Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Kisah Nabi Daud dan Jalud, Panglima Raksasa Bangsa Palestina

Kisah Nabi Daud dan Jalud, Panglima Raksasa Bangsa Palestina

Nabi Daud As merupakan keturunan dari nabi Ya’kub As. Beliau tinggal di Palestina. Sejak kecil beliau dikenal sebagai anak yang pemberani, cerdas, dan bijaksana. Kisah Nabi Daud As berawal pada Masa Nabi Musa As dan Nabi Harun As wafat. Sehinga Bani Israil kehilangan sosok pemimpin mereka. Kekosongan ini dimanfaatkan oleh Bangsa Palestina yang merupakan penduduk asli wilayah palestina untuk melakukan penyerbuan. Perisitiwa ini membuat Bani Israil mengalami kemunduran, tersingkir dan hidup tanpa tempat tinggal.

Peristiwa kemunduran dan kekalahan ini membuat Bani Israil kembali menjalankan kehidupan yang sengsara. Bani Israil memang terkenal dengan kaum yang keras kepala, suka mengeluh dan membangkang dan lebih senang mengandalkan orang lain. Akhirnya mereka mendatangi Nabi Samuel untuk meminta petunjuk agar nabi Samuel memilihkan pemimpin dari seorang raja. Melihat keadaan mereka, nabi Samuel menerima permintaan mereka.

Terpilihnya Raja Talud Sebagai Pemimpin Kaum Bani Israil

Pada suatu hari nabi Samuel berdoa kepada Allah SWT siang malam agar mendapatkan petunjuk siapa yang akan menjadi pemimpin Bani Israil.  Hingga akhirnya Allah memberikan petunjuk kepada nabi Samuel lewat sebuah mimpi. Nabi Samuel ditunjukkan dengan sosok pemuda yang bernama Talud, pencarian pun dimulai keseluruh pelosok daerah.

Allah SWT pun mentakdiarkan dua orang pemuda desa yang miskin untuk menghadap kepada Nabi Samuel As. Mereka menyampaikan bahwa ternak yang mereka gembalakan hilang selama tiga hari. Pencarian telah dilakukan, namum ternak mereka belum juga ditemukan, hingga membuat mereka putus asa. Kemudian atas saran orang-orang desa kedua pemuda tadi menghadap kepada Nabi Samuel As. Karena nabi Samuel As dianggap memiliki kemampuan meramal yang mana memungkinkan untuk mengetahui keberadaan ternak mereka.

Nabi Samuel As mengamati kedua pemuda tersebut. Dalam hatinya nabi Samuel terkejut bercampur senang, karena salah satu pemuda memiliki ciri-ciri yang sama dengan pemuda yang ditampakkan oleh Allah SWT pada mimpinya. Keterjutannya bertambah manakala pemuda tersebut memperkenalkan dirinya bahwa dia ernama Talud. Perlahan nabi Samuel menceritakan mimpanya kepada seorang pemuda yang bernama Talud. Dan memintanya untuk menjadi seorang raja dari Bani Israil.

Dalam kisah nabi Daud As, pada mulanya Talud tidak yakin bahwa dia bisa memimpin Bani Israil. Begitupun sebaliknya Bani Israil tidak percaya bahwa pemuda yang miskin itu dapat memimpin mereka. Untuk membuktikan hal itu nabi Samuel As menyuruh Bani Israil untuk menaiki bukit di daerah mereka. Dan menyuruh pemuda tersebut untuk mencari Tabut atau sebuah peti keramat Bani Israil yang telah hilang. Atas izin Allah SWT peti Tabut itu ditemukan.

Baca Juga: Mengapa Izrail Ditugaskan Sebagai Malaikat Pencabut Nyawa?

Install Takwa App

 

Menyaksikan kejadian ini, kaum Bani Israil menjadi takjub dan kemudian mereka langsung memeriksa sesuatu yang ada dalam peti tersebut. Dan ternyata benar, peti Tabut Bani Israil telah ditemukan oleh Talud. Akhirnya Bani Israil beramai-rami mengangkat Talud untuk menjadi raja dari Kaum Bani Israil.

Tugas Pertama Raja Talud

Tugas pertama Raja Talud adalah memimpin pasukan tentara dari Bani Israil untuk menyerang pasukan tentara Bangsa Palestina yang memiliki perawakan badan yang besar. Mereka juga dipimpin oleh seorang raja yang memiliki perawakan badan yang sangat besar bagaikan raksasa yang bernama Jalud. Kemudian raja Talud mempersiapkan strategi yang begitu matang dan hati-hati karena keterbasan pembekalan dan alat transportasi Bani Israil. Dan juga minimnya kesiapan mereka untuk menjadi bala tentara dalam menghadapi perang tersebut.

Di tengah persiapan strategi itu, terdapat seorang ayah yang mengirimkan ketiga putranya untuk turut menjadi tentara. Dua orang menjadi tentara perang dan satu orang yang baru beranjak dewasa yang bernama Daud untuk menjadi pasukan pembawa perbekalan mereka. Ia bertugas untuk mengurusi dan bertanggung jawab atas ketersediaan bekal untuk prajurit mereka.

Setelah semua persiapan cukup, maka dibawah komando raja Talud pasukan Bani Israil berangkat menuju medan perang. Mereka melewati sebuah gurun. Dalam kisah nabi Daud As, Allah menguji pasukan tempur Bani Israil. Dalam kondisi yang begitu haus mereka tiba-tiba melihat sebuah sungai yang airnya mengalir dengan sangat bening dan menyegarkan.

Kepada raja Talud, Allah melarang mereka untuk meminum air sungai sampai kenyang. Mereka hanya diizinkan untuk meminum air tersebut secukupnya saja yaitu dengan menggunakan telapak tangan. Walaupun raja Talud telah memperingatkan, tetapi ternyata sebagian besar pasukan Bani Israil melanggarnya. Setelah puas minum air dengan kenyang terjadilah peristiwa yang mana mereka kehilangan keberanian untuk berperang. Nyali mereka menjadi ciut, membayangkan pasukan Bangsa Palestina yang memiliki persenjataan yang lengkap dan berjumlah lebih banyak.

Setelah kejadian ini pasukan tentara Bani Israil banyak yang mundur tidak ikut melanjutkan perjalanan bersama raja Talud. Daud sang penanggung jawab perbekalan tidak termasuk dalam golongan mereka. Daud menuruti perintah raja Talud agar patuh terhadap perintah Allah SWT. Sesampainya pasukan rombongan raja Talud di negeri Palestina, Jalud beserta pasukannya telah siap menghadang. Melihat pasukan raja Talud yang sangat sedikit, Jalud langsung mengumbar kesombongan.

Nabi Daud As, Sang Panglima Perang Pemberani

Ia menantang bertarung satu lawan satu. Tentara raja Talud satu persatu dikalahkan oleh Jalud, hingga tidak ada yang berani maju lagi. Tiba-tiba muncul daud tentara pembawa perbekalan yang berani maju untuk melawan Jalud. Melihat lawannya yang masih sangat muda dan berbadan kecil, Jalud lantas menertawakannya. Ia menggunakan pedang dan perisai sedangkan daud hanya bersenjatakan sebuah pelontar batu atau disebut juga ketapel.

Pertempuran ini terjadi sangat sengit. Daud sangat tahu kan bahaya yang dia hadapi. Sehingga dengan cepat dia melontarkan batunya langsung tepat ke arah kepala Jalud. Atas izin Allah SWT Jalud yang mempunyai perawakan besar justru kelemahannya ada di kepala tersebut. Jalud yang bertubuh besar langsung jatuh dan berkelucuran darah dan Allah mencabut nyawa Jalud lewat Daud. Kemudian bangsa Palestina menepati janjinya untuk mundur apabila panglima mereka kalah.

Setelah kejadian ini, raja Talud mengangkat nabi Daud As menjadi panglima perang. Bahkan nabi Daud As dinikahkan dengan putrinya yang bernama Mikail. Pada kisah Nabi Daud As, ketika beliau menjadi panglima perang, Allah SWT memberikan banyak kemuliaan ketika memimpin bala tentara dan mendapingi raja Talud dalam mengatur kerajaan. Bani Israil diliputi kesejahteraan dan keadilan.

Kemasyhuran panglima Daud membuat raja Talud merasa terancam. Ia curiga bahwa Daud akan mengambil alih kekuasaannya. Raja Talud memerintahkan Nabi Daud As agar berperang melawan Bani Kan’an yang hendak menyerang. Raja Talud berharap Nabi Daud As terbunuh dalam peperangan ini. Allah SWT berkehendak lain, pasukan Daud pulang dengan membawa kemenangan yang gemilang. Rakyat semakin mengelu-elukan panglima Daud.

Akhirnya raja Talud mencoba untuk membunuh Nabi Daud As dengan tangannya sendiri. Dan Allah mengutus Mikail yang merupakan putri raja Talud dan istri dari Nabi Daud As untuk selalu menggagalkan rencana ayahnya tersebut. Akhirnya Panglima Daud mengundurkan diri menjadi panglima perang dan kemudian Ia bersam Mikail menyingkir kepada suatu tempat. Tetapi semakin hari justru semakin banyak bala tentara dan rakyat yang mengikuti Nabi Daud As dan Mikail.

Hal ini semakin membuat raja Talud marah dan menyuruh bala tentaranya untuk menumpas Nabi Daud As dan pengikutnya. Pada kisah Nabi Daud As, dikisahkan bahwa bala tentara raja Talud tertidur pada suatu lembah ketika sedang melakukan perjalanannya. Bagi panglima Daud sangat mudah jika ingin mengalahkan raja Talud. Namun Nabi Daud As hanya mengambil senjata raja Talud sebagai peringatan agar raja Talud bertaubat. Tetapi yang terjadi justru raja Talud menolak bertaubat dan menyusun strategi baru untuk melawan Nabi Daud As.

Untuk kedua kalinya atas izin Allah SWT, raja Talud dibuat bingung dengan pasukannya. Dalam perjalanannya rombongan raja Talud dibuat terpisah dan kemudian Nabi Daud As kembali mengambil Senjata yang berupa panah sang raja dan kantong airnya ketika raja Talud dan pasukannya terlelap tidur. Atas kejadian ini raja Talud mulai sadar bahwa Nabi Daud As merupakan Panglima yang setia dan tidak berniat jahat kepada raja Talud.

Raja talud bertaubat karena telah mengikuti bujukan setan. Untuk menebus segala kesalahannya, raja Talud melepas kekuasaannya dan meninggalkan istana untuk bertaubat dan kembali beribadah kepada Allah SWT. Kemudian Bani Israil mengangkat Panglima Daud menjadi raja. Dalam Kisah Nabi Daud As, beliau menjadi raja yang adil dan bijaksana. Kemudian Allah menjadikannya nabi bagi Bani Israil. Dan bertugas untuk menyeru kaumnya untuk tunduk hanya kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada seluruh manusia.

Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa sholat yang paling disukai Allah adalah sholatnya nabi Daud As dan puasa yang paling disukai adalah puasanya Nabi Daud As. Selain menjadi raja, nabi Daud As membuat pakaian perang dari besi kemudian menjualnya. Allah SWT memberikan mukjizat kepada nabi Daud As yaitu melunakkan besi dan mampu membentuk besi tanpa ditempa ataupun dipanaskan.

Demikian kisah Nabi Daud As, semoga dapat menambah wawasan ilmu kita dan meningkatkan keimanan kita. Aamiiin

Kategori: Khazanah

_

Penulis:
Yanuar Huda Assa’banna,
Alumni Fakultas Syari’ah di UNIDA GONTOR

Editor:
Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *