Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Malaikat Malik Penjaga Pintu 7 Derajat Siksa Neraka

Malaikat Malik Penjaga Pintu 7 Derajat Siksa Neraka

Surga dan neraka kelak akan menjadi tempat Kembali setiap manusia, barang siapa yang baik amalannya akan menikmati keindahan surga, sebaliknya mereka yang mengikuti hawa nafsunya akan terjerumus ke lubang panas yang penuh siksaan, yaitu neraka. Untuk menjaga pintu neraka Allah mengutus Malaikat Malik, Malaikat ke 9 yang harus diketahui oleh setiap muslim. 

Malaikat Malik Tidak Pernah Tersenyum

Dikisahkan dalam kitab Siroh li Ibni Hisyam Saat Rasulullah melakukan mi’raj beliau bertemu dengan para Malaikat yang menyapa dengan ramah dan mendoakan kebaikan baginya: 

فَلَمْ يَلْقَنِي مَلَكٌ إلَّا ضَاحِكًا مُسْتَبْشِرًا، يَقُولُ خَيْرًا وَيَدْعُو بِهِ

Rasulullah SAW bercerita: “Tidak lah aku bertemu dengan seorang Malaikat kecuali ia tersenyum dengan gembira seraya berkata hal yang baik dan mendoakanku”

Setelah melihat sekian Malaikat yang melakukan hal yang sama,  Rasulullah dikejutkan dengan seorang Malaikat yang tidak seperti Malaikat lainnya, ia tidak sama sekali tersenyum, apalagi menyapa dengan ramah. Melihat ini Nabi Muhammad menanyakannya kepada Malaikat Jibril: “Siapa dia wahai Jibril?” Malaikat Jibril menjawab:

أَمَا إنَّهُ لَوْ ضَحِكَ إلَى أَحَدٍ كَانَ قَبْلَكَ، أَوْ كَانَ ضَاحِكًا إلَى أَحَدٍ بَعْدَكَ، لَضَحِكَ إلَيْكَ، وَلَكِنَّهُ لَا يَضْحَكُ، هَذَا مَالِكٌ خَازِنُ النَّارِ

“Sekiranya ia tertawa kepada seseorang sebelum engkau (Muhammad) ataupun setelah engkau, niscaya hanya engkau lah yang pantas mendapatkan senyumannya, akan tetapi ia tidak akan tersenyum. Ia adalah Malaikat Malik penjaga pintu Neraka”

Install Takwa App

Baca juga: Seperti Inilah Malaikat Munkar Nakir Menginterogasi Manusia

 

Rasul Diperlihatkan Neraka

Masih di kitab yang sama, Siroh li Ibni Hisyam, diceritakan bahwa Malaikat Malik membuka pintu Neraka dan memperlihatkannya kepada Nabi Muhammad setelah beliau memintanya kepada Malaikat Jibril: 

أَلَا تَأْمُرُهُ أَنْ يُرِيَنِي النَّارَ؟ فَقَالَ: بَلَى، يَا مَالِكُ، أَرِ مُحَمَّدًا النَّارَ. قَالَ: فَكَشَفَ عَنْهَا غِطَاءَه

 

“Wahai Jibril, Tidakkah engkau Menyuruhnya (Malik) untuk memperlihatkan padaku Nneraka?” Jibril pun mengiyakan dan Meminta Malik untuk memperlihatkan Nabi Muhammad Neraka: “Wahai Malik, Perlihatkan Neraka Kepada (Nabi) Muhammad”. Ia pun membuka penutup Neraka.

7 Tingkatan Neraka

Malaikat Mikail bertugas menjaga pintu neraka, di dalam neraka ada 7 tingkat, yang setiap tingkat lebih rendah dari lainnya dan semakin rendah semakin keras siksaan di dalamnya. Imam Suyuthi Menyebutkan 7 tingkat Neraka dalam kitab al Duror al Hisan fi al Ba’tsi wa Na’imi al Jinan:

Tingkat Pertama: Neraka Jahannam (جهنم). Neraka Jahannam merupakan neraka yang paling ringan siksaannya dan berada paling dekat dengan surga dibandingkan neraka lainnya. Neraka ini Allah siapkan untuk umat Muslim yang melakukan maksiat, disana akan dibersihkan dosa-dosanya sehingga siap untuk masuk ke nikmat yang kekal.

Tingkat kedua: Neraka Ladzho ((لظي. Disiapkan Allah untuk orang Yahudi

Tingkat Ketiga: Neraka Hathomah ((الحطمة. Neraka ini Allah siapkan untuk orang Nasrani

Tingkat keempat: Neraka al Sa’ir (السعير). Neraka ini Allah siapkan untuk orang-orang Sabi’in.

Tingkat kelima: Neraka Saqor السقر)). Neraka ini Allah siapkan untuk orang Majusi

Tingkat Keenam:Neraka al Jahim (الجحيم). Neraka ini Allah siapkan untuk Penyembah Berhala.

Dan terakhir, tingkat ketujuh: Neraka al Hawiyah (الهاوية) Neraka ini merupakan dasar dari neraka dan adzabnya paling pedih yang Allah siapkan bagi mereka orang-orang Munafik yang telah Allah janjikan berada pada dasar neraka yang paling dalam.

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًاۙ

  1. Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.

Malik sebagai penjaga pintu Neraka yang berisi 7 tingkat tidak pernah tersenyum yang menggambarkan keadaan neraka yang begitu menyeramkan, dari sini kita mendapat teguran agar bersemangat dalam beribadah agar tidak dimasukkan oleh Malaikat Malik ke lubang siksa neraka, wal ‘iyadzu billah.

_

 

Penulis:

Fikri Hakim,

Alumni Fakultas Ushuluddin Program Studi Tafsir, Al-Azhar – Kairo.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *