Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Bagaimana Hakikat Shirat yang Akan Dilalui oleh Setiap Muslim?

Bagaimana Hakikat Shirat yang Akan Dilalui oleh Setiap Muslim?

Di antara kejadian yang akan dirasakan oleh setiap manusia di hari akhirat adalah melintasi shirat. Shirat adalah sebuah jembatan memanjang di atas api neraka, lebih tajam dari pada pedang dan lebih halus dari pada batang rambut. Seluruh umat manusia akan melintasinya tidak terkecuali. Siapa yang taat dan menjalankan kebaikan dengan kuasa Allah Swt ia akan melintasinya tanpa kendala, sebaliknya hamba yang memenuhi harinya dengan maksiat dan dosa akan kesulitan di saat melintasinya, bahkan tidak mampu sama sekali untuk melintasinya.

Umat Islam tidak mengenal shirat kecuali dari hadis-hadis nabi. Hal ini berkaitan dengan akidah umat Islam yang patut diimani karena telah ada keterangan nas shahih yang menyatakan serta mengisahkan wujud dan kejadian apa saja yang akan terjadi saat manusia melintasi shirat. Catatan singkat ini akan mencoba mengungkap sekilas tentang peristiwa di jembatan ini dengan berlandaskan hadis-hadis nabi Saw. Salah satunya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahih-nya:

 وَيُضْرَبُ جِسْرُ جَهَنَّمَ ” قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” فَأَكُونُ أَوَّلَ مَنْ يُجِيزُ، وَدُعَاءُ الرُّسُلِ يَوْمَئِذٍ: اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ.  

“dan akan ditetapkan Jembatan Jahannam (Shirat) Rasulullah Saw bersabda: ‘akulah yang pertama akan melaluinya’, dan doa rasul saat itu adalah “Allahumma Sallim, Allahumma Sallim”

Bagaimana kondisi umat saat melintasi shirat?

Hadis di atas adalah sebuah potongan dari hadis panjang yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Bab Shirat wal Jasr. Hadis tersebut berkisah tentang kondisi seluruh umat di saat hari perhitungan. Sementara tentang hakikat dan kondsisi umat Rasulullah Saw saat melintasi shirat para Syurrah Bukhari, atau pengarang kitab penjelas dari teks Shahih Bukhari banyak meriwayatkan penjelasannya dari periwayatan dari kitab hadis lainnya.

Salah satunya adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar Asqalani dalam kitab Fathul Bari Bisyarhi Shahihil Bukhari beliau meriwayatkan hadis dari Ibnu Abbas Ra yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad: di saat umat nabi Saw tiba di shirat,  Allah Swt berkata, wahai Muhammad apa yang engkau kehendaki aku perbuat pada ummat mu? Maka aku berkata “wahai Tuhan ku, percepatlah hisab (perhitungan amal) mereka.”

Dalam Shahih Bukhari, Hadis Syafa’at Nabi Saw berkata jembatan akan diletakan di antara kedua sisi Jahannam. Kami berkata, apa maksud dari jembatan ini? Ia adalah sebuah jalanan yang licin, di atasnya terdapat dur, kail dan bebatuan, yang terhampar. Terdapat banyak rintangan yang menghalangi, seperti yang terdapat di Najd yang dikenal dengan sebutan Sa’dan (sejenis tumbuhan berduri). Seorang mukmin akan melintasinya seperti petir dan seperti angin atau seperti kuda yang berlalu. Maka ada yang melaluinya tanpa luka, atau terluka dan yang terkumpul dalam jahannam dan yang terakhir akan melintasinya dengan menaiki awan.  

Install Takwa App

Berikut teks hadisnya:

يؤتى الحسر فيجعل ببين ظهري جهنم قلنا يا رسول الله وما الجسر؟ قال مدحضة مزلة عليه خطاطيف و كلاليب و حسكة مفلطحة لها شوق عقيفاء تكون بنجد يقال لها السعدان يمر المؤمن عليها كالبرق و كالريح و كأجاويد الخيل و الركاب فناج مسلم و ناج مخدوش و مكدوس فى نا جهنم حتى يمر اخرهم يسحب سحبا.

 

Sementara itu dalam kitab Irsyadus Sari Lisyarhi Shahil Bukhari, Syihabuddin Al Qasthalany berkata, “yang akan melintasi shirat akan terbagi 3 kelompok: ialah yang selamat tanpa luka, ia yang binasa saat awal melintasi, dan pertengahan keduanya yaitu ia terluka di saat melintas namun dapat selamat. Dan setiap kelompok akan terbagi menjadi berbagai bagian sesuai dengan kadar amalannya. Dan sebagaimana disebutkan di Bahjatun Nufus bahwa shirat dengan ketipisan dan ketajamannya cukup untuk dilalui oleh seluruh makhluk dari Adam As hingga terjadinya kiamat.”

Baca juga: 10 Malaikat Dan Tugasnya Yang Wajib Kita Ketahui

Demikian adalah uraian singkat tentang hakikat dari Shirat dan kejadian yang pasti akan dialami oleh seorang hamba-Nya. Shirat sendiri melambangkan kuasa Allah Swt yang tiada batas, Ia berhak untuk mengangkat hambanya dan memuliakannya di hadapan makhluk lainnya dengan kemurahannya memudahkan jalan perlintasan shirat, sebaliknya Ia juga berhak menghina hambanya yang ahli berbuat dosa dengan cara mempersulit bahkan menjatuhkannya ke dalam panas Api neraka. Naudzubilla min dzalik.

Wallahua’lam bishowab

_

Penulis:
Albi Tisnadi Ramadhan,
Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

Editor:
Azman Hamdika Syafaat

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *