Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Apa Saja Larangan Wanita Haid dalam Fiqih Islam?

Apa Saja Larangan Wanita Haid dalam Fiqih Islam?

Islam amat memperhatikan perkara wanita dari awal hingga akhirnya. Salah satu perkara yang dibahas terperinci adalah haid. Hal ini karena Islam memahami perubahan kondisi wanita baik dari sisi kejiwaan, fisik hingga emosi bagi seorang wanita yang sedang haid. Karena itu juga terdapat beberapa larangan wanita haid untuk dilakukan karena menyangkut kemaslahatan wanita itu sendiri.

Tidak dipungkiri di zaman ini banyak wanita muslim yang belum benar-benar memahami apa saja yang dilarang untuk dilakukan di masa haid. Hal ini dapat berdampak buruk bagi seorang wanita, karena jelas ia melakukan hal yang diharamkan oleh agama. Padahal para ulama telah menjelaskan secara mendetail tentang perkara haid dan aturan apa saja yang berkaitan dengannya.

Larangan wanita haid beserta dalilnya

Sebelum membahas pada apa saja larangan wanita haid, penulis ingin sekilas menjelaskan pengertian dari haid. Haid merupakan istilah yang berasal dari bahasa arab yang berarti aliran. Sementara menurut istilah para fuqaha haid berarti: darah alami dari fisik yang wajar keluar dari ujung rahim wanita, karena sehat dan dalam waktu tertentu.

Berikut bebera hal yang dlarang bagi wanita untuk dilakukan beserta penjabarannya:

–          Sholat

فَإِذَا أقْبَلَتْ حَيْضَتُكِ فَدَعِي الصَّلَاةَ، وإذَا أدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ ثُمَّ صَلِّي

“apabila tiba masa haid mu tinggalkan lah shalat, apabila tuntas maka bersuci lah (mandi besar) kemudian sholat.” (HR Bukhari). Seorang wanita haid tidak wajib untuk mengganti sholat yang dia tinggalkan semasa haid.

Install Takwa App

–          Puasa

Puasa dengan segala jenisnya, baik wajib di bulan Ramadhan dan sunnah seperti puasa puasa senin-kamis, dawud, dan arafah. Selain karena perintah syariat, pelarangan puasa di masa haid juga berkaitan dengan kesehatan wanita.

أَليسَ إذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ ولَمْ تَصُمْ، فَذلكَ نُقْصَانُ دِينِهَا

“Bukan kah apabila (wanita) haid tidak shalat dan tidak puasa? Ini lah kurangnya (kewajiban) atas agamanya” (HR Bukhari)

–          Menyentuh, membawa, dan membaca Al Quran

لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

“tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci.” (QS Al Waqiah 79) Kata “mass” dalam ayat ini bagi ulama syafi’iyah berarti kesucian dari hadas besar seperti junub dan haid.

–          Thowaf

Thowaf adalah salah satu ibadah rukun dalam haji dan umroh. Wanita yang sedang dalam keadaan haid dilarang untuk melakukan thowaf karena lambang kesucian masjidil haram dan ka’bah.

قَدِمْتُ مَكَّةَ وأَنَا حَائِضٌ، ولَمْ أَطُفْ بالبَيْتِ ولَا بيْنَ الصَّفَا والمَرْوَةِ قالَتْ: فَشَكَوْتُ ذلكَ إلى رَسولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، قالَ: افْعَلِي كما يَفْعَلُ الحَاجُّ غيرَ أَنْ لا تَطُوفي بالبَيْتِ حتَّى تَطْهُرِي
“Aku datang ke Mekah saat haid, dan aku belum bertawaf di Ka’bah juga belum (bersa’i) antara shafah dan marwah. Dia berkata (Aisyah) aku mengadukan itu pada Rasululah SAW, beliau SAW berkata: ‘lakukan segala yang dilakukan orang yang berhaji, akan tetapi jangan lah berthawaf di Ka’bah hingga engkau suci.” (HR Bukhari).
Memasuki masjid untuk berdiam di dalamnya, bukan untuk sekedar melintas, kecuali untuk pengecualian.
إني لا أُحِلُّ المسجِدَ لحائِضٍ ولا جُنُبٍ
“Aku tidak menghalalkan masjid bagi wanita haid dan junub” (Tuhfatul Muhtaj, Ibnu Mulaqqan) sebagaimana dijelaskan di poin Thawaf, yang diharamkan karena salah satunya memasuki Masjidil Haram, maka hukum memasuki masjid tanpa ada kepentingan dilarang bagi wanita haid. Akan tetapi terdapat pengecualian bagi wanita yang hanya hendak melintas atau memiliki kebutuhan seperti menghadiri majlis ilmu yang kebetulan bertempat di dalam masjid.
Diriwayatkan oleh Imam An Nasai, dari Maimunah Ra (salah seorang istri nabi SAW) bahwa salah seorang dari istri nabi membawa sejenis karpet untuk dibentangkan di masjid dan saat itu ia dalam keadaan haid. Hadis ini seakan menjadi landasan bagi wanita yang memiliki kepentingan di masjid untuk diperbolehkan melakukan hajatnya. Akan tetapi hukum pelarangan ini akan mutlak haram apabila terdapat perasaan takut dari seorang wanita akan mengotori masjid.
–          Hubungan suami-istri
Bagi wanita dilarang untuk melakukan hal tersebut selama masa haidnya. Hal ini sesuai dengan arahan QS Al Baqarah, 222:

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَٱعْتَزِلُوا۟ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ

Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Para ulama sepakat “mendekatkan” dalam ayat ini berarti larangan untuk melakukan hubungan intim bagi suami istri. Akan tetapi para ulama fiqih berselisih pendapat tentang melakukan “hal lainnya” selain bercinta. Pendapat yang paling diutamakan adalah diperbolehkannya sepasang suami istri untuk bercinta, selain melakukan hubungan intim.

Baca juga: 4 Materi Belajar Akhlak Untuk Anak dari Al Quran dan Sunnah

Selanjutnya selepas haid wanita dianjurkan untuk segera mandi suci. Detailnya para ulama membaginya tiga keadaan: Pertama, yang boleh dilakukan meskipun belum mandi suci, puasa. Kedua, yang diperselisihkan hukumnya, yaitu hubungan suami istri, mazhab syafii mengatakan bahwa hukum bersetebuh sebelum suci adalah haram. Ketiga, seluruh ibadah selain 2 hal yang disebutkan sebelumnya wajib untuk mandi suci sebelum melakukannya.

Wallahua’lam bishowab

_

 

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *