Download aplikasi Takwa di Google Play Store

6 Hak Muslim Perlu Dilaksanakan Kepada Muslim Lainnya

6 Hak Muslim Perlu Dilaksanakan Kepada Muslim Lainnya

Untuk membangun sebuah masyarakat Islami yang saling mencintai dan menghargai diperlukan kesadaran bersama akan pentingnya nilai-nilai bermasyarakat yang diajarkan olehIslam melalui nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah dengan cara melaksanakan 6 wasiat hak muslim bagi muslim lainnya.

Para ulama menjelaskan 6 hal yang perlu dilaksanakan oleh seorang muslim pada saudara muslimnya sebagai bentuk penghormatan dan hak ini tidak dimaknai sebagai pembatasan, karena nyatanya memang terdapat riwayat yang lain dengan penjelasan baik isi maupun jumlah hak yang berbeda.

Pelaksanaan hak muslim pada muslim lainnya saat ini sudah amat penting digaungkan lagi. Pasalnya, kesadaran bermasyarakat yang saling peduli antar sesama muslim sudah menyusut karena kecanggihan zaman yang materialistis, tidak lagi menganggap penting jalinan persaudaraan antara umat. 

Lantas, apa saja hak muslim terhadap muslim lainnya?

حَقُّ المسلِمِ على المسلِمِ ستٌ : إذا لقيتَهُ فَسلِّمْ علَيهِ ، و إذا دَعاكَ فأجِبْهُ ، و إذا استنصَحَكَ فانصَحْ لهُ ، وإذا عَطسَ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتْهُ ، و إذا مَرِضَ فَعُدْهُ ، و إذا ماتَ فاتْبَعْهُ

“Hak seorang muslim pada muslim lainnya 6: apabila engkau bertemu maka ucapkan lah salam, apabila ia mengundangmu maka datang lah, apabila ia meminta nasihat pada mu maka nasihatilah, apabila ia bersin lantas memuji tuhannya maka balaslah ucapannya (tasymit) dengan ucapan yarhamukallah wa yuslih balakum, apabila ia dalam keadaan sakit maka jenguk lah dan apabila ia wafat maka iringi lah jenazahnya.”

Hadis di atas diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Jami’ Shahih-nya dari shahabat Abu Hurairah RA. Sebenarnya ada beberapa jalur periwayatan lainnya dengan nas yang hampir serupa dan dengan jumlah hak yang berbeda. Sebagaimana dijelaskan di awal, 6 jenis hak ini tidak dimaknai sebagai batasan, akan tetapi dimaknai dengan konteks tujuan hadis. Karena dari satu hadis dengan lainnya bisa saja memiliki konteks berbeda, baik dari sisi lawan bicara atau situasi.

Kemudian sebagai seorang muslim hendaknya perlu kita cermati hikmah yang dapat dipetik dari wasiat Rasul SAW ini. Rasulullah dalam hadis ini menjelaskan 3 kondisi seorang muslim yang perlu ditunaikan haknya; kondisi sehat, sakit dan wafat. Dalam kondisi sehat ada beberapa hak yang perlu ditunaikan, menjawab salam, menjawab undangan dan memberi nasihat.

Install Takwa App

Dalam kondisi sakit hak yang perlu ditunaikan adalah mendoakan tasymit bagi yang bersin, dan menjenguk bagi yang sakit. Kondisi yang terakhir adalah di saat saudara muslim, maka hak yang perlu ditunaikan adalah mengiringi jenazah. Di sini dapat kita lihat bagaimana Rasulullah amat cermat dalam memberikan wasiat, dan menghimbau agar umatnya melaksanakan hak-hak tersebut dalam seluruh kondisi dan keadaan.

Menjawab salam menjadi hak muslim pertama yang disebut oleh Rasulullah SAW. Hal itu dikarenakan salam adalah alat pertama interaksi antar muslim, selain itu salam juga masuk termasuk doa bagi pengucap dan penjawab, sebagaimana Rasul menyerukan bahwa salam adalah sesuatu yang mampu memercikan cinta dan kasih sayang di antara umatnya.

لا تَدْخُلُونَ الجَنَّةَ حتَّى تُؤْمِنُوا، ولا تُؤْمِنُوا حتَّى تَحابُّوا، أوَلا أدُلُّكُمْ علَى شيءٍ إذا فَعَلْتُمُوهُ تَحابَبْتُمْ؟ أفْشُوا السَّلامَ بيْنَكُمْ.

“Kalian tidak akan masuk surga hingga beriman, dan tidak akan beriman hingga kalian saling mengasihi, maukah kalian aku tunjukan suatu perkara yang apabila kalian lakukan maka kalian akan saling mengasihi? Sebarkan lah salam di antara kalian.” (HR Muslim)

Hak kedua adalah menjawab undangan. Menjawab undangan adalah bentuk memberikan kebahagiaan bagi orang lain, Islam menyebutnya dengan istilah jabrul khawatir. Ibadah ini amat lah mulia jika dilakukan oleh seorang muslim, selain dapat memberikan kegembiraan bagi pengundang, juga pahala silaturahmi antar sesama saudara seiman.

Wasiat selanjutnya adalah memberikan nasihat. Sebagaimana diketahui manusia tidak selamanya berada dalam kondisi terbaiknya, hidup selalu dipenuhi dengan suka duka. Dari itu disyariatkan lah saling menasehati antara umat Islam. Rasulullah SAW berkata bahwa agama itu nasehat, nasehat dari Allah SWT, Rasul dan seluruh kaum yang beriman.

Selanjutnya adalah kondisi bersin. Bersin dari satu sisi adalah manfaat besar yang Allah berikan, karena dengannya banyak virus dan bakteri keluar dari tubuh. Dari itu disyariatkan untuk memuji Allah selepasnya. Namun dari sisi lain, bisa jadi ia menjadi awal dari penyakit yang mulai masuk ke tubuh. Maka seorang muslim perlu untuk menunaikan doa pada muslim lainnya agar saudaranya itu tetap dalam kasih sayang dan perlindungan Allah.

Baca juga: Adab Berteman Dalam Islam Sesuain Anjuran Rasulullah SAW

Hak ke lima adalah menjenguk saudara muslim yang dalam keadaan sakit. Seorang yang sakit berada dalam kondisi yang membutuhkan saudara muslimnya, baik untuk mendoakan agar diangkat penyakitnya, atau wasiat agar bersabar dalam menghadapi cobaan. Perhatian semacam ini amat dibutuhkan bagi seorang muslim yang dalam keadaan sakit.

Lain hal apabila penyakitnya menular, maka seorang muslim justru dihimbau agar tidak menjenguk dan cukup dengan mendoakannya. Dan di antara adab dalam menjenguk yaitu tidak diperkenankan berlama-lama kecuali jika kehadirannya memang diperlukan dan diharapkan demi cepatnya masa pemulihan. Sementara hak yang perlu dilaksanakan bagi seorang muslim yang terakhir adalah mengiringinya saat prosesi wafat, memandikan, menyolati, dan mengantarkan hingga liang lahat.

Tentang keutamaan untuk menyaksikan jenazah saudara muslim Rasulullah SAW bersabda: “barang siapa menyaksikan jenazah hingga ia menyolatkan maka ia mendapatkan (ganjaran) qirath, dan barang siapa menyaksikan hingga ia dikuburkan maka ia mendapatkan 2 qirath. Kemudian dikatakan, apa itu 2 qirath, beliau SAW berkata seperti 2 gunung yang amat besar” (HR Muslim).

Wallahua’lam bishowab

_

 

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *