Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Keutamaan Puasa Syawal bagi Seorang Muslim

Keutamaan Puasa Syawal bagi Seorang Muslim

Puasa adalah salah satu ibadah agung yang disyariatkan kepada seluruh umat muslim. Selain puasa wajib yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan, ada juga beberapa puasa sunnah yang bila dilaksanakan seorang muslim akan mendapatkan berbagai manfaatnya. Di antara puasa sunnah itu ialah puasa Syawal, yang dilaksanakan 6 hari setelah bulan bulan tanggal 1 Syawal.

Hukum puasa Syawal dan hikmah pelaksanaannya

Hukum puasa Syawal menurut mayoritas ulama fiqih adalah sunnah. Di antara landasan hukum ini adalah:

مَن صامَ رَمَضانَ ثُمَّ أتْبَعَهُ سِتًّا مِن شَوَّالٍ، كانَ كَصِيامِ الدَّهْرِ.

“Barang siapa menjalankan puasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal maka itu seperti puasa selamanya.” (HR Muslim dari Sahabat Abu Ayyub Al Anshari)

Dalam mazhab Syafii yang mayoritas dianut oleh masyarakat Indonesia, disunnahkan agar pelaksanaannya berurutan setelah perayaan Idul Fitri, yaitu dimulai tanggal 2 Syawal. Namun mayoritas ulama lainnya tidak mensyaratkan pelaksanaannya berurutan, maka dibolehkan bagi seorang muslim untuk melaksanakan puasa Syawal sepanjang bulan Syawal.

Para ahli fiqih juga menegaskan bahwa puasa yang sunnah tidak dapat digabungkan dengan puasa pengganti bulan Ramadhan, dikarenakan niat yang berbeda. Selain itu derajat puasa yang berbeda, Puasa bulan Ramadhan bernilai wajib sementara puasa Syawal bernilai sunnah.

Hikmah pelaksanaan

Dalam hadis di atas disebutkan puasa 6 hari setelah bulan Ramadhan setara pahalanya dengan puasa selamanya. Bagaimana hitungannya? Shahabat Tsauban menjelaskan melalui periwayatan hadits dari Rasulullah SAW:

Install Takwa App

مَن صام ستةَ أيامٍ بعد الفِطْرِ ، كان تمامَ السَّنَةِ ، مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

“Barang siapa menjalankan puasa enam hari setelah hari firi, maka itulah (puasa) setahun. Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka baginya 10 kebaikan.”

Dengan ini 30 hari puasa Ramadhan dikali 10 sama dengan 300 hari pahala puasa, ditambah 6 hari puasa Syawal yang dikali 10 sama dengan 60. Jadi jika digabungkan pahala 30 hari puasa Ramadhan dengan 6 hari puasa Syawal maka sama dengan 360 hari, jumlah hari dalam setahun. Seperti itu lah keutamaan puasa ini, andaikan seorang hamba rutin melaksanakannya setiap tahun, maka seakan-akan ia melakukan puasa tanpa putus.

Hikmah lain dari pensyariatan puasa Syawal adalah demi untuk menyempurnakan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan pada bulan Ramadhan. Tentu, menjaga keutuhan pahala sebulan penuh bukanlah perkara yang mudah, dari itu Allah menjadikan bulan Syawal sebagai “penambal” dari alfa yang dilakukan di bulan Ramadhan.

إنَّ أوَّلَ ما يُحاسَبُ الناسُ به يومَ القيامةِ مِن أعمالِهم الصَّلاةُ، قال: يقولُ ربُّنا عزَّ وجلَّ لملائكتِه -وهو أعلَمُ-: انظُروا في صلاةِ عبدي أتَمَّها أم نقَصَها؟ فإنْ كانتْ تامَّةً كُتِبتْ له تامَّةً، وإنْ كان انتقَصَ منها شيئًا، قال: انظُروا، هل لعبدي مِن تطوُّعٍ؟ فإنْ كان له تطوُّعٌ، قال: أَتِمُّوا لعبدي فريضتَه مِن تطوُّعِه. ثمَّ تؤخَذُ الأعمالُ على ذاكم

Sungguh yang pertama dihitung amalan manusia pada hari kiamat itu shalatnya, ia berkata: Tuhan kami yang maha Mulia berkata, “lihat lah di sholat hamba ku apakah ia melengkapi  atau menguranginya? Apabila sempurna maka ku tetapkan kesempurnaan’, apabila terdapat di dalamnya kekurangan ia berkata: ‘apakah hamba ku melakukan ibadah sunnah? Apabila ia memiliki ibadah sunnah, Dia berkata ‘lengkapkan ibadah wajib nya dengan ibadah sunnahnya.’ Kemudian seperti itu lah ibadah kalian dihitung.”

Baca juga: Istigfar, Bukti Betapa Murahnya Ampunan Allah SWT

Selain itu puasa Syawal bagi umat Islam di Indonesia menemui keberkahannya dan efek positif tersendiri bagi umat muslim. Sebagaimana diketahui suasana dan adat perayaan Idul Fitri selalu dipenuhi dengan makanan berlebih, yang terkadang apabila dikonsumsi kebanyakan akan membahayakan tubuh. Maka seorang muslim di sini dituntut untuk menahan dan mencukupkan diri dengan berpuasa.

Wallahua’lam bishowab

_

 

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *