Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Jangan Ragu, Islam Agama Perdamaian!

Jangan Ragu, Islam Agama Perdamaian!

Tingkah laku sebagian dari pemeluk agama dapat saja mencerminkan suatu agama, akan tetapi untuk melihat hakikat, kita perlu membuka mata lebih jauh, mencari akan inti dari suatu ajaran agama. Begitupun Islam, agama yang dibawa oleh nabi Muhammad Saw ini telah dipeluk oleh lebih dari 1.5 milyar manusia. Dengan segala perbedaan corak, adat, budaya dan letak geografis, Islam mampu mengisi sedikit celah dalam sejumlah unsur kehidupan. Tentu dari jumlah besar itu ada yang menyalahi titah kenabian dan risalah perdamaian yang dibawanya, sehingga tidak jarang memalingkan hakikat agama ini. Untuk itu perlu kiranya kita mengulang kembali pengertian dalam bahwa Islam adalah agama perdamaian.

Agama perdamaian dari langit untuk seluruh bumi

Islam adalah agama “langit” terakhir yang diturunkan oleh Allah Swt untuk menjadi penyempurna dari ajaran agama sebelumnya. Anehnya, agama yang asal kata bahasanya adalah Salaam yang artinya perdamaian ini terlahir di tanah peperangan dan perselisihan, yaitu dataran semenanjung arab. Meskipun begitu nabi Muhammad sebagai messenger atau penyampai risalah menekankan bahwa damai/perdamaian adalah inti dari ajaran agama ini. Mulai dari Al Quran, di dalamnya terdapat 133 kali ayat yang mengandung kata perdamaian. Hal ini berbanding terbalik dari lawan katanya, harb atau perang yang disebutkan 6 kali.

Salah satu dari nama Tuhan yang diimani oleh umat Islam adalah As Salam, yang artinya maha damai.

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Artinya: “Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Damai, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” Imam Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan, As Salam bermakna Dia yang menyelamatkan hambanya dari kezaliman.

 Kemudian di dalam salah satu ibadah paling utama dalam Islam yaitu shalat, tepatnya di dalam tasyahud umat Islam diwajibkan untuk mengucap dan mendoakan keselamatan kepada nabi Muhammad Saw dan  kepada diri sendiri dan umat muslim seluruhnya.

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ,

Install Takwa App

salam damai keberkahan dan salawat baik untuk Allah, kedamaian, rahmat dan keberkahan Allah untuk mu wahai Nabi (Muhammad), kedamaian untuk kami dan hamba Allah Swt yang shalih. Aku bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad Saw utusannya.” Selepasnya, seorang muslim akan menutup shalatnya dengan salah satu rukun lainnya yaitu salam, Assalaamualaikum warahmatullah.

Salam di dalam Islam yang kerap diucapkan saat bertemu juga bermakna keselamatan bagi kalian, dan salam yang juga diucapkan oleh ahli surga juga berbentuk salam yang serupa. Hal ini disebutkan oleh Imam Ath Thobari di dalam tafsirnya. 

تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُۥ سَلَٰمٌ ۚ وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْرًا كَرِيمًا

Artinya: “Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah: Salam; dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.” QS Al Ahzab 44.

 Dalam penerapannya di masa perang sekalipun, agama Islam tetap mencerminkan nilai perdamaian. Larangan untuk membunuh orang tua, wanita dan anak adalah salah satu dari etika perang dalam Islam. Umat muslim juga tidak diperkenankan untuk membabi buta dalam membunuh bagaimana pun keadaannya, dan diperintahkan untuk membalas sesuai kadar dari serangan yang dilakukan oleh musuh.

وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَمَن قُتِلَ مَظْلُومًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِوَلِيِّهِ سُلْطَانًا فَلَا يُسْرِف فِّي الْقَتْلِ ۖ إِنَّهُ كَانَ مَنصُورًا

Artinya: Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. QS Al Isra 33

Baca juga: Perjuangan Palestina, Tanggung Jawab Siapa?

Demikian risalah yang diemban oleh Rasulullah Muhammad Saw ini tidak lain demi menjaga umat manusia keseluruhan, tidak terkecuali dan tentunya hal itu tidak akan dapat terealisasi tanpa adanya perdamaian. Sungguh tidak masuk akal, agama yang ajaran-ajaran dasarnya saja telah menanamkan nilai-nilai perdamaian sebagaimana telah disebutkan di atas, mengajarkan kerusakan, peperangan atau pembunuhan. Perilaku menyimpang dari beberapa kelompok ekstrim dan radikal yang menghalalkan segala cara untuk kepentingan mereka jelas telah menyalahi nilai dasar dari agama ini.

Wallahua’lam bishowab

_

 

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *