Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Malaikat Pun Dibuat Malu Dihadapan Utsman Bin Affan

Malaikat Pun Dibuat Malu Dihadapan Utsman Bin Affan

Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khatab, Utsman Bin Affan serta Ali Bin Abi Thalib merupakan empat sahabat utama Rasulullah SAW yang kemudian menjadi Khalifah sepeninggal Nabi Muhammad SAW. Keempatnya mempunyai keistimewaan masing-masing, namun di antara hanya Utsman bin Affan yang mampu membuat malaikat merasa malu.

Bahkan Malaikat Pun Merasa Malu

Selain itu pada masanya beliau dijuluki sebagai Abu Abdillah, dan beliau juga digelari  ‘Dzun Nurain’ yang artinya pemilik dua cahaya karena menikah dengan dua putri Rasulullah SAW yaitu Ruqayah dan Ummu Kaltsum. Kemuliaan lain yang dimiliki Utsman bin Affan adalah kedermawanannya dalam bersedekah. Utsman merupakan sosok sahabat pertama yang merangkum mushaf-mushaf yang tersebar menjadi kitab yang sekarang kita baca yaitu Al-Qur’an.

Ada satu kisah yang menggambarkan sifat kemuliaan itu. Sebagaimana diriwayatkan Aisyah RA, suatu kali ayahandanya (Abu bakar Ash-Shiddiq) meminta izin untuk bertemu dengan Rasulullah SAW, saat itu Nabi SAW sedang berbaring, demi menyambut Abu Bakar, beliau pun menjawab salamnya. Posisi beliau tetap diatas tempat tidur, tetapi bagian gamisnya sedikit terangkat, sehingga menampakkan sebagian betisnya.

Usai berbincang-bincang, Abu Bakar pun pamit. Tak lama kemudian datanglah Umar bin Khatab, dan beliau pun meminta izin untuk menemui Rasulullah SAW. Setelah menyampaikan maksud kedatangannya, Umar pun ikut pamit pergi dari rumah Rasulullah SAW. Setelah itu, kini giliran Utsman yang ingin bertemu Rasulullah SAW.

Setelah memberi izin, Aisyah memperhatikan suaminya itu kini mengubah posisi duduknya, sehingga betisnya yang tadinya tersingkap, menjadi tertutup. Kemudian Aisyah bertanya, “wahai Rasulullah, engkau tidak bersiap begitu kedatangan ayahku (Abu Bakar) dan Umar”. “Utsman merupakan seseorang yang pemalu, bila dia masuk sedangkan aku masih berbaring, pasti dia akan malu untuk masuk dan akan cepat-cepat untuk pulang, padahal dia belum menyelesaikan keperluannya.

Wahai Aisyah, tidakkah aku patut malu kepada seseorang yang disegani oleh para malaikat?, jelas Rasulullah SAW. Demikianlah Nabi SAW menerangkan, bahkan para malaikat pun bersikap malu terhadap Utsman bin Affan. Sifat itu merupakan teladan bagi umat Islam. Sebab, hal itu sendiri diajarkan oleh Baginda SAW.

Dalam sebuah hadits, Rasul SAW bersabda, “Malu tidak menimbulkan sesuatu kecuali kebaikan”. Dan terkait sifat mulia ini, Nabi SAW memuji Utsman bin Affan, bahkan para malaikat pun segan terhadapnya lantaran perangainya yang pemalu itu. Bukan jumlah hartanya yang menjadikan malaikat segan kepadanya, melainkan ketulusan hatinya dalam membantu sesama. Meskipun bantuannya harus menguras hartanya, tapi baginya itu tak jadi masalah.

Install Takwa App

Baca Juga: Keteladanan Sahabat Rasul, Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq

 

Hal yang terpenting yang beliau inginkan adalah hartanya bermanfaat untuk umat Islam. Bahkan beliau rela mendonasikan sebagian harta untuk momen perjuangan Islam. Disuatu hari, Rasulullah SAW sedang mengumandangkan pengumuman penting. Beliau bertanya kepada seluruh masyarakat, siapa yang bisa memenuhi dana untuk momen perjuangan Islam.

Tak lama Utsman bin Affan pun melangkahkan kaki menuju Rasulullah SAW. Dengan mudahnya ia mendonasikan sebagian hartanya untuk momen tersebut. Tidak hanya berjumlah jutaan, tapi triliyunan. Sahabat Nabi yang punya wajah rupawan tersebut menuturkan kalau untuk agama Islam ia akan rela melakukan apa saja.

Selain itu, diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal bahwa ketika Al-Hasan ditanya tentang orang yang beristirahat pada waktu tengah hari di masjid?, maka ia menjawab, “aku melihat Utsman bin Affan beristirahat di masjid padahal beliau sebagai Khalifah, dan ketika ia berdiri Nampak sekali bekas kerikil pada bagian rusuknya, sehingga kami berkata, ini Amirul Mukminin, ini Amirul Mukminin”.

Ibnu  Abi Hatim telah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar, seraya ia berkata dengan firman Allah SWT, “apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadah di waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya. Katakanlah: “adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az-Zumar: 9),yang dimaksud itu adalah Utsman bin Affan.

Wafatnya Utsman bin Affan

Utsman bin affan wafat pada tahun 35 Hijriyah pada pertengahan Tasyriq tanggal 12 Dzul Hijjah, dalam usia 80 tahun lebih. Khalifah Utsman bin Affan dibunuh oleh kaum pemberontak (Khawarij) di dalam rumahnya. Ketika Utsman terbunuh, istri beliau berkata: “mereka telah tega membunuhnya, padahal mereka telah menghidupkan seluruh malam dengan Al-Qur’an”.

Utsman bin Affan termasuk diantara sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga lewat lisan Nabi. Meskipun telah wafat, kedermawanannya selalu dikenang oleh umat Islam. Mulai dari membeli sumur Yahudi, menyumbang 300 ekor unta pada perang Tabuk dan masih banyak lainnya. Utsman dikenal sebagai sahabat Nabi yang banyak menginfakkan hartanya di jalan Allah SWT.

Demikianlah kisah tentang Utsman bin Affan, mudah-mudahan bermanfaat dan dapat menjadi tambahan khazanah pengetahuan kita. Aamiiin.

_

 

Penulis:

Yanuar Huda Assa’banna,

Alumni Fakultas Syari’ah di UNIDA GONTOR

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *