Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Malaikat Malik, Sang Pemimpin Malaikat Penjaga Neraka

Malaikat Malik, Sang Pemimpin Malaikat Penjaga Neraka

Malaikat Malik atau malaikat penjaga neraka merupakan malaikat yang ditugaskan untuk menjaga pintu neraka. Dia merupakan pemimpin dari para malaikat di neraka. Allah SWT telah memperkenalkannya dalam firman Allah yang artinya: “Dan mereka berseru: Hai Malik, ‘biarlah Tuhanmu membunuh kami saja.’ Dia menjawab: ‘kamu akan tetap tinggal di neraka ini.’” (Q.S. Az-Zukhruf: 77)

Malaikat Malik, Sang Pemimpin Malaikat Zabaniyah

Malaikat Malik ditugaskan untuk memimpin seluruh malaikat penjaga neraka yang tersebar di berbagai tingkatan neraka. Para malaikat ini disifatkan oleh Allah SWT mempunyai watak yang kasar dan keras namun tidak pernah membangkang dari Allah Azza wa Jalla. Karena kekejamannya, kita tidak bisa membayangkan bagaimana kerasnya pimpinan dari malaikat-malaikat yang keras tersebut.

Allah berfirman dalam surat At-Tahriim ayat 6 yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا قُوْا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيْكُمْ نَارًا وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةِ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُوْنَ اللهَ مآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

“ hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah SWT terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Kata Neraka atau An-Naar sering disebutkan dalam Al-qur’an. Tempat ini merupakan tempat hukuman bagi jin dan manusia yang tidak taat terhadap perintah Allah SWT bahkan mengingkari ajaran Allah SWT. Yang disampaikan oleh Nabi, pintu gerbang dijaga oleh Malaikat Malik yaitu Malaikat Penjaga Neraka yang memiliki 19 malaikat penyiksa di dalam neraka yaitu Zabaniyah.

Gambaran terhadap dahsyatnya azab neraka jahannam telah diceritakan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana sabdanya: “api kalian yang dinyalakan oleh anak cucu adam adalah sepertujuh puluh dari panasnya api neraka jahannam”. Para sahabat berkata “demi Allah, apabila sepanas ini saja sudah cukup wahai Rasulullah”. Beliau kemudian bersabda: “ sesungguhnya panas api tersebut masih tersisa sebanyak 69 bagian. Panas masing-masing sama dengan api ini”. H.R. Muslim.

Install Takwa App

Baca Juga: Bagaimana Malaikat Izrail Mencabut Nyawa?

 

Dengan panasnya api tersebut Jahannam masih dijaga oleh malaikat-malaikat Allah. Peghuni neraka pun meminta-minta terhadap malaikat tersebut supaya Allah SWT sudi kiranya meringankan siksaan neraka. Hal ini disebutkan dalam firman-Nya yang artinya: “dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada para malaikat penjaga neraka Jahannam, mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari, penjaga jahannam berkata, dan apakah belum datang kepadamu rasul-rasulmu membawa keterangan-keterangan?, dan mereka menjawab, benar sudah datang, penjaga Jahannam berkata, berdoalah wahai kamu dan do’a orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.” (Q.S. Al-Mukmin: 49-50)

Wujud dari Malaikat Malik, Sang Malaikat Penjaga Neraka

Malik adalah panggilan malaikat yang memimpin para malaikat Zabaniyah di neraka. Malaikat Malik biasanya dikaitkan dengan Malaikat Ridwan. Penggunaan kalimat Malik terhadap pimpinan malaikat Zabaniyah hampir senada dengan Aziz dalam kisah Yusuf. Hanya sebagai panggilan kehormatan atas kepemimpinan mereka. Terhadap Sembilan belas neraka jahannam yang pemimpinnya adalah Malik.

Malaikat Malik mempunyai tangan dan kaki yang bilangannya sama dengan jumlah ahli neraka. Setiap kaki dan tangan itu bisa berdiri dan duduk. Serta dapat membelenggu dan merantai setiap orang yang dikehendakinya.

Menurut kisah, karena Malik memiliki wujud yang sangat menyeramkan, ketika Malik  melihat kea rah Neraka, maka sebagian api memakan api yang lain karena rasa takutnya kepada Malik. Memiliki tubuh yang sangat besar, wajahnya menampakkan kemarahan, terlihat amat menakutkan, sangat kejam, tidak kenal kompromi, diantara kedua matanya terdapat pusat syaraf yang seandainya ia menatap bumi pasti orang-orang yang ada di dalamnya mati tiada tersisa.

Dikatakan pula bahwa ketika Nabi Muhammad SAW naik ke Sidratu-l-Muntaha, ia bertemu dnegan Malik yang kemudian menunjukkan pandangan sekilas tentang penderitaan di Neraka. Sejak saat itu pula Malaikat Malik tidak pernah tersenyum.

Itu tadi sedikit penjelasan dari Malaikat Malik atau Malaikat Penjaga Neraka. Semoga beberapa pengetahuan tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua, dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiiin

_

Penulis:
Yanuar Huda Assa’banna,
Alumni Fakultas Syari’ah di UNIDA GONTOR

Editor:
Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *