Download aplikasi Takwa di Google Play Store

4 Materi Belajar Akhlak Untuk Anak dari Al Quran dan Sunnah

4 Materi Belajar Akhlak Untuk Anak dari Al Quran dan Sunnah

Di umur belia anak lebih dapat menyerap lebih banyak informasi yang bermanfaat untuknya. Karena itu lingkungan yang baik perlu dibuat oleh orang tua agar pembelajaran anak dapat maksimal. Sementara itu di antara hal yang terpenting untuk dipelajari adalah akhlak. Anak perlu dididik untuk belajar akhlak dari berbagai sumber yang valid, salah satunya adalah Al Quran.

Al Quran sebagai kitab petunjuk bagi semesta alam menjadikan akhlak sebagai salah satu pembahasan utama. Al Quran juga menjelaskan akhlak terpuji apa saja yang perlu dan paling diutamakan bagi anak untuk kehidupannya. Sebagai contoh tentu adalah Rasulullah SAW, beliau sebagaimana diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah akhlaknya seperti Al Quran. Dari itu, selain dari Al Quran, seorang muslim perlu untuk melihat penjelasannya dari apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Sebagaimana diketahui, pembelajaran akhlak dapat dikategorikan dengan beberapa objek. Pada kesempatan kali ini, penulis akan merangkum hal yang perlu dipelajari seorang anak dalam interaksinya dengan sesama manusia.

Bentuk materi belajar akhlak bagi anak dari Al Quran

  1.       Mengajarkan kasih sayang kepada sesama

Kasih sayang adalah modal pendidikan akhlak bagi anak. Segala metode yang diajarkan harus dengan kelembutan, kesabaran dan belas kasih. Hal ini amatlah penting dilakukan oleh siapapun yang mengajari anak, karena suatu saat mereka akan kembali ke masyarakat yang utuh, dan masyarakat yang utuh seperti satu jasad yang saling berkaitan.

– مثلُ المؤمنين في تَوادِّهم ، وتَرَاحُمِهِم ، وتعاطُفِهِمْ . مثلُ الجسَدِ إذا اشتكَى منْهُ عضوٌ تدَاعَى لَهُ سائِرُ الجسَدِ بالسَّهَرِ والْحُمَّى

“Permisalah kaum mukminin dalam saling mencintai, kelembutan dan kasing sayang  mereka seperti jasad yang apabila anggota badannya mengaduh karena kesakitan, maka anggota badan lainnya akan terbangun dan terdampak olehnya.” (HR Bukhari)

  1.       Menghormati yang lebih tua

ليسَ منَّا من لَم يَرحَمْ صغيرَنا ، و يعرِفْ حَقَّ كَبيرِنا

Install Takwa App

“Bukan bagian dari kami barang siapa yang tidak mengasihi yang lebih muda darinya dan mengetahui hak orang yang lebih tua darinya.” (HR Tirmidzi). Orang tua dalam Islam memiliki hak penghormatan dari yang lebih muda. Jika pun berbeda pendapat hendaknya pendidik agar mengajarkan akhlak berselisih dengan yang lebih tua.

  1.   Berizin

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ۚ مِّن قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ الظَّهِيرَةِ وَمِن بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ۚ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَّكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ ۚ طَوَّافُونَ عَلَيْكُم بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Berizin adalah salah satu bentuk akhlak terpuji yang dihimbau oleh Islam. Dengan mengetuk pintu, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Quran, anak dididik untuk bersabar, sopan dan menghargai privasi orang lain. Dalam ayat di atas dijelaskan akhlak berizin untuk keluarga yang berada dalam rumah.

Baca juga: Mengenal Adab Makan, Table Manner versi Islam

  1.       Contoh kan keadilan dan ajarkan keadilan
تَصَدَّقَ عَلَيَّ أَبِي ببَعْضِ مَالِهِ، فَقالَتْ أُمِّي عَمْرَةُ بنْتُ رَوَاحَةَ: لا أَرْضَى حتَّى تُشْهِدَ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، فَانْطَلَقَ أَبِي إلى النبيِّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ لِيُشْهِدَهُ علَى صَدَقَتِي، فَقالَ له رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ: أَفَعَلْتَ هذا بوَلَدِكَ كُلِّهِمْ؟ قالَ: لَا، قالَ: اتَّقُوا اللَّهَ، وَاعْدِلُوا في أَوْلَادِكُمْ، فَرَجَعَ أَبِي، فَرَدَّ تِلكَ الصَّدَقَةَ

“Ayahku (Nu’man bin Basyir) telah bersedekah kepada ku dengan sebagian hartanya, ibu ku, Umrah bintu Rawahah berkata, Aku tidak meridhoi hingga engkau menyaksikannya pada Rasulullah SAW. Maka ayah pergi menuju Nabi SAW untuk menunjukan shadaqahnya, maka Rasulullah SAW berkata ‘apa kau lakukan ini pada seluruh anak mu?’ ayah ku berkata tidak. Rasul berkata. ‘bertakwalah pada Allah dan berbuat adil lah pada anak kalian’ ayah ku kemudian kembali dan mengambil sedekah tersebut.” (HR Muslim)

Dalam hal ini Rasulullah SAW mengajarkan kepada ayah dari Nu’man bagaimana mendidik anak dalam belajar akhlak. Anak perlu diajarkan keadilan sedari dini, hal itu akan membekas dalam memorinya selama ia hidup. Keadilan adalah salah satu nilai paling luhur dalam kehidupan untuk bermasyarakat, maka anak perlu mempelajarinya langsung baik dari orang tua atau pun guru lainnya.

Wallahua’bishowab

_

Penulis:

Albi Tisnadi Ramadhan,

Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Editor:

Azman Hamdika Syafaat

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *