Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Malaikat Mikail Sampai Menahan Matahari Dengan Sayapnya

Malaikat Mikail Sampai Menahan Matahari Dengan Sayapnya

Malaikat merupakan makhluk Allah yang diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT dan selalu taat atas perintah-Nya. Mereka juga memiliki tugas masing-masing. Salah satunya adalah malaikat Mikail, ia bertugas untuk membagikan rezeki. Tak hanya itu, ternyata malaikat Mikail juga pernah diperintahkan Allah untuk menahan matahari agar shubuh menjadi lebih lama.

Lalu mengapa malaikat Mikail diperintahkan menahan matahari? Dan siapakah yang menjadi penyebab matahari ditahan oleh malaikat Mikail?

Hormatnya Sayyidina Ali Pada Orang Tua

Dalam kitab Al-Mawaidz al-Usfuriyah dikisahkan bahwa Ali bin Abi Tholib sangat menghormati orang tuanya. Hal inilah yang membuat Allah SWT memerintahkan malaikat Mikail untuk menahan matahari. Sayyidina Ali RA bergegas menuju masjid untuk menunaikan sholat shubuh berjama’ah. Namun dalam perjalanan, beliau bertemu dengan orang tua yang berjaan dengan pelan-pelan.

Karena sangat menghormati orang yang sudah tua, Sayyidina Ali tetap berjalan dibelakang orang tua yang sudah beruban itu. Beliau tak mau mendahului orang tua tersebut. Kakek tua itu sampai di pintu masjid tapi tidak masuk, Sayyidina Ali pun berfikiran bahwa orang tua tersebut adalah Nasrani. Beliau lalu bergegas masuk dan mendampati Rasulullah SAW telah rukuk.

Nabi SAW pun memanjangkan rukuknya, seukuran dua kali rukuk. Sehingga Ali masih mendapati beliau. Setelah sholat Sayyidina Ali pun menanyakan Nabi Muhammad SAW alasan kenapa beliau memanjangkan rukuknya. Nabi SAW pun menjawab: “ketika aku rukuk seperti biasanya, lalu aku hendak mengangkat kepalaku, datanglah malaikat Jibril dan meletakkan sayapnya diatas punggungku, dia menahanku agak lama, ketika dia mengangkat sayapnya barulah aku mengangkat kepalaku.”

Baca Juga: Umar Bin Khattab, Shahabat Lambang Keadilan Islam

 

Install Takwa App

Para sahabat pun penasaran alasan Malaikat Jibril melakukan hal tersebut. Malaikat Jibril pun datang dan memberitahu Rasulullah SAW: “Wahai Muhammad, sesungguhnya Ali bergegas untuk berjamaah, kemudian di perjalanan dia bertemu dengan orang tua renta Nasrani, sedangkan Ali belum tahu kalau dia (orang tua renta) adalah orang Nasrani. Dia begitu menghormatinya sebab ubannya dan tidak mendahuluinya serta menjaga haknya. Lantas Allah SWT menyuruhku untuk menahanmu dalam keadaan rukuk  hingga Ali mendapati sholat shubuh”.

Malaikat Mikail Menahan Matahari

Allah SWT juga menyuruh malaikat Mikail untuk menahan matahari dengan sayapnya agar waktu shubuh lebih panjang. Hal itu dilakukan karena Sayyidina Ali. Keistimewaan ini diberikan Allah SWT karena hormatnya beliau kepada orang tua walaupun dia adalah orang Nasrani.

Malaikat Jibril dan Mikail adalah dua malaikat yang berperan penting di langit. Hal ini sesuai Hadits yang berbunyi: “Sesungguhnya Allah menguatkanku dengan empat pembantu, dua dari penduduk langit yaitu Jibril dan Mikail, dan dari penduduk bumi, yaitu Abu Bakar dan Umar”. (H.R. Ibnu Abbas)

Malaikat Mikail memiliki keistimewaan dibandingkan malaikat yang lain. Salah satunya namanya diabadikan dalam Al-Qur’an. Hal ini sesuai firman Allah SWT: “barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir”. (QS. Al-Baqarah: 98)

Tidak semua nama malaikat disebutkan di dalam Al-Qur’an, Rasulullah SAW juga pernah mempertanyakan tentang Malaikat Mikail kepada Malaikat Jibril. Hal ini sesuai hadits: “mengapa saya tidak pernah melihat Mikail tersenyum?, Jibril menjawab, Mikail tidak lagi tersenyum sejak neraka diciptakan”. (H.R. Ahmad)

Itulah penjelasan tentang malaikat Mikail yang menahan matahari dengan sayapnya. Hal ini diperintahkan oleh Allah SWT agar Sayyidina Ali masih bisa ikut sholat berjama’ah. Sayyidina Ali sudah bergegas menuju masjid, namun ada seorang tua renta yang berjalan di depan beliau. Hal itupun membuat beliau tak ingin mendahului orang tua tersebut, itulah yang membuat Malaikat Jibril dan Mikail membantu Sayyidina Ali untuk ikut sholat berjama’ah.

Tentu hal itu adalah perintah dari Allah SWT. Allah SWT menciptakan malaikat untuk mengurus berbagai urusan, hal itu sesuai dengan firman Allah SWT: “Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Fathir: 1)

Demikianlah kisah inspiratif tentang malaikat Mikail. Dari kisah tersebut kita dapat mengetahui betapa besarnya derajat orang yang memuliakan orang tua, meskipun orang tua tersebut non muslim. Semoga kita semua termasuk orang yang selalu memuliakan orang tua, sehingga derajat kita diangkat oleh Allah SWT. Aamiiin

الله أعلم بالصواب

_

 

Penulis:

Yanuar Huda Assa’banna,

Alumni Fakultas Syari’ah di UNIDA GONTOR

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *