Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Mempersiapkan Pertanyaan Munkar dan Nakir di Alam Kubur

Mempersiapkan Pertanyaan Munkar dan Nakir di Alam Kubur

Seorang manusia melewati beberapa fase dalam kehidupannya, dimulai dari bukan apa-apa, lalu menjadi sebongkah daging kecil hingga keluar menjadi menusia yang sempurna, sebaik-baik ciptaan Allah. Di fase ini lah manusia diberikan kesempatan untuk mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya karena ia akan Kembali ke alam sebelum ia menjadi manusia seperti sekarang. Sebelum Kembali kea lam tersebut, manusia akan menunggu beberapa waktu di kuburnya, atau dikenal dengan alam barzakh. Di kuburnya manusia akan bertemu 2 Malaikat, Munkar Nakir namanya, mereka akan bertanya kepada manusia dan menguji seberapa sukses manusia mengumpulkan bekal di dunia.

Definisi Munkar Nakir

Munkar dan Nakir adalah Malaikat yang bertugas untuk menanyakan manusia di alam kuburnya. Dinamakan demikian karena asal nama keduanya dari kata ((نكر yang artinya berbeda, Allah menciptakan 2 Malaikat ini dengan bentuk yang sangat berbeda dan tidak dikenali baik oleh manusia maupun hewan. Allah menciptakan keduanya untuk menjadi pengingat bagi orang mu’min agar beriman kepada Allah dan ancaman bagi orang kafir, bahkan dikatakan oleh Syekh Nawawi Al Bantani dalam kitab Nur Al Dzholam bahwa apabila seorang kafir melihat Malaikat Munkar dan Nakir, niscaya sudah cukup itu menjadi adzab yang amat menakutkan baginya:

ولو لم يلق الكافر من العذاب إلا الرؤية لصورتهما لكفاه.

“Dan sekiranya seorang Kafir tidak mendapatkan adzab kecuali melihat bentuk dari Munkar dan Nakir, niscaya itu telah cukup baginya sebagai adzab”.

Baca juga: Kisah Nabi Isa dalam Naungan Ayat Tauhid

Pertanyaan Kubur

Sering kita mendengar tentang pertanyaan di alam kubur, namun pertanyaan apa yang sebenarnya ditanyakan kepada seorang manusia di dalam kuburnya?

Dikarenakan pertanyaan kubur merupakan bagian dari sam’iyyat, maka tidak bisa seorang menerka-nerka tanpa adanya dalil berupa Al Quran atau pun hadits, walaupun begitu, kita tidak mengingkari perkataan beberapa sahabat nabi tentang hal ini, karena perkataan mereka apabila bukan bersumber dari Bani Israil dan pernyataannya berupa hal yang tidak bisa diijtihadkan maka derajatnya sama dengan perkataan Rasulullah SAW.

Ibnu Abbas RA mengatakan bahwa yang akan menjadi pertanyaan adalah dua kalimat syahadat, karena 2 kalimat syahadat ini yang membedakan seorang yang beriman dan tidak. Sementara Ikrimah mengatakan bahwa pertanyaan tentang Iman kepada Nabi Muhammad dan tentang tauhid, dengan ini tidak ada pertentangan antara keduanya bahwa yang ditanyakan 2 Malaikat ini berupa pertanyaan tentang keimanan seorang manusia. 2 pernyataan dari Sahabat nabi ini juga tidak bertentangan dengan apa yang kita ketahui, bahwa seorang manusia akan ditanya di alam kubur tentang siapa Tuhannya, siapa Nabinya, apa agamanya dan pertanyaan lain yang menyangkut keimanannya.

Pertanyaan tersebut akan ditanyakan Malaikat Munkar dan Nakir kepada manusia dalam kuburnya, namun ulama berbeda pendapat, apakah yang ditanya adalah tubuh, ruh atau keduanya? Jumhur ulama Ahlussunnah wal Jama’ah mengatakan bahwa setelah selesai pemakaman dan peziarah telah pulang, Allah akan mengembalikan ruh ke badannya lalu mengirim Munkar dan Nakir untuk menanyakan perihal keimanannya. Mereka berpendapat bahwa pertanyaan tidak mungkin ditanyakan kepada ruh tanpa jasad, karena adzab kubur adalah adzab yang nyata dan tidak mungkin jasad ditanya tanpa ruh, karena tidak ada gunanya menanyakan jasad yang tak ada ruhnya.

Mereka yang Aman dari Pertanyaan Kubur

Tidak ada makhluk Allah dari Manusia dan Jin yang aman dari pertanyaan kubur, baik itu yang meninggal lalu dikuburkan seperti manusia normal pada umumnya, maupun yang mati dengan keadaan jasadnya hancur, baik itu karena kebakaran, dimakan hewan buas dan lainnya. Namun, Allah memilih makhluk-makhluk pilihannya yang tidak akan diberikan pertanyaan kubur dan tidak merasakan sedikit pun siksaan dalam kubur, mereka adalah para Nabi dan Rasul, shiddiqun, para syahid dan mereka yang selalu membaca surah Al Mulk setiap malam, begitu juga surah As Sajdah dan mereka yang membaca surah Al Ikhlas sebelum dicabut nyawanya.

Pertanyaan kubur adalah suatu hal yang pasti dan akan mendatangi setiap manusia, Malaikat Munkar Nakir telah siap untuk menanyakan pertanyaan tersebut kapan pun dan dimana pun manusia meninggal, namun yang jadi pertanyaan, siap kah kita menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut? Menyiapkan diri untuk menjawab pertanyaan kubur bukan dengan membaca buku sebagaimana mempersiapkan ujian masuk perkuliahan, mempersiapkan pertanyaan kubur dengan beriman sebaik-baiknya kepada Allah dan menaati perintah-perintahNya lewat Rasulullah. Wallahu a’lam bisshowab

_

Penulis:
Fikri Hakim,
Alumni Fakultas Ushuluddin Program Studi Tafsir, Al-Azhar – Kairo.

Editor:
Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *