka ia syahid dan barang siapa terbunuh karena (mempertahankan) agamanya maka ia syahid, dan barang siapa terbunuh karena (mempertahankan) keluarganya maka ia syahid. (HR Tirmidzi)  

Baca juga: Harta Haram Yang Dianggap Biasa

Himbauan untuk berolahraga ini tidak terlepas dari syarat dan ketentuan pastinya. Para ulama menyatakan secara umum bahwa olahraga merupakan hal yang diperbolehkan dalam Islam selama tidak menyalahi syariat. Hal-hal mendasar seperti tersingakapnya aurat, dan penyatuan antar wanita-lelaki dalam satu tempat tanpa pengawasan adalah hal yang tidak diperkenankan.

Termasuk banyak dari kalangan muslim karena olahraga sehingga melalaikan ibadah seperti shalat dan puasa tidak juga dibenarkan. Hingga terdapat juga olahraga yang dapat mengancam nyawa juga dilarang. Maka olahraga dalam sudut pandang Islam tetaplah suatu hal yang perlu untuk dipatuhi batasan-batasannya, hal ini karena demi untuk menjaga nilai ibadah yang terdapat dalam niat seorang muslim di dalamnya.

Wallahua’lam bishowab

_

 

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *