Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Mengapa Perlu Mengajarkan Anak Cinta Nabi Sejak Dini?

Mengapa Perlu Mengajarkan Anak Cinta Nabi Sejak Dini?

Anak adalah salah satu amanah paling besar yang Allah titipkan pada orang tua. Mereka diharuskan untuk memberikan segala hal terbaik demi tumbuh kembang baik anak. Salah satu hal utama yang perlu diajarkan kepada anak sedari dini adalah cinta nabi. Cinta nabi adalah wasiat Al Quran bagi seluruh umat Islam, sekaligus perantara bagi seorang muslim untuk sampai pada keridhaan tuhannya.

Untuk berkembang, manusia biasanya harus memiliki stimulan yang memotivasi menuju arah yang lebih baik. Di dalam Islam sebaik-baik stimulan itu ialah Nabi Muhammad SAW, utusan Allah SWT untuk seluruh umat manusia. Beliau adalah teladan terbaik dari seluruh sisi. Al Quran sendiri yang menjamin bahwa mencintai nabi Muhammad SAW adalah kunci segala kebahagian.

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya (hukuman).” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (QS At Taubah, 24)

Ayat di atas menjelaskan berbagai kenikmatan duniawi mulai dari keluarga, perdagangan (harta) hingga tempat tinggal, tidak lah setara dengan cinta ke pada Allah SWT dan nabi SAW. Dan bahwa berpaling ke pada itu semua dengan meninggalkan cinta pada Allah dan Rasul-Nya hanya menunggu hukuman dari Allah SWT.

Cinta nabi dan pendidikan anak

Kita perlu mempertanyakan mengapa cinta nabi perlu dimulai sejak dini. Bukan kah banyak hal esensial lebih perlu dikenalkan pada anak? Bukan kah terlalu awal mereka dikenalkan dengan sosok baginda nabi SAW? dan bukan kah, saat dewasa mereka akan dengan sendiri mengenal nabinya? Mungkin itu adalah beberapa pertanyaan yang dilontarkan para orang tua.

Padahal anak-anak, sebagaimana Rasulullah nyatakan dalam hadis dari Abu Hurairah RA, terlahir dalam keadaan fitrah. Ibu dan bapaknya yang menjadikannya yahudi, majusi atau yang lainnya. Dengan kata lain orang tua bertanggung jawab penuh akan arah kehidupan anak-anak, termasuk siapa yang akan menjadi panutannya di dunia ini. Dan Rasulullah SAW adalah sebaik-baik panutan. 

Install Takwa App

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“telah ada dalam diri Rasulullah SAW teladan yang baik bagi yang mengharapkan Allah SWT dan hari akhir, dan bagi yang banyak mengingat Allah.” (QS Al Ahzab 21)

Ayat di atas menyatakan bahwa dalam diri Rasul terdapat teladan. Maka untuk mendidik cinta nabi sedari dini kepada anak, orang tua perlu untuk menjadi teladan yang baik. Syekh Hisyam Kamil, seorang ulama Mesir dalam sebuah peringatan Maulid Nabi SAW mengatakan tanda-tanda cinta nabi tertuang dalam 2 perkara: memperbanyak shalawat dan melaksanakan sunnah

Jadi orang tua terlebih dahulu harus mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW dalam keseharian, serta membiasakan bersholawat dalam setiap keadaan. Dengan begitu anak yang notabenenya meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya, baik sadar maupun tidak akan dengan sendirinya mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

Langkah selanjutnya demi untuk menunjang rasa cinta ke pada nabi Muhammad SAW adalah dengan mengisahkan sejarah mulia baginda nabi Muhammad SAW. Saat ini telah tersebar banyak media untuk mengajarkan sirah nabi Muhammad SAW, baik berbentuk video, buku ataupun cerita bergambar. Hal ini perlu dilakukan secara berterusan, demi untuk membekaskan pengaruh akhlak baginda nabi SAW dalam diri anak.

Baca juga: Bagaimana Seorang Muslim Melihat Peraturan Pemerintah?

Langkah terakhir usaha orang tua untuk mengenalkan nabi Muhammad SAW dan kecintaan terhadapnya adalah mengarahkan anak pada pendidikan berjenjang yang mengacu pada kecintaan pada sosok baginda Rasulullah SAW dan akhlaknya. Tentu orang tua tidak akan selamanya bersama anak, semakin dewasa anak perlu untuk diarahkan pada metode dan pendidikan yang lebih baik untuk mengenal sang nabi.

Hal ini bisa dimulai dengan memasukan anak ke pondok pesantren. Di pondok pesantren, anak tidak hanya diajarkan materi-materi diktat dari buku tentang nabi SAW, mereka juga akan turut merasakan hidup ala Rasulullah. Ajaran-ajaran tentang sunnah Rasulullah tidak hanya bersisa dalam buku catatan, namun juga dipraktekkan dan dicontohkan oleh para ustadz dan kyai.

Wallahua’lam bishowab

_

 

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *