Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Doa Ketika Turun Hujan dalam Kitab-kitab Hadis

Doa Ketika Turun Hujan dalam Kitab-kitab Hadis

Air adalah sumber kehidupan, maka tidak heran jika di beberapa daerah yang kekeringan, doa turun hujan seringkali dilafalkan penduduknya.

Hujan merupakan salah satu rahmat yang Allah turunkan ke bumi, karena air adalah komponen yang sangat penting dalam kehidupan makhluk hidup, dalam Al-Quran Allah meceritakan pentingnya air :

وجعلنا من الماء كل شيء حي

Dan kami (Allah) jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air”.

Agama islam selalu mengajarkan kita untuk bersyukur atas segala nikmat. Islam tidak pernah membiarkan satu nikmat berlalu tanpa ada dari rasa syukur dari kita, termasuk turunnya hujan. Salah satu bentuk rasa syukur kita atas turunnya hujan, kita manfaatkan air yang turun ke bumi dengan sebaik-baiknya, tidak menghamburkannya. Selain itu bisa dengan cara mengingat siapa yang menurunkan hujan ini, lalu berdoa kepadaNya sambal mengucapkan rasa syukur atas rahmat yang Ia turunkan ke bumi. Rasulullah Saw mengajarkan  bagaimana kita berdoa dan apa yang kita ucapkan Ketika turun hujan. Ada cukup banyak doa yang Rasulullah panjat kan ketika turun hujan, yang maknanya memohon kepada Allah agar hujan yang turun bermanfaat. Berikut beberapa doa yang beliau SAW ajarkan :

(عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ “صَيِّبًا نَافِعًا” (رواه البخاري

Dari Siti Aisyah RA bahwasanya Rasulullah ketika melihat hujan turun beliau berdoa : “Jadikan lah hujan yang bermanfaat”. (HR.Bukhori).

Install Takwa App

(فَإِنْ مُطِرَ قَالَ : “اللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيئًا” (رواه أبو داود

Dalam Sunan Abu Daud ada tambahan kalimat اللهم  sebagai permulaan doa, dan kalimat  نافعا diganti dengan kalimat هنيئا yang sedikit banyak maknanya sama, yaitu bermanfaat/baik.

(فَإِنْ أَمْطَرَ قَالَ : “اللَّهُمَّ سَيْبًا نَافِعًا” مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثَةً (رواه ابن ماجه

Sementara dalam Sunan Ibnu Majah, kalimat صيبا  digantikan dengan kalimat سيبا, yang sama-sama berarti sesuatu yang turun, yang dalam konteks hadis ini artinya hujan/air hujan.

Sementara doa turun hujan yang sering kita dengar di Indonesia adalah yang diriwayatkan dalam musnadnya Imam Ahmad bin Hanbal :

“عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ : “اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Selain doa yang telah disebutkan di atas, Rasululah SAW juga menganjurkan kita untuk memperbanyak doa ketika hujan, karena waktu hujan adalah salah satu waktu doa akan diijabah, dalam suatu hadis dalam kitab Sunan Abu Daud Rasulullah SAW bersabda :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ثِنْتَانِ لَا تُرَدَّانِ أَوْ قَلَّمَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ وَعِنْدَ الْبَأْسِ حِينَ يُلْحِمُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا قَالَ مُوسَى وَحَدَّثَنِى رِزْقُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ  الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِى حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ وَوَقْتَ الْمَطَرِ (رواه أبو داود

Rasulullah SAW bersabda : “2 waktu doa tidak akan ditolak atau jarang ditolak : ketika azan dan ketika berperang, saat 2 kubu saling menyerang”. Ditambahkan dalam Riwayat lain oleh Musa bin Ya’qub : dan juga ketika waktu turunnya hujan.

Walaupun tambahan dari Musa bin Ya’qub dihukumi lemah oleh para ulama, namun tidak ada salahnya kita memperbanyak doa ketika hujan turun.

 

Berikut telah disebutkan 4 doa yang dibaca ketika turun hujan yang kita dapatkan dari berbagai Riwayat dalam kitab-kitab hadis dari Rasulullah SAW dan anjuran untuk memperbanyak doa ketika turun hujan. Kita juga sudah mengetahui bahwa maksud dari ketiga doa ini sama, yaitu memohon kepada Allah agar menjadikan hujan yang turun bermanfaat dan tidak berbahaya. Sekarang ada pertanyaan, bolehkah kita berdoa dengan doa lain, misalkan yang diamalkan oleh para ulama dan orang soleh, baik itu Bahasa Arab, Indonesia, atau bahkan Bahasa daerah seperti jawa? Tentu saja boleh, bahkan doa yang kita ucapkan dengan Bahasa sendiri boleh, asalkan diucapkan dari hati, karena doa yang difahami dan diucapkan dari hati insya Allah akan sampai kepada Allah dan Kembali dengan jawaban atas permintaan kita.

 

_

Penulis:

Penulis:
Fikri Hakim,
Alumni Fakultas Ushuluddin Program Studi Tafsir, Al-Azhar – Kairo.

Editor:
Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *