Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Menjaga Pandangan, Ajaran yang Meninggikan Martabat Manusia

Menjaga Pandangan, Ajaran yang Meninggikan Martabat Manusia

Mata adalah salah satu anggota tubuh yang telah Allah SWT titipkan pada manusia, dengan mata segala hal fisis dapat dilihat oleh manusia. Nikmat ini umum diberikan bagi seluruh manusia, kecuali bagi mereka yang memang ditakdirkan oleh Allah tidak memilikinya. Akan tetapi Islam mengajarkan bahwa terdapat hal yang boleh dan tidak boleh untuk dilihat, maka disyariatkan lah ghaddul bashar yaitu menjaga pandangan bagi umatnya.

DR Ali Gumah, mantan mufti republik Arab Mesir mengatakan perintah ghaddul bashar adalah perintah satu untuk laki-laki dan perempuan, dan ia memiliki banyak ruang lingkup tidak hanya aurat, ia mencakup seluruh interaksi antar manusia yang bersifat privasi. Menurut beliau, dengan menjaga pandangan maka seseorang itu telah menjaga adab Islam dan menghargai privasi seseorang.

Landasan dalil menjaga pandangan dan hikmahnya

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُون30  وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

Ayat di atas merupakan untaian ayat dari QS An Nur no 30 dan sepotong kecil dari ayat 31. Imam Sya’rowy, seorang ulama kharismatik asal Mesir mengatakan inti dari ayat ini adalah keinginan Allah SWT untuk menjaga hamba-Nya. Hal itu karena pandangan akan membawa  risalah untuk hati, dan hati akan membawa risalah untuk badan, dari itu maka Allah menginkan menjaga hati manusia dengan menjaga pandangannya.

Beliau melanjutkan penjelasan lebih detail dengan mengambil dasar bahasa dari kata ghad. Al Ghad secara bahasa berarti mengurangi. Sebagaimana tugas mata adalah mendeteksi segala yang mungkin untuk dilihat, maka dengan ayat ini Allah SWT memerintahkan bahwa dari keseluruhan itu ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilihat. Di sini manusia dihimbau agar “mengurangi” kebebasan pandangannya.

Selanjutnya para ulama lain menambahkan hal yang dilarang meliputi tiga perkara, pertama aurat, kedua hal yang berkaitan dengan wanita (dari sudut pandang laki-laki) begitupun sebaliknya, ketiga adalah pelarangan untuk memandang perkara privasi orang lain. Untuk poin pertama jelas, Islam telah menjabarkan tentang batasan aurat bagi laki-laki dan perempuan serta hubungan mereka dengan mahram. Penjelasan aurat secara mendetail akan dibahas pada kesempatan lain.

Install Takwa App

Poin ke dua, pandangan yang menjurus pada bangkitnya hasrat seksual manusia. Allah SWT menjelaskan bahwa hal tersebut dilarang karena akan menimbulkan hal negatif jika dibiarkan. Sementara permisalan poin seperti melihat catatan teman tanpa izin, melihat layar handphone tanpa izin dlsb. Pelarangan pada poin ini menyatakan bahwa Islam amat menghargai privasi umatnya.

Selanjutnya kerap muncul pertanyaan, bagaimana jika kita tidak mampu untuk menghindari pandangan buruk yang kerap muncul secara tiba-tiba? Di sini Rasul SAW pernah hal mengajarkan hal serupa pada Imam Ali Karramahullah wajhah, “Wahai Ali, jangan engkau melanjutkan pandangan pertama dengan pandangan ke dua. Bagi mu pandangan pertama, pandangan ke dua (akan diganjar) di akhirat.” Dalam riwayat lain disebutkan, “bagi mu yang pertama, yang kedua engkau kan diganjar.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dari sini jelas sudah bahwa tujuan dari syariat dari menjaga pandangan adalah demi untuk membangun masyarakat yang bersih dari bentuk syahwat yang menyeleweng, menjadikan lingkungan kondusif dan aman. Bahkan untuk itu Rasulullah SAW melarang umatnya untuk ‘sekedar’ duduk-duduk di jalanan tanpa ada keperluan yang mungkin saja akan mengganggu kondisifitas lingkungan.

إياكم والجلوسَ بالطرقاتِ . قالوا: يا رسولَ اللهِ ، ما بُدٌّ لنا من مجالسِنا نتحدثُ فيها، فقال رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إن أبيتم فأعطوا الطريقَ حقَّه . قالوا: وما حقُّ الطريقِ يا رسولَ اللهِ؟ قال: غضُّ البصرِ، وكفُّ الأذى, وردُّ السلامِ ، والأمرُ بالمعروفِ ، والنهي عن المنكرِ.

“Jangan lah kalian duduk-duduk di jalanan. Mereka berkata “wahai Rasulullah, kami hanyalah berbincang-bincang dalam tempat kami.” Rasul SAW berkata, “jika kalian enggan, maka berilah hak bagi para pejalan kaki.” Mereka berkata, “Apa hak pejalan kaki, wahai Rasulullah.” Beliau SAW berkata, “menjaga pandangan, menghindarkan celaka, menjawab salam, menghimbau pada kebaikan dan melarang pada kemungkaran.”

Baca juga: Mutiara Hadits Cinta dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Untuk membantu seorang muslim agar dapat menjaga pandangannya, berikut ada beberapa tips yang dapat digunakan:

–          Lakukan lah hal yang berguna bagi diri ataupun sesama. Karena prinsip seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna baginya;

–          Memperbanyak puasa demi untuk menjaga hawa nafsu agar tidak selalu berkobar;

–          Membersamai orang-orang shaleh yang selalu mengingatkan agar tetap berada dalam jalur ketakwaan;

–          Merasakan kehadiran Allah yang selalu membersamainya, melihat tingkah lakuknya, mendenger suaranya, dan menilai baik buruk prilakunya;

–          Meyakini bahwa semua prilaku akan dicatat dan dibalas di hari akhir;

Wallahua’lam bishowab

_

 

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *