Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Aqiqah adalah: Pengertian, Hukum, Hikmah Dan Ketentuan dalam ​Aqiqah

Aqiqah adalah: Pengertian, Hukum, Hikmah Dan Ketentuan dalam ​Aqiqah

Pengertian Aqiqah

Aqiqah adalah kambing yang disembelih untuk anak yang dilahirkan pada hari ketujuh kelahirannya.

Hukum Aqiqah

Aqiqah hukumnya sunnah muakkad, atau sunnah yang harus diutamakan. Dalam hal ini berarti seorang muslim yang mampu melaksanakannya (karena mempunyai harta yang cukup) maka ia dianjurkan untuk melakukan aqiqah bagi anaknya saat anak tersebut masih bayi. Sementara bagi orang yang kurang atau tidak mampu, pelaksanaan aqiqah dapat ditiadakan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW:

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُسَمَّى وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, dilakukan penyembelihan untuknya pada hari ketujuh (dari hari kelahirannya), diberikan nama dan dicukur rambutnya.” (HR. Imam Ahmad)

Hikmah Aqiqah

Aqiqah adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia seorang anak dan sebagai wasilah kepada Allah SWT untuk menjaga dan memelihara anak yang telah dilahirkan.

Ketentuan Hukum Seputar Aqiqah

  1. Kondisi kesehatan dan usia hewan aqiqah.

Hewan yang memenuhi syarat untuk kurban, baik dari umurnya dan terbebas dari cacat diperbolehkan untuk aqiqah, sedangkan hewan yang tidak memenuhi syarat untuk berkurban, maka tidak diperbolehkan untuk aqiqah.

 

Install Takwa App

Baca Juga: Sebelum Membeli Hewan Kurban, Bacalah Artikel ini

 

  1.     Memakan dagingnya sebagian dan memberikannya sebagian.

Disunahkan membagikan daging aqiqah sebagaimana membagikan daging kurban, sehingga aqiqah dapat dimakan oleh anggota keluarganya, disedekahkan, dan dihadiahkan. Namun terdapat perbedaan antara daging hasil aqiqah dengan daging hasil kurban. Dalam bentuk pembagiannya, daging aqiqah harus diberikan dalam keadaan yang sudah matang, tidak boleh masih dalam keadaan mentah layaknya daging kurban.

  1.     Hal-hal yang disunahkan pada saat aqiqah.

Untuk anak laki-laki disunahkan melaksanakan aqiqah dengan dua ekor kambing, karena Rasulullah SAW menyembelih dua ekor kambing untuk aqiqah Al-Hasan. Adapun untuk anak perempuan cukup satu ekor kambing saja.

Disunahkan juga memberi nama anak pada hari ketujuh danhendaknya memilihkan untuk anaknya nama yang terbaik, mencukur rambutnya, dan menyedekahkan emas, perak, atau logam mulia lainnya seberat rambut anak. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُسَمَّى وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, dilakukan penyembelihan untuknya pada hari ketujuh (dari hari kelahirannya), diberikan nama dan dicukur rambutnya.” (HR. Imam Ahmad)

 

Pada hal ini disunahkan untuk mencukur rambut anak laki-laki bukan anak perempuan, karena sesungguhnya dimakruhkan mencukur rambut anak perempuan.

  1.     Mengumandangkan azan dan iqamah di kedua telinga bayi.

Para Ulama menganjurkan untuk mengumandangkan azan di telinga kanan bayi dan iqamah di telinga kiri bayi ketika baru lahir, dengan harapan agar Allah SWT menjaganya dari gangguan Ummu Shibyan atau jin yang mengikuti bayi. Hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad  SAW yaitu:

مَنْ وُلِدَ لَهُ مَوْلُوْدٌ فَأَذَّنَ فِيْ أُذُنِهِ اليُمْنَى، وَأَقَامَ فِيْ أُذُنِهِ اليُسْرَى لَمْ تَضُرُّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ

“Barang siapa mempunyai anak yang baru lahir, lalu ia mengumandangkan azan di telinga kanan bayi dan iqamah di telinga kiri bayi, maka Ummu Shibyan tidak dapat mengganggunya.”

  1. Apabila telah terlewati tujuh hari dan belum disembelihkan aqiqah untuknya.

Jika sekiranya melewati tujuh hari dari hari kelahiran bayi dan belum disembelihkan aqiqah untuknya, maka sah-sah saja disembelihkan aqiqah pada hari keempat belas atau kedua puluh satu. Namun jika bayi tersebut meninggal sebelum hari ketujuh, maka tidak perlu aqiqah bagi bayi tersebut.

Demikianlah beberapa penjelasan tentang aqiqah dalam syari’at islam. Semoga dapat menambah khazanah ilmu bagi kita semua. Aamiiin

_

 

Penulis:

Yanuar Huda Assa’banna,

Alumni Fakultas Syari’ah di UNIDA GONTOR

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *