Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Cara Sholat Idul Fitri, Sejarah dan Hukum Mengerjakannya

Cara Sholat Idul Fitri, Sejarah dan Hukum Mengerjakannya

Umat muslim memiliki 2 hari raya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Setiap pekerjaan yang dilakukan seorang muslim selalu berkaitan erat dengan Tuhannya, tidak terkecuali hari raya. Hari raya dalam agama islam diisi dengan ibadah, agar seorang muslim senantiasa ingat kepada sang Pencipta di kala senang maupun susah. Hari raya idul Fitri yang bagi Muslim Indonesia merupakan hari raya terbesar juga tidak luput dari ibadah, ibadah yang dilakukan saat hari raya idul Fitri diantaranya: Sholat Idul Fitri, bersilaturahmi, membayar zakat, berbagi dengan keluarga. Sholat Idul Fitri adalah ibadah yang terpenting dan hanya dilakukan sekali selama satu tahun, seorang muslim rasanya perlu untuk mengetahui tata cara sholat Idul Fitri, agar ia bisa mengerjakan ibadah dengan benar.

Pengertian dan Hukum Sholat Idul Fitri

Sholat Idul Fitri merupakan sholat yang dikerjakan pada hari raya Idul fitri, 1 Syawwal setiap tahunnya, dimulai setelah terbit sampai tergelincirnya matahari, atau dengan kata lain, waktu mengerjakan sholat Idul Fitri merupakan waktu mengerjakan sholat dhuha.

Sholat Idul Fitri disyariatkan bagi setiap muslim, baik itu merdeka atau pun budak, bahkan bagi perempuan yang sedang tidak sholat karena haidh ataupun nifas juga disunahkan untuk ikut meramaikan perayaan ini dengan hadir ke lapangan tempat dikerjakan sholat Idul Fitri.

Hukum mengerjakan sholat Idul Fitri menurut madzhab Syafi’i adalah sunnah muakkadah, atau sunnah yang selalu dikerjakan Rasulullah SAW semasa hidupnya, sama seperti madzhab Syafi’I, madzhab Maliki juga memandang bahwa hukumnya sunnah muakkadah. Sementara menurut Imam Abu Hanifah hukumnya wajib bagi setiap orang muslim dan Imam Ahmad berpendapat hukumnya wajib hanya bagi Sebagian muslim saja, hal ini dijelaskan syekh Nawawi al Bantani dalam kitab Quut al haabib al ghorib tawsyih al ibni Qosim:

وَصَلَاةُ العِيْدَيْنِ عِنْدَنَا وَعِنْدَ الْإِمَامِ مَالِكٍ سُنَّةٌ لِقَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدَ أَبِيْ حَنِيْفَةَ وَاجِبَةٌ عَيْنًا وَعِنْدَ الإِمَامِ أَحْمَدَ وَاجِبَةٌ كِفَايَةً

“Dan hukum mengerjakan sholat ‘id menurut kami (Syafi’iyyah) dan Imam Malik sunnah (muakkadah) sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah, dan menurut Imam Abu Hanifah hukumnya Wajib bagi setiap muslim dan wajib bagi sebagian muslim menurut Imam Ahmad”.

Awal Mula Disyariatkan Sholat Idul Fitri

Sholat Idul Fitri baru disyariatkan pada tahun ke 2 setelah nabi Hijrah, atau hampir 15 tahun setelah Nabi Muhammad diutus menjadi nabi dan rasul, tepatnya sholat Idul Fitri disyariatkan pada bulan Sya’ban tahun ke 2 setelah Hijrah nabi ke Madinah. Sholat ied yang pertama dikerjakan nabi Muhammad adalah sholat Idul Fitri pada bulan Syawwal di tahun yang sama.

Install Takwa App

Tata Cara Sholat Idul Fitri

Cara sholat Idul Fitri secara umum sama dengan sholat Idul Adha, yang membedakan hanya niatnya saja, sementara yang lainnya sama persis. Ada pun niat mengerjakan sholat Idul Fitri:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ عِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Usholli sunnata ‘idil fitri rak’ataini imaman/ma’muman lillahi ta’ala.

Sebelum memulai sholat, seorang bilal mengumumkan bahwa sholat akan segera dimulai dengan mengumandangkan kalimat:

الصَّلَاةُ جَامِعَة

Assholatu ja’miah

Setelah imam dan ma’mum siap mengerjakan sholat, dan berniat di dalam hari masing-masing, imam memulai sholat dengan membaca takbiratul ihram. Setelah membaca takbiraul ihram dan membaca doa iftitah imam melanjutkan takbir sebanyak 7 kali yang diselingi dengan bacaan:

سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ للهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah, wal hamdulillah, wa

laa ilaaha illa Allah, wallahu akbar.

 Setelah membaca takbir 7 kali, imam sholat seperti biasa dengan membaca surah Al Fatihah dilanjutkan dengan surah pendek dan sholat sebagaimana biasanya. Pada rakaat kedua setelah membaca takbirotul intiqol atau takbir yang dibaca saat berpindah dari satu gerakan ke gerakan lainnya, imam berdiri dan membaca takbir sebanyak 5 kali diselingi dengan bacaan yang sama seperti saat rakaat pertama lalu dilanjutkan dengan sholat seperti biasa.

Baca juga: Bekal Menghadapi Pandemi, Begini Tata Cara Sholat Idul Adha

 

Khutbah Idul Fitri

Setelah selesai mengerjakan sholat, disunnahkan untuk menyambung sholat dengan khutbah idul fitri. Disunahkan pada saat khutbah untuk bertakbir sebanyak 9 kali pada khutbah pertama dan 7 kali pada khutbah kedua. Rukun khutbah idul fitri sama dengan rukun khutbah Jum’at, yang menjadi pembeda adalah takbir yang diucapkan pada awal khutbah. Selain takbir, disunahkan saat khutbah idul fitri bagi khatib untuk menjelaskan hukum dan tata cara zakat fitri bagi jamaahnya. Setelah selesai mengerjakan sholat dengan cara sholat idul fitri yang baik, disunahkan untuk bersalaman dan saling bermaafan, karena hakikatnya idul fitri bukan waktunya memamerkan fashion terbaik, namun idul fitri menjadi saat yang tepat untuk mereborn diri kita yang sebelumnya kotor dan penuh dosa, menjadi seorang yang lebih baik. Wallahu a’lam

_

Penulis:
Fikri Hakim,
Alumni Fakultas Ushuluddin Program Studi Tafsir, Al-Azhar – Kairo.

Editor:
Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *