Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Keteladanan Sahabat Rasul, Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq

Keteladanan Sahabat Rasul, Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq

Dalam perjuangan dakwahnya, Rasulullah SAW memiliki banyak sahabat setia yang melindungi beliau. Namun tahukah anda, hanya ada satu sahabat setia yang kedudukannya lebih tinggi dari pada yang lain, yaitu Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq. Bahkan karena begitu istemewanya, Rasulullah SAW menyebut Abu Bakar sebagai Khalil (kekasih teman setiannya). Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya orang yang paling setia kepadaku baik dalam hartaya, maupun dalam persahabatannya adalah Abu Bakar. Kalau saja aku boleh mengangkat seorang Khalil (kekasih) niscaya aku akan memilih Abu Bakar sebagai kekasih, akan tetapi dia adalah saudaraku di dalam Islam. Sungguh tidak akan diciptakan pada masjid ini sebuah pintu kecil pun, kecuali hal itu memang milik Abu Bakar.” (H.R. Muslim)

         Sosok Abu Bakar As-Shiddiq memang memiliki banyak keistemewaan yang menjadi teladan bagi umat muslim lainnya. Dan berikut kisah keistemewaan Abu Bakar:

  1.     Pengorbanan yang sangat besar terhadap perjuangan islam

Perlu anda ketahui bahwa Abu Bakar merupakan salah satu sahabat Rasulullah yang termasuk dalam golongan orang dewasa pertama yang masuk islam. Disaat penduduk Mekkah menghina dan mencibir Rasulullah SAW karena menyebarkan ajaran Islam, Abu Bakar justru mempercayai Rasulullah dan beriman kepada Allah SWT. Dikisahkan banyak orang yang mencibir kisah Rasulullah melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj bahkan sebagian menjadi murtad, karena tidak percaya atas kabar ini. Orang orang ini kemudian bertanya kepada Abu Bakar R.a “Mereka bertanya, ‘apa pendapatmu tentang sahabatmu yang mengaku bahwa diisyaratkan malam tadi ke Baitul Maqdis?’ dia (Abu Bakar) menjawab, ‘Jika ia mengatakan itu, maka sungguh ia telah jujur’, mereka berkata ‘apakah engkau membenarkannya bahwasanya dia pergi malam tadi ke Baitul Maqdis dan sudah pulang sebelum subuh?’ dia Abu Bakar menjawab, ‘Ya sungguh aku membenarkannya (bahkan) yang lebih jauh dari itu.” (H.R. Al-Hakim)

Kepercayaan dan keyakinan Abu BAkar yang begitu besar terhadap Rasulullah inilah yang membuat Abu Bakar mendapat julukan As-shiddiq yang berarti seseorang yang membenarkan kabar yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Dan kesetiaan serta pengorbanan Abu Bakar kepada Rasulullah SAW membuat Rasulullah meminta Abu Bakar menjadi teman saat berangkat hijrah ke Madinah. Dalam perjalanannya, keduanya harus bersembunyi di dalam gua, untuk menghindari kejaran kaum kafir Quraisy. Allah SWT mengabadikan kisah ini di dalam Alqur’an. Allah SWT berfirman, “Jikalau kamu tidak menolongnya, (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (Musyrikin Mekkah mengeluarkannya (dari mekkah) sedang dia salah satu dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya ‘Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita.’Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada Muhammad dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan al-qur’an menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah dan kalimat Allah itulah yang tinggi, Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Qs. At-Taubah: 40)

  1.     Akhlaqnya yang sangat mulia

Selain karena kesetiannya terhadap Rasulullah, Khalifah Abu Bakar juga terkenal karena akhlaqnya yang sangat mulia. Tahukah anda? Kemuliaan akhlaq Abu Bakar As-Shiddiq sudah terlihat sejak sebelum Khalifah Abu Bakar menjadi seorang muslim. Selama hidupnya, Khalifah Abu Bakar tidak pernah menyembah berhala, berdusta, ataupun meminum arak seperti layaknya penduduk mekkah lainnya. Abu Bakar juga menjadi sahabat Rasulullah SAW yang selalu berusaha untuk mengikuti dan meneladani semua amal ibadah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda “Siapakah diantara kamu yang berpuasa hari ini? ‘Abu Bakar menjawab, ‘saya.’ Rasulullah SAW bertanya lagi, ‘Siapakah diantara kamu yang mengiringi jenazah pada hari ini?’ Abu Bakar menjawab ‘saya’ ‘Siapakah yang memberi makan fakir miskin hari ini?’ Abu Bakar menjawab ‘saya’ ‘siapakah diantara kalian yang menjenguk orang sakit pada hari ini?’ Tanya Rasulullah, Abu Bakar menjawab ‘saya’ kemudian Rasulullah SAW berkata, ‘tidaklah terkumpul perkara tersebut pada seorang hamba kecuali masuk surga’.” (H.R. Muslim)

Baca Juga: Pengertian Akhlak dalam Islam, Dalil-dalilnya, dan Ruang Lingkupnya

 

Install Takwa App
  1.     Kedermawanannya dalam  menginfakkan hartanya untuk kepentingan Islam.

Ketika Abu Bakar memeluk Islam, beliau banyak menginfakkan hartanya untuk kepentingan islam. Ia membebaskan banyak budak yang memeluk islam dengan harga tinggi. Bahkan muadzin Rasulullah (Bilal bin Rabah) ia tebus dengan harga 9 ukya emas atau hampir 150 juta rupiah dimasa kini. Tak hanya itu, Abu Bakar dalam sebuah kesempatan juga pernah menginfakkan seluuruh harta bendanya untuk tegaknya ajaran Islam. Bahkan karena hal ini, Umar bin Khattab pun pernah merasa tidak mampu untuk menandingi sedekah Abu Bakar As-Shiddiq. Rasulullah SAW memerintahkan kami bersedekah, maka kami pun melaksanakannya. “Umar bin Khattab berkata, ‘semoga hari ini aku bisa mengalahkan Abu Bakar. ‘Aku pun membawa setengah dari seluruh hartaku. Sampai Rasulullah bertanya, ‘wahai Umar apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?’ Umar menjawab, ‘semisal dengan ini.’ Lalu Abu Bakar datang membawa seluruh harta bendanya, lalu Rasulullah bertanya, ‘wahai Abu Bakar apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?’ Abu Bakar menjawab, ‘kutinggalkan bagi mereka Allah SWT dan Rasul-Nya.’ Umar berkata, ‘Demi Allah aku tidak akan bisa mengalahkan Abu Bakar selamanya.” (H.R. Tirmidzi)

  1.     Sahabat yang paling sedih dan paling tegar ketika Rasulullah SAW wafat

Ketika Rasulullah SAW wafat, Abu Bakar adalah salah satu sahabat terdekat Rasul yang paling sedih, namun Abu Bakar juga orang yang paling tegar ketika itu. Dikisahkan dari Aisyah Ra: Bahwasanya ketika Rasulullah SAW wafat, Abu Bakar sedang berada di daerah Sunh (Aliyah), Umar berdiri seraya berkata, “Rasulullah SAW tidak meninggal, Allah SWT akan membangkitkannya dan kemudian akan memotong-motong tangan dan kaki orang-orang, kemudian Abu Bakar As-Shiddiq datang maka beliau mengucapkan hamdalah dan pujian bagi Allah SWT, kemudian berseru, Amma Ba’du, barang siapa menyembah Muhammad SAW, sesungguhnya Muhammad SAW telah meninggal dan barang siapa menyembah Allah SWT, sungguh Allah Maha Hidup dan tidak mati.’kemudian beliau membacakan surat Ali Imron ayat 144.” (H.R. Bukhori)

  1.     Khalifah yang bersifat lembut namun tegas

Abu Bakar terkenal karena thabiatnya yang lembut dan hatinya yang mudah memaafkan orang, namun ketika ia diangkat menjadi Khalifah pengganti Rasulullah SAW, Abu bakar juga bisa menunjukkan ketegasan. Beliau memerintahkan kaum muslimin untuk memerangi nabi palsu, kaum murtad, hingga orang-orang yang meninggalkan zakat. Beliau juga memerintahkan Zaid bin Tsabit mengumpulkan ayat-ayat Al-qur’an dari semua sumber yang ada. Begitu istemewanya sosok Abu Bakar hingga Rasulullah SAW memberikan petunjuk kepada umat muslim agar mengikuti jejak langkah seorang Abu Bakar As-Shiddiq. Rasulullah SAW bersabda “ikutilah jalan orang-orang sepeninggalku, yaitu Abu bakar dan Umar .” (H.R. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

 

         Demikianlah beberapa keteladanan salah satu sahabat Rasulullah SAW yang juga merupakan Khalifah pertama setelah wafatnya Rasul. Semoga kita dapat mengikuti jejak beliau. Dari kisah diatas kita dapat mengambil pelajaran, untuk tidak pernah pernah ragu berjuang di jalan Allah, karena sesungguhnya Allah SWT adalah sebaik-baiknya Pemberi balasan.

_

Penulis:
Yanuar Huda Assa’banna,
Alumni Fakultas Syari’ah di UNIDA GONTOR

Editor:
Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *