Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Jadilah Hamba yang Rendah Hati, Anda Akan Bahagia!

Jadilah Hamba yang Rendah Hati, Anda Akan Bahagia!

Di antara moral mendasar yang perlu dimiliki manusia dalam menjalani kehidupan adalah sikap rendah hati. Rendah hati atau dalam bahasa islam yang disebut tawadhu berarti penerimaan seorang manusia atas apa sebuah ketetapan yang walau ketetapan itu lebih rendah dari yang semestinya.

Sikap ini selayaknya untuk difahami dan diterapkan oleh siapa saja, kaya, miskin, tua, muda, hamba dan bahkan tuan. Lawan dari sikap ini adalah sombong. Rasulullah juga menjanjikan berbagai kebaikan yang akan didapatkan seorang muslim dari sifat ini. Tentang tata cara agar menjadi hamba yang rendah hati; para ulama telah mengintisarikan beberapa ayat dalam Al Quran dan Hadis nabi SAW untuk kita para umat terapkan dalam keseharian.

Selengkapnya tentang ajaran rendah hati dari Islam

  1. Ajakan Al Quran dan Sunnah untuk rendah hati

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (QS Asy Syuara: 215) Dalam terjemahan langsung dari bahasa Arab, Al Quran menggunakan kata Ikhfidz Janahaka, yaitu sebuah penggambaran dari burung yang melebarkan sayapnya ketika bersama anak-anaknya. Penaungan yang diberikan induk burung ini yang digambarkan sebagai kerendahan hati oleh Al Quran.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah). (QS Al Hajj: 34)

Al Quran menggunakan kata mutkhbith, yang secara bahasa artinya orang yang rendah hati pada tuhannya. Di sini Allah mengabarkan berita gembira bagi orang-orang yang berendah hari di hadapan manusia lainnya. Rasulullah SAW pun tidak kurang menyatakan pentingnya sifat ini bagi umat yang dicintainya.

Install Takwa App

ما نقصت صدقةٌ من مالٍ ، وما زاد اللهُ عبدًا بعفوٍ إلا عزًّا ، وما تواضع عبدٌ إلا رفعه اللهُ

“Tidak lah berkurang harta karena sedekah, dan tidak akan bertambah bagi seorang hamba yang memaafkan kecuali kemuliaan, dan tiada hamba yang berendah hati kecuali akan diangkat (derajatnya) oleh Allah.” (HR Muslim)

مَنْ تَرَكَ اللِّبَاسَ تَوَاضُعًا لِلَّهِ وَهُوَ يَقْدِرُ عَلَيْهِ دَعَاهُ اللَّهُ يَوْمَ القِيَامَةِ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنْ أَيِّ حُلَلِ الإِيمَانِ شَاءَ يَلْبَسُهَا

“barang siapa yang meninggalkan pakaian karena kerendahan hatinya pada Allah sedangkan ia mampu untuk memakainya, Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan makhluk lainnya dan memilihkan untuknya perhiasan keimanan untuk dipakaikan padanya. (HR Tirmidzi)

Di zaman sekarang pakaian yang nabi SAW sanjung ini tentunya dapat berubah konotasinya sesuai dengan hal yang dibutuhkan. Sungguh banyak kaum muslim yang menghambur-hamburkan harta demi untuk memakai perhiasan, pakaian atau hal lainnya tanpa menimbang kemanfaatannya. Di sini lah sikap rendah hati untuk tetap sederhana berperan untuk menahan sikap konsumtif umat manusia yang berlebihan.

  1. Tanda-tanda kerendahan hati

Di antara orang yang rendah hati adalah sikapnya yang selalu mementingkan kehidupan akhirat dan keselamatannya kelak di hadapan pengadilan Allah SWT. dari sikap itu, seorang muslim yang rendah hati tidak akan melihat buruk orang lain, dan selalu melihat kondisi dirinya sendiri dari pada melihat keburukan orang lain.

Muslim yang rendah hati tentuya akan menghargai diri dan orang lain dengan menepati segala janji. Ia melihat dirinya tidak lah besar sehingga berhak untuk berlaku semena-mena terhadap orang lain. Ia selalu mencoba untuk mempelajari hal baru, mendalami agama dan menerapkannya dalam kehidupan. Karena kemuliaan baginya hanya lah nilai dari Tuhannya yaitu ketakwaan.

Karena kerendahan hatinya, seorang hamba tidak akan banyak menghamburkan harta untuk kesenangan dunia. Karena ia berendah hati pada Tuhannya, dan menjaga bahwa segala rezeki yang diberikan akan dihisab oleh Allah SWT. Maka hamba itu akan menggunakan hartanya di jalan-jalan kebaikan seperti sedekah dan zakat.

Baca juga: Syafaat: Definisi, Dalil, Syarat, dan macam-macamnya

 

  1.     Keuntungan dari sifat rendah hati

Berbagai keuntungan dari sifat ini, di antaranya adalah tingginya derajat yang Allah berikan untuknya. Mereka yang membiasakan untuk berendah hati tentu meresakan kebahagiaan baik di dunia dan di akhirat, sebagaimana janji Allah SWT bagi yang melakukannya.

Orang yang berendah hati tentu dicintai oleh seluruh umat manusia. Karena secara fitrah manusia tidak menyukai orang yang sombong, maka tentu atas rahmat dari Allah, mereka yang rendah hati akan selalu dikelilingi oleh orang-orang baik. Mereka juga akan selalu awas pada segala bentuk goncangan keimanan dalam bentuk rayuan kesenangan dunia, dari itu Allah SWT tentu akan selalu membersamainya.

Wallahua’lam bishowab

_

 

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *