Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Jenis Akhlak yang Terpuji dalam Islam dari Al Quran dan Al Hadis

Jenis Akhlak yang Terpuji dalam Islam dari Al Quran dan Al Hadis

Akhlak adalah hal utama di dalam Islam. Ia menjadi salah satu dari 3 pilar utama agama: Syariah, akidah dan Akhlak. Jika sesuai dengan norma agama maka ia bisa dibilang jenis akhlak yang terpuji atau mahmudah, dan jika tidak sesuai dengan norma agama  maka ia disebut jenis akhlak yang tercela atau madzmumah. Tanpa akhlak terpuji, ajaran-ajaran Islam akan kering dari kebijaksanaan, ia bagaikan gurun yang tidak beroase. Secara teori, para ulama menyebut bahwa akhlak yang baik berasal dari dua perkara: pertama, Asal dari keadaan jiwa dan kedua, pembiasaan.

Seorang muslim hendaknya mengambil referensi jenis akhlak-akhlak yang terpuji dari Al Quran dan Al Hadis. Sebagaimana tertera di dalam ayat ke tiga dari surat Al Baqarah: هدى للمتقين atau petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Petunjuk disini amatlah luas cakupannya dan salah satunya adalah Al Quran. Ibunda Kita, Sayyidah Aisyah R.a, juga menyatakan bahwa Rasulullah Saw adalah orang yang paling baik akhlaknya, bahkan beliau mengatakan dengan kalimat yang amatlah indah:   كان خلقه القران Atau jika diterjemahkan berarti, Akhlak Rasulullah adalah Al Quran.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw berkata: sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang terpuji. Rasulullah Muhammad Saw terlahir di kaum yang amat terbelakang dari sisi akhlak. Kabilah-kabilah Arab di saat itu hampir tidak mengenal peradaban. Mereka saling berperang satu sama lain demi kebesaran dan kekuasaan kabilah mereka. Tidak jarang mereka saling hina dan cemooh dengan perkataan yang amat tercela hanya demi menyatakan ke eksistensian kabilah. Mereka juga tidak tega untuk mengubur anak-anak perempuan mereka hanya karena malu jikalau mereka nantinya tidak akan berguna. 

Lantas bagaimana cara kita untuk memahami akhlak islam? Bukankah akhlak atau perbuatan terpuji ini dapat dan bisa didapati dari nilai-nilai kemanusiaan yang memang sudah jamak dikembangkan oleh berbagai peradaban dunia? Apa saja ciri khas akhlak Islam? Untuk itu para ulama Islam mulai merumuskan pengertian akhlak dan bagaimana cara untuk melatih dan menyempurnakannya.

Baca juga: Memperkuat Aqidah, Menambah Rasa Kasih Sayang Kepada Sesama

Abu Hamid Al Ghazali, seorang ulama dari Thous (Iran saat ini), memberikan definisi yang komprehensif tentang maksud dari akhlak, ia mengatakan dalam masterpiecenya, Ihya Ulumiddin: Akhlak berarti suatu keadaan jiwa yang kokoh yang menghasialkan perbuatan dengan mudah tanpa harus direnungkan dan disengaja. Jika keadaan jiwa itu menghasilkan perbuatan terpuji secara akal dan syariat maka  keadaan tersebut disebutdengan akhlak yang terpuji. Jika perbuatan-perbuatan tercela yang lahir dari keadaan jiwa tersebut maka disebut akhlak tercela.”

Al Ghazali disini menyebutkan bahwa akhlak adalah sebuah keadaan jiwa yang kokoh. Atau di dalam padanan bahasa Arabnya disebut rasikhah, yang asal katanya adalah rasakha yang memiliki makna tetap dan stabil. Maksudnya, perbuatan yang dinamakan akhlak bukanlah suatu perbuatan yang dilakukan seseorang sekali kemudian ditinggalkan. Akhlak ini lahir dari sebuah kebiasaan dan bahkan pembiasaan untuk melakukan sebuah kebaikan. Sedekah misalnya, seseorang yang berakhlak suka bersedekah adalah seseorang yang memang telah memiliki keadaan jiwa yang stabil dan kokoh untuk melakukan sedekah di manapun ia berada atau kapanpun ia melakukannya. Ia akan selalu ingin untuk mendermakan hartanya di jalan Allah dan membantu para fakir miskin.

Al Ghazali memberikan catatan dalam definisinya yaitu sesuai akal dan syariat. Jadi, apapun bisa dan mungkin untuk menjadi akhlak yang terpuji apabil ada tuntunan rasio dan syariat di dalamnya. Keduanya haruslah saling bersandingan bagai dua mata koin. Akal digunakan untuk menuntun kita memahami apa yang dimaksud oleh syariat yang termaktub di dalam teks-teks agama seperti Al Quran dan Al Hadis. wallahua’lam bishowab.

Install Takwa App

 

_

Penulis:
Albi Tisnadi Ramadhan,
Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

Editor:
Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *