Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Mengapa Seorang Muslim Perlu Mengimani Hari Akhir?

Mengapa Seorang Muslim Perlu Mengimani Hari Akhir?

Mengimani hari akhir merupakan rukun Islam ke enam, sebagaimana yang Rasulullah SAW jelaskan dalam hadis jibril. Para ulama menggolongkannya ke dalam unsur penting mendasar untuk diketahui seorang muslim (ma’luum minad diin bidhoruurah). Tidak selesai sampai di sana, konsekuensi dari tidak mengetahui bahkan mengingkarinya bisa berdampak pada hukum pengkafiran.

Perkara pengingkaran ma’luum minad diin bidhoruurah atau perkara agama yang lazim difahami oleh seluruh muslim ini baru dapat berdampak pengkafiran apabila muslim tersebut memang memahami hukum asal dari perkara tersebut. Maka seorang yang memang tidak memahaminya secara asal kewajibannya adalah belajar dan diajari. Hal ini yang disebutkan oleh mantan mufti Mesir, DR Ali Jum’ah.

Iman terhadap hari akhir adalah satu dari banyak perkara mendasar tadi. Maka wajib bagi seorang muslim untuk mempelajari dan mengetahui tentang apa yang dimaksud dari hari akhir, sekaligus perkara apa yang akan terjadi di dalamnya agar selamat saat menjalaninya. 

Mengimani hari akhir dan peristiwa yang terjadi di dalamnya

Hari akhir adalah sebuah istilah yang digunakan dalam diskursus aqidah untuk kejadian-kejadian yang akan terjadi saat dunia berakhir (kiamat) dan peristiwa lainnya selepas kejadian tersebut. Al Quran dan Hadis dan para ulama banyak menjelaskan perkara hari akhir mulai dari kapan waktu terjadinya hingga peristiwa apa saja yang akan terjadi di dalamnya. 

Dalam kitab-kitab aqidah, peristiwa-peristiwa itu masuk dengan perkara sam’iyyat. Yaitu kajadian-kejadian yang hanya dapat diakses informasinya melalui wahyu (Al Quran dan Hadis). Di antara peristiwa tersebut adalah peristiwa kiamat, penimbangan amal (mizan), penghitungan amal (hisab) kebangkitan (Al ba’ts), telaga rasulullah (Haudh), jembatan antara dunia dan akhirat (Shirat), surga, neraka dll.

Tentang waktu kapan hari akhir akan tiba, Al Quran menjelaskan dalam QS Al Araf 187:

 يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْـَٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِىٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ ٱللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ 

Install Takwa App

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Imam At Thobari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa terdapat kaum yang mempertanyakan kapan terjadinya hari akhir, kemudian Allah SWT menjelaskan kepada nabi Muhammad SAW agar menjawab bahwa dia tidak mengetahuinya, dan yang mengetahuinya hanyalah Allah SWT. Untuk itu, dalam hadis Jibril, Rasulullah SAW hanya menjelaskan beberapa tanda akan terjadinya hari tersebut. 

berikut adalah potongan dari hadis Jibril yang dimaksud:

قال: فأخبرني عن الساعة، قال: ما المسؤول بأعلم من السائل، قال: فأخبرني عن أماراتها، قال: أن تلد الأمة ربتها، وأن ترى الحفاة العراة العالة رعاء الشاء، يتطاولون في البنيان.

“Dia Jibril berkata, ‘kapan terjadi kiamat?’ Rasul menjawab, ‘yang ditanya tidak lah lebih mengetahui dari yang menanya’. Jibril membalas, ‘maka kabarkanlah apa tanda-tandanya,’ rasul berkata, ‘budak yang akan melahirkan majikannya, dan engkau melihat orang telanjang kaki dan dada, miskin, dan penggembala domba saling berlomba-lomba meninggikan bangunan.”

Baca juga: Kisah Malaikat Ridwan Mengantar Orang Sholeh Ke Neraka

Nampaknya pembahasan akan memanjang untuk hanya sekedar memahami apa tanda-tanda dan kapan terjadinya hari akhir. Namun dalam kesempatan terbatas ini penulis hendak menyampaikan bahwa mengimani hari akhir adalah sebuah hal yang tidak dapat diabaikan karena alasan yang sudah dijelaskan di atas. Hari tersebut adalah puncak dari segala amalan seorang hamba selama di dunia.

Hari tersebut akan menjadi saksi bahwa semua akan kembali pada asal penciptanya, membawa bekal amalan selama di dunia. Keadilan akan ditegakkan setinggi-tingginya. Tiada dusta apalagi pengingkaran atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. Rahmat Allah SWT adalah satu-satunya harapan manusia saat itu. Semoga kita dapat selamat di hari itu, amin ya Rabbal’alamin.

Wallahua’lam bishawab

_

 

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *