Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Kebiasaan Mulia Rasul di Bulan Ramadhan

Kebiasaan Mulia Rasul di Bulan Ramadhan

Rasulullah SAW adalah manusia teragung yang menjadi panutan bagi seluruh makhluk ciptaan Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam QS Al Qalam; 4: وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ dan sesungguhnya engkau berbudi pekerti yang agung. Hal ini menjadi lebih istimewa lagi jika menyimak keadaan rasul di bulan Ramadhan. Berdasarkan rekam hadis dan juga atsar para sahabat menyebutkan berbagai bentuk ketaatan dan ibadah khusus beliau lakukan pada bulan ini. Pada kesempatan ini penulis akan menyebutkan beberapa amalan mulia beliau di bulan penuh berkah ini.

Bagaimana Rasul di bulan Ramadhan?

Mula-mula Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ibadah puasa bagaikan sebuah perisai yang akan menjaga seseorang dari perlakuan keji. Maka Rasulullah melarang umat muslim untuk melakukan perbuatan yang akan mengurangi penghormatan pada bulan Ramadhan. 

Rasul SAW bersabda:

 الصيامُ جُنَّةٌ ، فإذا كان أحدُكم صائمًا فلا يَرفُثْ ولا يَجهلْ ، فإنِ امْرُؤٌ شاتَمَه أو قاتَلَهُ فَليَقُلْ إنِّي صائمٌ

“Puasa adalah tameng, apabila seorang di antara kalian berpuasa maka janganlah ia berkata buruk dan berbuat kasar, maka apabila seorang mencaci atau mengajaknya berselisih hendaklah ia berkata sesungguhnya aku sedang berpuasa.”

Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam kitab Syu’ab Iman meriwayatkan sebuah hadis, الصيام جنة يستجن بها من النار  “Puasa adalah tameng yang dapat menghindarkan dari api neraka. Sebaliknya, Rasulullah SAW menunjukan jalan-jalan kebaikan yang sepatutnya dilakukan oleh seorang muslim di saat Ramadhan.

Di antara kebaikan yang Rasulullah SAW anjurkan di saat bulan Ramadhan adalah memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk beribadah, karena di dalam bulan ini terdapat malam yang penilaian kebaikannya melebihi seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadr. Sebagaimana melakukan ibadah sunnah di bulan Ramadhan pahalanya setara dengan ibadah wajib.

Install Takwa App

Selain itu Rasulullah juga menghimbau agar umatnya untuk lebih banyak berderma pada bulan ini. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, ia mengabarkan bahwa Rasulullah SAW adalah sosok yang palin dermawan, dan apabila telah hadir bulan Ramadhan maka ia akan lebih dermawan lagi. Beliau juga menghimbau bagi yang mampu untuk memberikan sesuatu untuk berbuka puasa, maka pahalanya sepadan dengan yang berpuasa itu sendiri. 

Sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dan lainnya: 

عن زيد بن خالد الجهنى، رضى الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «من فطَّر صائمًا كان له مثلُ أجرِه غيرَ أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئًا»

“Dari Zaid bin Khalid Al Juhany, ia berkata, Rasulullah SAW berkata: ‘siapa yang memberikan makanan untuk berbuka puasa, ia mendapatkan pahala seperti orang berpuasa itu, tidak berkurang dari pahala tersebut walau sedikit.”

Amalan lainnya yang dilakukan oleh Rasulullah SAW di bulan Ramadhan adalah beritikaf di masjid. I’tikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dengan niat untuk beribadah, dengan syarat dan rukun tertentu. Ummul mukminin, Aisyah RA berkata :

أنَّ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، كانَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأوَاخِرَ مِن رَمَضَانَ حتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أزْوَاجُهُ مِن بَعْدِهِ

“Sesungguhnya nabi SAW beri’tikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan hingga Allah mewafatkannya, kemudian istri-istrinya beri’tikaf setelahnya.”

Selain amalan yang bersifat pribadi, Rasul di bulan Ramadhan juga melaksanakan jihad berperang di jalan Allah SWT. Di antara peperangan yang dihadiri Rasulullah SAW adalah peristiwa Badar yang terjadi pada tahun ke dua hijriah, antara 300 an pasukan Rasulullah dan sekitar 1000 pasukan kaum Quraisy. Peperangan ini pada akhirnya dimenangkan oleh pasukan Rasulullah. 

Perang badar adalah satu di antara sekian peristiwa penting yang terjadi dan disaksikan sendiri oleh Rasulullah SAW. terdapat peristiwa penting lainnya yang terjadi pada bulan ini di zaman Rasulullah, di antaranya adalah: Peristiwa Fathu Makkah atau pembebasan Mekkah, kepulangan pasukan muslim dari perang Tabuk dan kedatangan kaum dari Bani Tsaqif untuk masuk Islam juga terjadi pada bulan Ramadhan. 

Baca juga: Sedekah Apa yang Paling Utama?

Demikian tadi singkat pembahasan tentang apa yang dilakukan oleh Rasul di bulan Ramadhan. Inti dari keseluruhan amalan itu adalah Rasulullah SAW memanfaatkan masa yang berkah ini untuk memperbanyak ketaatan ke pada Allah SWT dengan berbagai bentuk amalan; baik itu yang bersifat pribadi seperti shalat malam, i’tikaf dan membaca Al Quran, atau yang bersifat sosial seperti bersedekah dan berperang di jalan Allah SWT.

Wallahua’lam bishowab

_

 

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *