Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Bagaimanakah Perjuangan Rasulullah SAW di Padang Mahsyar?

Bagaimanakah Perjuangan Rasulullah SAW di Padang Mahsyar?

Padang mahsyar adalah dataran yang sangat luas, tempat berkumpulnya makhluk yang pertama hingga makhluk yang terakhir yang hidup. Padang mahsyar berada di alam akhirat dan dikatakan berpasir. Tidak terlihat tinggi maupun tidak terlihat rendah. Di mahsyar inilah semua makhluk Allah yang berada di tujuh lapisan langit dan bumi termasuk malaikat, jin, manusia, binatang berkumpul dan berdesak-desakan.

Setiap manusia pada hari pengadilan akan hadir di mahsyar diiringi dengan dua malaikat, yang satu sebagai pengiringnya dan yang satu lagi sebagai saksi atas segala perbuatannya di dunia. Di hari itu, semua orang disibukkan dengan urusannya masing-masing, sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi:

لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيْهِ

Setiap orang dari mereka pada hari itu, mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. (Q.S Abasa :37)

Dari ayat ini maka jelaslah bahwa pada hari itu semua orang akan sibuk dengan urusannya masing-masing, mereka akan lupa terhadap saudara, keluarga, kerabat, dan lain sebagainya. Tapi pada waktu itu hanya ada satu orang yang paling sibuk di Akhirat, Siapakah dia? Lalu sibuk untuk apakah dia?. Dia sangat sibuk untuk menyelamatkan umatnya, dan siapakah dia?, dia adalah Rasulullah SAW.

Pada hari itu semua suami lari dari istrinya, istri lari dari suaminya, anak lari dari orang tuanya, orang tua pun lari dari anaknya, pasangan lari dari pasangannya, sahabat lari dari sahabatnya, pada hari itu semua orang sibuk dengan urusannya sendiri. Semua orang, Nabi Adam, Nabi Nuh, bahkan semua Nabi dan semua manusia pada hari itu sibuk dengan dirinya sendiri. Tapi Rasulullah SAW satu-satunya orang yang pada hari itu sangat sibuk luar biasa, ketika sedang di padang mahsyar Rasulullah langsung mencari mana umatku, mana umatku.

Dikumpulkanlah semua umatnya, kemuadian nabi sujud kepada Allah SWT dalam sujud yang sangat lama. Hingga Allah mengatakan Ya Muhammad!, bangkitlah dari sujudmu, mintalah, maka Aku akan beri. Ya Allah aku tidak akan bangkit daru sujudku sebelum aku mendapatkan apa yang Engkau janjikan. Wahai Muhammad mintalah. Ya Allah berikanlah aku kesempatan untuk memberi minum kepada umatku, mereka kehausan Ya Allah, mereka kepanasan di bawah terik matahari, kasihanilah mereka Ya Allah.

Install Takwa App

Akhirnya Allah mengatakan, Ya Muhammad, ini telaga alkautsar, beri minum kepada umatmu. Ketika itu beliau memanggil umatnya untuk memberikan minum kepada mereka satu persatu. Sungguh luar biasa kepedulian Rasulullah SAW terhadap umatnya, Rasulullah SAW padahal sudah dijamin masuk ke dalam Surga-Nya Allah, surganya surga firdaus, sudah ditunjukkan kepadanya nikmat surga firdaus, tapi beliau tak rela, beliau ingin umatnya ikut bersamanya, merasakan nikmatnya surga tersebut.

Baca Juga: Sahabat Nabi SAW, Generasi Umat dari Masa Terbaik

Di tampakkan kepada beliau ini firdaus, ini surgamu wahai Muhammad, nabi tidak tersenyum sedikit pun. Beliau bertanya lagi, umatku dimana Ya Allah?, ini firdaus, umatku dimana Ya Allah?, mereka di padang mahsyar. Nabi langsung keluar dari surga mencari umatnya. Ia memberi minum satu persatu, wahai umatku, wahai umatku, umatku.

Betapa bahagianya beliau, ketika beliau bertemu dengan umatnya. Lalu beliau memberi minum umatnya, sekali tegukan minuman itu kita tak akan haus lagi selamanya. Ketika seorang ibu, ayah, kekasih, meninggalkan kita, justru Rasulullah sibuk mencari kita. Setelah memberi minum Rasulullah SAW pun sujud kembali, sujudnya lama sekali. Sambil menangis dihadapan Allah, Ya Rabbi, Ya Rabbi, Ya Rabbi..

Lalu Allah mengatakan, bangun Ya Muhammad, akan Kuberikan apa yang kau minta, Ya Allah, selamatkanlah umatku dari shirat, lalu Allah berkata, maka tunggulah di ujung shirat, Nabi Muhammad menunggu kita di ujung shirat sambil mengatakan Allahumma Sallim, Allahumma Sallim (Ya Allah selamatkanlah, Ya Allah selamatkanlah).

Maka yang amalnya banyak, ia akan berhasil melewati shirat. Ada juga yang jatuh ke dalam Neraka. Ketika beliau tahu umatnnya masih banyak yang berada di dalam Neraka, langsung beliau sujud kembali dihadapan Allah, sujud yang sangat lama. Allah mengatakan Ya Muhammad bangkitlah, bangkitlah dari sujudmu, apa yang kau inginkan?, Ya Allah selamatkanlah seseorang dari api Neraka, yang didalam hatinya ada iman walau sekecil biji kurma. Akhirnya Allah berkata selamatkan mereka.

Nabi langsung pergi ke pintu Neraka dan menyelamatkan mereka. Ketika bertemu dengan Rasulullah, mereka bertemu dalam keadaan habis disiksa luar biasa, wajah mereka, tubuh mereka pun rusak parah. Rasulullah melihat mereka dengan air mata kasihan, memeluk mereka, dan dipersilahkan masuk ke dalam Surga.

Setelah selesai nabi kembali kehadapan Allah. Dibawah Arsy-Nya, nabi bersujud kembali yang lama, dalam sujud yang lama itu kemudian nabi menangis, Ya Allah. Kemudian Allah berkata Ya Muhammad, kenapa menangis? Ya Allah selamatkanlah umatku dari api Neraka, yang didalam hatinya ada iman walaupun sebesar biji jagung. Maka keluarlah sekian ribu, sekian juta dari umat Nabi Muhammad SAW.

Setelah itu, Nabi kembali lagi ke Arsy-Nya Allah dan bersujud kembali. Ya Muhammad bangkit, apa yang kau inginkan?. Ya Allah keluarkanlah umatku dari dalam api Neraka yang di dalam hatinya masih terdapat iman walau sekecil biji zarroh. Lalu Allah berkata Aku izinkan. Kemudian Rasul berlari lagi ke Neraka menyelamatkan umatnya kembali.

Lalu beliau bersujud kembali dan berkata Ya Allah, kemudian Allah berkata, apalagi Ya Muhammad, bukankah Aku sudah menyelamatkan banyak dari uamtmu?. Ya Allah, demi kasih sayang-Mu yang Engkau miliki, selamatkanlah umatku yang mereka tidak memiliki amal kecuali hanya mengatakan Laa ilaaha illa Allah. Kata Allah aku izinkan. Nabi Muhammad kemudian lari lagi ke Neraka menyelamatkan kita dengan seizin Allah.

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad, Ya Rasulullah terkadang aku merenung, masih pantaskah aku merindukanmu, masih pantaskah aku mengharapkan syafaatmu, masih pantaskah aku duduk terpaku mengucapkan sholawat ketika namamu disebut. Ditengah banyaknya kesalahan yang telah kuperbuat, ditengah rangkaian kelalaianyang pernah kuukir, ditengah kemaksiatan-kemaksiatan yang senantiasa menambah panjang deretan-deratan dosa-dosaku.

Ya Rasulullah perkenankanlah aku mencintaimu semampuku, dengan segala kelemahan dan kekuranganku, dengan segala kelalaianku, Ya Rasulullah perkenankan aku menjadi umatmu yang mendapatkan syafaatmu kelak. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Demikianlah perjuangan Rasulullah SAW di Padang Mahsyar dalam menolong umatnya. Dan semoga kita kelak termasuk golongan umatnya yang akan mendapatkan syafaatnya. Aamiin

_

 

Penulis:

Yanuar Huda Assa’banna,

Alumni Fakultas Syari’ah di UNIDA GONTOR

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *