Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Kejahatan Seksual dalam Islam, Sebuah Sudut Pandang

Kejahatan Seksual dalam Islam, Sebuah Sudut Pandang

Islam adalah agama yang universal, mencakup segala aspek kehidupan baik sosial, politik hingga ekonomi. Termasuk perkara-perkara kejahatan yang melanda umat. Akhir-akhir ini terjadi fenomena penyimpangan perilaku seksual masyarakat yang terus meningkat dan kerap mengkhawatirkan masyarakat. Sebenarnya, bagaimana kejahatan seksual dalam Islam dilihat, ditanggulangi serta dijaga agar tidak sampai terjadi?

Kehormatan manusia adalah tolak ukur dari sebuah peradaban luhur dari sebuah masyarakat. Maka jika terjadi kejahatan seksual adalah sebuah fenomena masyarakat yang jauh dari nilai-nilai kehidupan. Islam dalam hal ini sebagai agama yang datang dibawa oleh nabi terakhir menekankan pentingnya kehormatan, serta pelarangan bagi seorang muslim untuk menyerang bahkan melecehkan kehormatan orang lain.

Penanggulangan kejahatan seksual dalam Islam

Di awal Islam menyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang terhormat dan dimuliakan oleh Allah SWT. Demi untuk agar umat manusia menjaga kehormatan dirinya sendiri  dengan melakukan perbuatan yang baik, berguna dan mulia.

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari banyak kebaikan dan Kami utamakan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.” (َQS Al Isra, 70)

Kemudian Islam menjadikan terjaganya jiwa dan keturunan adalah salah dua dari tujuan utama pensyariatan. Praktek penyerangan atau kejahatan seksual adalah bentuk penyerangan jiwa dan keturunan umat manusia. Maka dari itu para ulama merumuskan hukum-hukum yang menunjang umat manusia agar nyaman dan aman dalam kehidupan, serta juga untuk menghukum para pelaku kejahatan agar terdapat efek jera setelahnya.

Dari itu Al Quran dan banyak hadits menyerukan umat manusia untuk menjaga pandangan (ghaddul bashar) dan syahwatnya agar tidak terjerumus dalam perzinahan.

Install Takwa App

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (30) وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

“Katakanlah kepada 0rang-0rang beriman (laki-laki) itu, supaya mereka menekurkan sebahagian pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka. Yang demikian adalah lebih bersih bagi mereka, Sesungguhnya Tuhan Allah lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

Dan katakan pula kepada 0rang- orang yang beriman (perempuan) supaya mereka pun , menekurkan pula sebahagian pandang mereka dan memelihara kemaluan mereka. Dan janganlan mereka perlihatkan perhiasan mereka kecuali kepada yang zahir saja.”

Selain itu dalam sebuah momen penting, yaitu Khutbah Wada, Rasulullah SAW menyatakan bahwa kehormatan seseorang diharamkan atas orang lain. 

أيها الناس إن دماءكم وأعراضكم حرام عليكم إلى أن تلقوا ربكم كحرمة يومكم هذا في شهركم هذا في بلدكم هذا

“wahai manusia sesungguhnya darah kalian dan kehormatan kalian, haram atas kalian hingga kalian menemui tuhan kalian, seperti haramnya hari ini dan bulan ini dan di negeri ini.” ini adalah petikan khutbah Wada, sebuah khutbah yang diucapkan oleh Rasulullah di satu-satunya haji yang beliau lakukan. Isinya dipenuhi dengan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan bermartabat.

Selanjutnya, Islam memberikan solusi konkrit bagi umatnya agar tidak terjerumus ke dalam jurang syahwat yang berujung pada kejahatan seksual. Umat Islam diperintahkan untuk mendekat pada Tuhannya, berzikir dan selalu mengingat bahwa ia berada di bawah pengawasan-Nya. Jika hal ini dilakukan, maka niscara kejahatan dalam bentuk apapun tidak akan merebak di masyarakat.

Nilai-nilai Islam yang luhur mengarahkan hamba Allah untuk selalu tunduk pada perintah Allah dan menjauhi larangannya. Maka solusi pertama adalah dengan cara mendekatkan diri pada Allah dan mempelajari nilai dan agama Allah lebih dalam agar terhindar dari hal semacam ini. Selanjutnya adalah dengan mensyariatkan pernikahan demi tersalurnya hasrat seksual yang diperbolehkan

Akan tetapi dalam sebuah masyarakat pasti ada saja yang membelot dan menyimpang dari aturan. Untuk itu, dalam hal ini pemerintah perlu untuk menggerakkan segala alatnya untuk menjamin keamanan dan keselamatan warganya. Islam sendiri mengutip dua permasalahan kehormatan secara tekstual di dalam Al Quran, yaitu permasalahan zina baik yang sudah dan belum menikah dan tuduhan zina.  Hal ini bisa ditemukan dalam pembahasan ayat 2-10 dalam surat An Nur.

Sementara untuk kejahatan seksual dalam bentuk lainnya seperti pemerkosaan, gay, lesbian dlsb para ulama juga telah berupaya untuk menjelaskan hukum-hukumnya demi untuk menjaga tatanan sosial masyarakat. Penulis memang sengaja tidak lebih dalam membahas hukum kejahatan seksual dalam Islam secara mendetail karena pembahasan akan melebar.

Baca juga: Penting! Perbaiki Akhlak, Kesuksesan akan Mengikuti

Dengan ini seluruh lapisan masyarakat perlu untuk saling bahu-membahu menjaga dan mendidik generasi mendatang akan bahayanya kejahatan seksual. Begitu pun pemerintah diharapkan lebih aktif untuk mengadili para penjahat seksual sesuai dengan hukum yang berlaku dan membina para pelaku apabila telah selesai diadili agar tidak kembali melakukan kejahatan serupa.

Wallahua’lam bishowab

_

 

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *